Selasa
08 September 2026 | 6 : 23

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Deklarasi Rabu Bersahaja, Bupati Sugiri: Ini Pembelajaran Sekaligus Konservasi

PDIP-Jatim-Bupati-Sugiri-05102023

PONOROGO – SMP Negeri 4 Ponorogo mendeklarasikan Rabu Bersahaja (berbusana dan berbahasa jawa). Hal tersebut dilakukan untuk melestraian budaya daerah sebagai warisan leluhur sekaligus identitas bangsa. Dengan Rabu Bersahaja, setiap hari Rabu, mulai dari murid, karyawan, hingga guru SMP Negeri 4 Ponorogo diwajibkan untuk berbahasa Jawa dan menggunakan busana Jawa.

Hadir dalam deklarasi Rabu Bersahaja tersebut Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, Kepala Dinas Pendidikan Ponorogo, dan perwakilan sekolah.

“Saya ucapkan terima kasih bahwa SMP Negeri 4 mampu nguri-uri budaya adiluhung,” ujar Bupati Sugiri di Ponorogo, Rabu (4/10/2023).

Atas apa yang dilakukan SMP Negeri 4 Ponorogo itu, Bupati Sugiri mendorong sekolah-sekolah lain untuk melakukan hal yang serupa, namun dengan konsep yang berbeda. Hal tersebut penting untuk dilakukan agar para pelajar tidak lupa akan budaya Jawa.

“Ini bisa sambil pembelajaran sekaligus konservasi. Jadi, daya jual bahwa bahasa Jawa itu dahsyat, kaya akan makna,” jelasnya.

Wakabid Pemenangan Pemilu DPC PDI Perjuangan Ponorogo itu pun membandingkan kosakata bahasa Jawa dengan bahasa Inggris. Dalam kosakata bahasa Inggris, nasi disebut “rice”, meskipun sudah berubah dalam bentuk apapun.

Sementara dalam kosakata bahasa Jawa, ada beberapa istilah untuk nasi. Saat masih di sawah disebut “pari”, saat dipanen dan dilepas dari tangkainya disebut “gabah”, setelah diselip (dipisahkan isi dari kulitnya) disebut “beras”, beras dimasak untuk dimakan disebut “sega”, nasi dijemur dan kering disebut “karak”.

“Kosakata kita lebih banyak daripada bahasa Inggris,” lanjutnya.

Dengan nguri-uri bahasa Jawa tersebut, politisi PDI Perjuangan itu berharap anak-anak bisa mengamalkannya dalam kehidupan sehari-sehari, yang akhirnya akan membentuk kepribadian yang lebih ‘njawani’.

“Siapa yang nguri-uri bahasa Jawa, maka akan luar biasa. Akan membentuk jiwa yang takzim, memahami tata krama, dan suba sita,” terangnya. (jrs/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

DPRD dan Pemkab Magetan Sepakati KUA-PPAS Perubahan 2026, Porsi Sektor Infrastruktur Terbesar

MAGETAN — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Magetan bersama Pemerintah Kabupaten Magetan resmi ...
LEGISLATIF

Anggaran KONI Belum Jelas, DPRD Kota Blitar Desak Wali Kota Segera Bertindak

BLITAR – DPRD Kota Blitar mendesak Wali Kota segera mencarikan solusi atas persoalan anggaran KONI Kota Blitar. ...
SEMENTARA ITU...

Kediri Run Diikuti 1.700 Pelari, Dewi Dorong Jadi Sport Tourism Unggulan

Sebanyak 1.700 pelari mengikuti Kediri Run di SLG. Pemkab Kediri mendorong event tersebut berkembang menjadi daya ...
EKSEKUTIF

Bupati Sanusi Perketat Pengawasan MBG, Pengelola SPPG Wajib Lapor Real-Time

MALANG – Bupati Malang HM Sanusi memperingatkan seluruh pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar tidak ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP Jatim: Tambahan Modal Jamkrida Harus Buka Akses Pembiayaan UMKM

SURABAYA – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur menegaskan tambahan penyertaan modal daerah sebesar Rp100 miliar ...
HEADLINE

Renny Desak Pemprov Jatim Siapkan Skenario Konkret Hadapi Multi-Bencana

SURABAYA – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur Wara Sundari Renny Pramana meminta Pemprov Jatim memastikan ...