
NGANJUK – Wakil Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi mengajak semua komponen masyarakat siaga bencana. Hal ini untuk mengantisipasi jika sewaktu-waktu terjadi musibah bencana alam seperti yang telah terjadi di beberapa daerah.
Marhaen mengatakan, tanggungjawab penanggulangan bencana ada pada tiga komponen. Yakni Pemerintah Kabupaten Nganjuk, TNI dan POLRI, kemudian masyarakat, dan pengusaha.
Menurut wabup yang juga Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur ini, bahwa belakangan cuaca sedang ekstrim. “Karena itu, diperlukan kesiapsiagaan dan kewaspadaan semua pihak,” kata Marhaen, Jumat.
Siaga bencana telah dilakukan di Nganjuk. Seperti Kodim 0810/Nganjuk yang menggelar Apel Kesiapan Pasukan dan Perlengkapan Dalam Rangka Penanggulangan Bencana Hidrometeorologi Kabupaten Nganjuk Tahun 2020 pada Kamis kemarin.
Apel di GOR Bung Karno Nganjuk itu dihadiri Asops Kodam V/Brawijaya Kolonel Inf Slamet Supriyadi, Danrem 081/DSJ Kol Inf Masdoeki, Dandim 0810/Nganjuk Letkol Kav Joko Winoto, SH, MM, Wakapolres Nganjuk, Forkopimda, dan Mantan Bupati Nganjuk serta tokoh agama dan tokoh masyarakat.
Menurutnya, apel gelar pasukan merupakan bentuk kewaspadaan pemerintah agar “sedia payung sebelum hujan” sebelum bencana datang.
“Semoga Nganjuk dijauhkan dari bencana, namun kita harus sudah siap jika bencana itu datang,” harap Marhaen
Apel gelar pasukan ini merupakan apel pasukan kedua yang diselenggarakan pemerintah Nganjuk. Dalam apel tersebut, dilakukan pengecekan alat dan kendaraan yang menunjang petugas untuk menangani pasca bencana, seperti gergaji mesin, motor trail, ambulans hingga obat-obatan.
Apel gelar pasukan kesiapsiagaan bencana ini diikuti ratusan personel gabungan dari TNI /Polri, Basarnas, BPBD, Satpol PP, serta pemadam kebakaran dan PMI. (endyk)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS









