oleh

Cukup 15 Ribu, STMJ Banteng Khas Probolinggo Siap Dinikmati

-UMKM-54 kali dibaca

KOTA PROBOLINGGO- Sempat menjadi pegawai di salah satu BUMN, dan berhenti pada 2019, Endry Catur Subiantoro memutuskan untuk menyibukkan diri dengan usaha kedai STMJ.

“Waktu berhenti dari pekerjaan, karena pernah belajar dengan kakak membuat STMJ, akhirnya saya buka kedai STMJ. Alhamdulillah, berkat Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Probolinggo Bapak Haris Nasution, akhirnya saya bisa berjualan di depan kantor DPC,” ucap Catur saat ditemui Minggu malam (16/5/2021).

Pandemi Covid-19 yang datang bak puting-beliung, tak membuatnya kehilangan asa. Saban malam, Catur begitu cekatan meracik susu, telor, maju, dan jahe di depan kantor DPC PDI Perjuangan Kota Probolinggo, Jalan Brantas, Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan.

STMJ bikinan Catur tidak jauh beda dengan STMJ pada umumnya. Akan tetapi, susu dari daerah pegunungan di Probolinggo, telah menjadi penguat citarasa tersendiri dibanding STMJ di beberapa daerah lainnya.

Pada mulanya, Catur menghabiskan modal sekitar Rp 4 jutaan. Dalam sehari, Catur membutuhkan uang 50 ribu untuk belanja susu, telur ayam kampung, madu, dan jahe. Catur mematok harga STMJ-nya antara 10-15 ribu, bergantung pada jumlah telurnya.  

Omzet kedai STMJ Catur pun tak begitu menentu, terutama di tengah pandemi Covid-19. Biasanya 100-150 ribu rupiah dalam sehari, kini hanya 80-100 ribu rupiah dalam sehari.

“Kalau omzet naik turun sudah biasa ya Mas. Apalagi ketika pandemi, berbeda dengan hari-hari biasa sebelum pandemi Covid-19,” jelas kader Banteng sejak 1998 silam itu.

Selain berjualan di depan kantor DPC PDI Perjuangan Kota Probolinggo, Catur juga melayani delivery order. Masyarakat biasa juga memesannya, dan diantar ke lokasi pemesan.

Catur mengaku sampai saat ini belum mendapatkan bantuan dari kementerian sosial, khususnya terhadap usahanya. Harapannya mendapatkan bantuan, agar produk UMKM-nya bisa lebih  berkembang. “Saya sangat berterima kasih pada PDI Perjuangan, harapannya partai bisa menjembatani produk-produk UMKM, khususnya para kader. Termasuk UMKM bisa juga mengangkat peran partai sehingga saling bersinergi,” tutur Catur dengan nada penuh harap. (drw/set)