Sabtu
22 Agustus 2026 | 1 : 19

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Cerita di Posko Pasar Turi, Saat Didik Beldex Bantu Pemudik Ongkos Pulang Kampung

pdip jatim 260320 beldex bantu pemudik 1

SURABAYA – Di tengah hiruk pikuk arus mudik Lebaran 2026, sebuah kisah kepedulian muncul dari Posko Gotong Royong PDI Perjuangan yang berdiri di depan Stasiun Pasar Turi.

Sejumlah pemudik yang tengah beristirahat di posko itu ternyata menghadapi kendala tak terduga: kehabisan ongkos untuk melanjutkan perjalanan pulang ke kampung halaman.

Hal itu diketahui saat Ketua PAC PDIP Bubutan yang juga anggota DPRD Kota Surabaya, Tri Didik Adiono atau Didik Beldex, meninjau langsung posko, Jumat (20/3/2026).

Dalam dialog singkat, ia mendapati para pemudik tersebut berasal dari berbagai daerah, mulai Kabupaten Malang, Bandung Cimahi, hingga Lombok Timur.

Mereka tetap bertahan di perjalanan dengan harapan bisa sampai tujuan, meski bekal yang dibawa tak lagi mencukupi.

Melihat kondisi itu, Didik Beldex langsung tergerak. Ia memberikan bantuan biaya agar para pemudik dapat kembali melanjutkan perjalanan dengan lebih tenang.

“Kami ingin memastikan mereka tetap bisa pulang. Mudik adalah momen penting untuk bertemu keluarga, jangan sampai terhambat karena kekurangan ongkos,” ujarnya.

Bagi para pemudik, bantuan tersebut bukan sekadar soal materi, tetapi juga menghadirkan kelegaan di tengah perjalanan yang sempat diliputi kecemasan.

Baca juga: DPC PDIP Surabaya Dirikan Posko Mudik Lebaran di Depan Stasiun Pasar Turi

Posko Gotong Royong di kawasan Pasar Turi ini memang dihadirkan tidak hanya sebagai pusat informasi dan pengamanan, tetapi juga ruang bantuan kemanusiaan bagi pemudik yang menghadapi berbagai kendala di jalan.

Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya, Armuji, mengatakan posko ini merupakan tindak lanjut instruksi DPP PDI Perjuangan agar kader hadir di tengah masyarakat, terutama dalam momentum mudik.

“Posko ini kami siapkan sebagai tempat singgah yang aman dan nyaman, khususnya di kawasan Pasar Turi yang menjadi salah satu titik padat pemudik,” ujarnya.

Posko tersebut beroperasi selama 24 jam hingga H+5 Lebaran, melayani pemudik yang membutuhkan bantuan, baik sekadar beristirahat maupun menghadapi persoalan di perjalanan.

Kisah para pemudik yang kehabisan ongkos ini menjadi potret kecil bahwa di balik perjalanan panjang menuju kampung halaman, kepedulian masih hadir—menjadi jembatan agar setiap orang tetap bisa pulang dengan selamat. (nia/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

OLAHRAGA

Manajer Banteng Jatim Minta VAR Dioptimalkan, Evaluasi Tanpa Persoalkan Hasil

SURABAYA – Manajer Banteng Jatim FC Didik Prasetiyono meminta penggunaan Video Assistant Referee (VAR) di Soekarno ...
OLAHRAGA

Gol 23 Detik Bawa Banteng Bali ke Final Soekarno Cup 2026

SURABAYA – Gol cepat I Putu Kenzie Radhitya membawa Bali mengalahkan Banteng Jatim dengan kemenangan tipis 1-0 pada ...
KRONIK

Bupati Lukman Kembangkan Sumber Air Pamorah Lewat Teknologi Ramah Lingkungan

BANGKALAN – Potensi sumber daya air di Desa Pamorah, Kecamatan Tragah, Kabupaten Bangkalan, mulai dikaji untuk ...
KRONIK

Bupati Fauzi Temui Kemenhub RI, Bahas Akses Jalur Laut dan Pelabuhan Kepulauan

SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep terus mendorong penguatan konektivitas transportasi laut untuk ...
KRONIK

Wabup Antok Pimpin Apel Kesiapsiagaan Hadapi Karhutla di Sengon Hill Ngawi

NGAWI – Kawasan Sengon Hill, Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi, Kamis (20/8/2026) pagi, menjadi titik ...
EKSEKUTIF

2 Kasus Kekerasan Seksual Anak, Eri Perintahkan Semua Panti Asuhan di Surabaya Diverifikasi

SURABAYA – Wali Kota Eri Cahyadi memerintahkan seluruh panti asuhan di Kota Surabaya diverifikasi dan didata ulang ...