BANYUWANGI – Desa Gintangan Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, dikenal sebagai desa pengrajin anyaman bambu. Untuk mengenalkan sekaligus mengangkat potensinya, desa ini menggelar Gintangan Bamboo Attraction yang berlangsung di sepanjang jalan Desa Gintangan berlangsung meriah, Rabu (19/8/2026).
Event ini mendapat atensi dari banyak masyarakat Banyuwangi untuk melihat antusiasme gotong royong warga Gintangan menggelar event tahunan tersebut. Para warga mulai balita hingga orang tua antusias menampilkan kreasi aneka kerajinan bambu yang sangat atraktif. Mereka menyuguhkan aneka kerajinan bambu hingga diparadekan dalam sebuah karnaval.
Dikenal sebagai sentra kerajinan bambu, warga setempat seolah ingin menunjukkan kekayaan kerajinan bambu mereka.
“Karnaval bambu ini sangat kita tunggu. Bambu-bambu yang dianyam oleh pengrajin sini dengan bangga kami tunjukkan ke banyak orang,” ujar Holiah, salah satu pengrajin bambu setempat.
Dia mengaku, lima hari dalam sepekan menganyam bambu menjadi peralatan rumah tangga. Ada yang dibentuk tenong, ayakan bambu, hingga tampah bambu.
“Rutin diambil truk ke mari. Ada yang kirim Bali juga,” jelas Holiah.
Bambu merupakan potensi lokal yang menjadi sumber penghidupan warga Gintangan sejak puluhan tahun lalu. Warga setempat membuat aneka kerajinan bambu mulai dari peralatan dapur, furnitur elegan hingga aksesoris modern. Pemasarannya menjangkau market lokal, nasional bahkan ke sejumlah negara seperti ke Jerman, Maldives dan lainnya.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyampaikan apresiasi pada warga Gintangan yang terus melestarikan kerajinan bambu hingga mengemasnya menjadi sebuah pertunjukkan yang modern.
Menurut Ipuk, dengan ditampilkan lewat sebuah atraksi yang menarik, warga Desa Gintangan tengah membangun ekosistem yang terus memperkuat eksistensi bambu sebagai kekuatan lokal.
“Produk kerajinan bambu Gintangan merupakan hasil produk hilirisasi yang menjadi kunci untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi masyarakat. Hilirisasi ini akan memperkuat daya saing sekaligus membuka peluang ekonomi lebih luas,” ujar Ipuk.
Wakabid Pemerintahan dan Otonomi Daerah DPD PDI Perjuangan Jatim ini menyebut gelaran Gintangan Bamboo Attraction sebagai salah satu cara memperkuat ekonomi dari bawah lewat kreatifitas dan inovasi.
“Sekaligus membuktikan bahwa desa mampu menjadi ujung tombak industri kreatif berbasis potensi lokal,” tandas Ipuk.
Selain parade kostum, penonton juga disuguhi instalasi seni, hingga ornamen dekoratif yang seluruhnya berbahan bambu. Mereka juga bisa langsung berbelanja aneka kerajinan bambu di toko kerajinan yangberada di sepnjang jalan desa. (set)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS












