oleh

Cerita Puti Saat Kunjungi ‘Desa Stunting’ di Trenggalek yang Memicu Debat Seru dengan Emil

-Berita Terkini-7 kali dibaca

SURABAYA – Desa Kayen, Trenggalek, yang ditemukan kasus stunting atau balita gagal tumbuh, telah memicu perdebatan seru antara Cawagub Puti Guntur Soekarno dengan Cawagub Emil Dardak, di debat Pilkada Jawa Timur, Selasa malam.

Sebenarnya, bagaimana kondisi warga desa itu, yang masuk kekuasaan Emil Dardak sebagai Bupati Trenggalek, hasil Pilkada 2015?

“Saya mengunjungi Desa Kayen 2 April 2018, selepas siang,” ungkap Puti Guntur di Surabaya, Rabu (11/4/2018).

Saat itu, Puti disambut ibu-ibu dan para anak-anak. Mereka bergerombol di salah satu rumah warga. Terjadilah dialog Puti dengan warga.

“Warga di sini senang sekali kalau ada pejabat bisa datang. Apalagi ini yang datang cucunya Pak Karno,” kata Tukinem, warga setempat, menyambut kunjungan cucu Bung Karno tersebut.

Dia mengaku, pejabat yang pernah ke Desa Kayen adalah Mulyadi, saat menjabat Bupati Trenggalek. Lalu Plt. Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin. Arifin menjadi Plt Bupati setelah Emil Dardak cuti untuk maju menjadi cawagub.

Apakah Bupati Emil Dardak pernah berkunjung ke Desa Kayen? “Tidak pernah,” ujar Tukinem.

Dari penelusuran Google Maps, jarak dari Pendopo Kabupaten Trenggalek yang menjadi kantor bupati dengan Desa Kayen sepanjang 11,8 kilo meter. Ditempuh mobil, perkiraan 26 menit.

Letak Desa Kayen di lereng bukit kecil. Tidak sulit ke sana. Fasilitas jalan juga lancar.

Plt Bupati Trenggalek Moch Nur Arifin pernah berkunjung ke Kayen, dan menginap di rumah warga. “Seminggu lalu Mas Ipin (Wabup Nur Arifin) datang ke sini. Menginap di tetangga,” terang Tukinem.

Pada Puti Guntur, perempuan 56 tahun itu berharap nasib warga diperhatikan. Terutama, ssbut dia, tersedianya fasilitas MCK (mandi, cuci, kakus) dan perbaikan gizi bagi balita.

“Kalau bisa dibangunkan MCK,” harap Tukinem.

Laporan warga itulah yang mengeram di ingatan Puti Guntur. Ia melihat tidak tersedianya MCK sebagai persoalan vital.

“Makanya, saya singgung di debat kemarin. Kan tidak mungkin diabaikan begitu saja soal kebutuhan dasar seperti, MCK,” kata Puti.

Kekuatan Puti Guntur adalah turun ke lapangan, melihat keadaan dan berdialog dengan warga. Atas temuan fakta di lapangan, Puti Guntur menanyakan komitmen pemerintahan Emil Dardak, sebagai Bupati Trenggalek, di debat Pilkada Jatim kemarin malam.

“Saya tanyakan itu, karena saya temukan di lapangan,” kata Puti Guntur.

Penjelasan dr Sugito Teguh, Kepala Dinas Kesehatan Perlindungan Perempuan dan Keluarga Berencana, yang dimuat media 26 Maret 2018, Desa Kayen termasuk 10 desa yang menderita gizi buruk. Sembilan desa yang lain, Desa Botoputih, Desa Kayen, Desa Cakul, Desa Jajar, Desa Dawuhan, Desa Kedunglurah, Desa Puru, Nglebo, Ngrandu dan Mlinjon.

Menurut pemerintah pusat, Trenggalek termasuk 100 kabupaten penderita stunting. Menurut WHO, badan kesehatan PBB, angka toleransi balita penderita gizi buruk di satu wilayah sebesar 20 persen dari jumlah balita.

Angka stunting di Trenggalek 22 persen. Lebih tinggi dari batas toleransi WHO. (goek)