Jumat
21 Agustus 2026 | 11 : 30

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Bupati Lukman Kembangkan Sumber Air Pamorah Lewat Teknologi Ramah Lingkungan

PDIP-Jatim-Lukman-Hakim-21082026

BANGKALAN – Potensi sumber daya air di Desa Pamorah, Kecamatan Tragah, Kabupaten Bangkalan, mulai dikaji untuk dikembangkan menjadi penggerak produktivitas pertanian sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat.

Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, bersama Komandan Kodim (Dandim) 0829 Bangkalan, Heru Dwi Santoso, meninjau langsung potensi sumber dan aliran air di wilayah tersebut, Jumat (21/8/2026).

Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi lapangan sekaligus membahas langkah konkret pemanfaatan sumber air secara berkelanjutan. Pembahasan meliputi debit air, kondisi aliran, elevasi lahan pertanian hingga kebutuhan infrastruktur pendukung.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Lukman didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bangkalan.

Lukman mengatakan, debit sumber air di wilayah Pamorah cukup besar dan memiliki peluang untuk dimanfaatkan lebih optimal. Selain sebagai sumber air bersih, keberadaan air tersebut dinilai dapat menjadi solusi untuk memperluas cakupan pengairan lahan pertanian.

“Potensi airnya cukup besar. Ini tidak hanya bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan air bersih masyarakat, tetapi juga sangat potensial untuk mengairi lahan pertanian,” ujar Lukman.

Namun demikian, terdapat tantangan teknis yang harus diselesaikan. Posisi aliran air berada lebih rendah dibandingkan elevasi lahan pertanian, sehingga diperlukan teknologi untuk menaikkan dan mendistribusikan air menuju kawasan pertanian.

“Persoalannya adalah elevasi lahan pertanian lebih tinggi dari posisi aliran air. Karena itu diperlukan teknologi untuk menaikkan air agar bisa dialirkan ke lahan pertanian maupun dimanfaatkan sebagai sumber air bersih,” jelas Lukman.

Ketua DPC PDI Perjuangan Bangkalan itu mengungkapkan, sebelumnya tersedia pompa air berbahan bakar diesel di kawasan tersebut. Tetapi, pompa itu tidak berfungsi sejak 2015. Karena itu, pemerintah bersama pihak terkait mulai membahas alternatif teknologi yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Salah satu opsi yang dikaji adalah penggunaan pompa hydram, memanfaatkan energi dari aliran air dan gravitasi. Teknologi tersebut diharapkan mampu mengalirkan air tanpa ketergantungan besar terhadap bahan bakar maupun pasokan listrik untuk operasional sehari-hari.

Pemanfaatan pompa tenaga surya juga menjadi alternatif yang dipertimbangkan. Penggunaan energi matahari dinilai dapat menjadi solusi jangka panjang untuk mendukung sistem pengairan pertanian yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Selain itu, pengembangan kawasan juga akan didukung pembangunan infrastruktur penunjang. Salah satunya berupa jembatan yang direncanakan untuk mempermudah mobilitas alat dan mesin pertanian (alsintan), sekaligus memperlancar pengangkutan hasil pertanian masyarakat.

Berdasarkan pembahasan di lapangan, potensi cakupan pengairan dari sumber air Pamorah diperkirakan meliputi Desa Pamorah dengan luasan sekitar 240 hektare, Desa Masaran sekitar 200 hektare, serta wilayah Desa Pocong.

Potensi tersebut bahkan dapat diperluas hingga Desa Burneh dengan luasan sekitar 200 hektare, bergantung pada jangkauan sistem pipanisasi yang nantinya dibangun. Dengan pengembangan sistem pengairan yang tepat, total lahan yang berpotensi memperoleh manfaat pengairan diperkirakan dapat mencapai lebih dari 500 hektare.

Menurut Lukman, penyediaan air yang lebih terjamin sepanjang tahun memberikan dampak besar terhadap produktivitas pertanian. Tidak hanya memperluas lahan yang dapat ditanami, tetapi juga membuka peluang peningkatan frekuensi musim tanam.

“Kalau kebutuhan air bisa terjamin sepanjang tahun, tentu produktivitas pertanian akan meningkat. Harapannya, lahan bisa dimanfaatkan lebih optimal dan masa tanam maupun panen dapat ditingkatkan,” katanya.

Lukman menegaskan, optimalisasi sumber air Pamorah akan dilakukan melalui sinergi antara Pemkab Bangkalan dan TNI Angkatan Darat. Kolaborasi tersebut diharapkan menghasilkan solusi konkret agar potensi sumber daya air yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal dapat benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Potensi ini harus kita lihat secara menyeluruh. Bukan hanya bagaimana airnya bisa dialirkan, tetapi bagaimana nantinya benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama untuk pertanian dan kebutuhan air bersih,” ungkapnya.

Selain meninjau potensi sumber air di Desa Pamorah, Lukman juga meninjau lokasi yang diindikasikan memiliki potensi sumber air di Kecamatan Geger. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemetaan dan optimalisasi sumber daya air di Bangkalan. (set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Bupati Lukman Kembangkan Sumber Air Pamorah Lewat Teknologi Ramah Lingkungan

BANGKALAN – Potensi sumber daya air di Desa Pamorah, Kecamatan Tragah, Kabupaten Bangkalan, mulai dikaji untuk ...
KRONIK

Bupati Fauzi Temui Kemenhub RI, Bahas Akses Jalur Laut dan Pelabuhan Kepulauan

SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep terus mendorong penguatan konektivitas transportasi laut untuk ...
KRONIK

Wabup Antok Pimpin Apel Kesiapsiagaan Hadapi Karhutla di Sengon Hill Ngawi

NGAWI – Kawasan Sengon Hill, Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi, Kamis (20/8/2026) pagi, menjadi titik ...
EKSEKUTIF

2 Kasus Kekerasan Seksual Anak, Eri Perintahkan Semua Panti Asuhan di Surabaya Diverifikasi

SURABAYA – Wali Kota Eri Cahyadi memerintahkan seluruh panti asuhan di Kota Surabaya diverifikasi dan didata ulang ...
KRONIK

Fery Minta Generasi Tua Kenalkan Tradisi kepada Gen Z agar Tak Putus di Tengah Jalan

Ketua DPRD Kabupaten Madiun Fery Sudarsono meminta orang tua aktif mengenalkan tradisi kepada anak-anak dan Gen Z ...
KRONIK

Bupati Ipuk Puji Hilirisasi Kerajinan Bambu Desa Gintangan yang Mampu Perkuat Ekonomi dari Bawah

BANYUWANGI – Desa Gintangan Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, dikenal sebagai desa pengrajin anyaman bambu. Untuk ...