Senin
12 Oktober 2026 | 12 : 32

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Manajer Banteng Jatim Minta VAR Dioptimalkan, Evaluasi Tanpa Persoalkan Hasil

pdip jatim 260821 didong

SURABAYA – Manajer Banteng Jatim FC Didik Prasetiyono meminta penggunaan Video Assistant Referee (VAR) di Soekarno Cup 2026 dioptimalkan untuk memastikan keputusan pertandingan semakin akurat dan adil. Evaluasi tersebut disampaikan setelah laga semifinal Banteng Jatim melawan Banteng Bali yang dimenangkan Banteng Bali 1-0.

Didik menegaskan, catatan terhadap penggunaan VAR bukan dimaksudkan untuk mempersoalkan hasil pertandingan. Ia tetap menghormati kemenangan Banteng Bali sekaligus mengapresiasi panitia yang telah menghadirkan teknologi tersebut pada babak semifinal dan final.

“Hasil hari ini tentu bukan hasil yang kami harapkan. Anak-anak Banteng Jatim sudah bekerja sangat keras sampai menit terakhir. Kami menghormati hasil pertandingan dan mengucapkan selamat kepada Banteng Bali yang melaju ke final,” ujar Didik Prasetiyono, usai pertandingan.

Menurutnya, kehadiran VAR merupakan langkah positif untuk meningkatkan standar pertandingan, khususnya pada fase semifinal dan final yang memiliki tekanan kompetisi lebih tinggi.

Baca juga: Gol 23 Detik Bawa Banteng Bali ke Final Soekarno Cup 2026

Justru karena fasilitas tersebut telah tersedia, Didik berharap pemanfaatannya dapat dilakukan secara optimal ketika terjadi momentum atau keputusan krusial yang berpotensi memengaruhi jalannya pertandingan.

“Kami mengapresiasi panitia Soekarno Cup 2026 yang telah menghadirkan VAR pada babak semifinal dan final. Ini merupakan langkah maju karena pertandingan pada fase-fase menentukan memang membutuhkan standar kepemimpinan dan akurasi pengambilan keputusan yang semakin baik,” katanya.

Dalam laga Banteng Jatim kontra Banteng Bali, Didik menyebut terdapat beberapa momentum yang menurut evaluasi tim semestinya dapat diperiksa lebih optimal melalui VAR.

Namun, ia menekankan catatan tersebut bukan upaya untuk mengubah hasil pertandingan yang telah selesai.

“Catatan kami bukan untuk mengubah hasil pertandingan yang sudah selesai, tetapi menjadi evaluasi agar tujuan penggunaan VAR itu sendiri benar-benar tercapai,” tegasnya.

Didik menilai teknologi pada akhirnya tetap bergantung pada bagaimana perangkat pertandingan menggunakannya. VAR bukan pengganti wasit, melainkan instrumen untuk membantu memastikan keputusan pada situasi tertentu dapat diambil dengan tingkat akurasi yang lebih baik.

“Teknologi VAR hanya akan memberikan manfaat apabila digunakan secara optimal untuk membantu wasit mengambil keputusan yang seakurat dan seadil mungkin,” ujarnya.

Ia juga memastikan Banteng Jatim tetap menjunjung sikap sportif. Kekalahan dari Bali diterima sebagai bagian dari kompetisi, sementara evaluasi terhadap pertandingan ditempatkan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan.

“Kami tetap menghormati perangkat pertandingan dan hasil semifinal hari ini. Dalam sepak bola, menang dan kalah harus diterima dengan sikap sportif. Tetapi sportivitas juga membutuhkan keberanian untuk melakukan evaluasi agar kualitas pertandingan terus menjadi lebih baik,” kata Didik.

Banteng Jatim masih memiliki satu pertandingan tersisa untuk memperebutkan posisi ketiga Soekarno Cup 2026.

Tim akan segera melakukan evaluasi, terutama untuk mengembalikan kondisi mental pemain setelah gagal melaju ke final.

Didik berharap para pemain mampu bangkit dan menutup perjalanan mereka di turnamen dengan penampilan terbaik.

“Kami akan segera melakukan evaluasi dan mengembalikan fokus anak-anak untuk menghadapi pertandingan perebutan tempat ketiga. Kami ingin menutup perjalanan Soekarno Cup 2026 dengan penampilan terbaik,” ujarnya.

Ia pun berharap kualitas kepemimpinan pertandingan semakin baik pada laga perebutan tempat ketiga maupun final. Fasilitas VAR yang telah disiapkan juga diharapkan benar-benar dimanfaatkan sesuai kebutuhan pertandingan.

“Kami berharap pada pertandingan perebutan tempat ketiga maupun final nanti, kepemimpinan wasit semakin baik dan fasilitas VAR yang telah disediakan dapat dimanfaatkan secara optimal, sehingga seluruh tim mendapatkan pertandingan yang fair, objektif, dan berkualitas,” pungkas Didik. (gio/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Yuzar Rasyid Beber Jalur Koreksi Desil Bansos, Warga Kediri Bisa Ajukan Pemutakhiran Data

KEDIRI – Anggota Komisi B DPRD Kota Kediri Yuzar Rasyid mengingatkan warga agar memeriksa data kesejahteraan yang ...
KRONIK

RSUD Blambangan Raih Tiga Penghargaan NHR, Bupati Ipuk: Tolok Ukur Berbenah Tingkatkan Layanan

BANYUWANGI – RSUD Blambangan Banyuwangi meraih tiga penghargaan dalam ajang National Hospital Ranking (NHR) yang ...
KRONIK

Bupati Fauzi Upayakan Pemulangan 9 Nelayan Sumenep yang Ditahan di Australia

SUMENEP – Pemerintah Kabupaten Sumenep berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk mengupayakan pemulangan sembilan ...
HEADLINE

HUT ke-81 Jatim, Deni: Pembangunan Berhasil Jika Rakyat Ikut Maju dan Merasakan Manfaatnya

SURABAYA – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Deni Wicaksono menegaskan keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari ...
KRONIK

Ratusan Kendaraan Dinas “Raib”, Andi PDIP Sebut Pemda Berpotensi Tanggung Kewajiban Pajak

BONDOWOSO – Sebanyak 409 kendaraan dinas milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab0) Bondowoso tidak diketahui ...
LEGISLATIF

Wiwin Minta Pemerintah Hitung Pasokan Bahan Baku Sebelum Bangun Pabrik Pakan

SURABAYA – Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur Wiwin Sumrambah mengingatkan pemerintah agar mengkaji kesiapan bahan ...