Sabtu
05 September 2026 | 9 : 23

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Bupati dan Wabup Ngawi Bergantian Tinjau Tes Calon ASN

pdip-jatim-eksekutif-100721-bupati-ony-anwar-harsono-a

NGAWI – Bupati Ony Anwar Harsono dan Wakil Bupati Dwi Rianto Jatmiko bergantian meninjau seleksi kompetensi dasar (SKD) calon aparatur sipil negara (ASN) yang dilaksanakan di Gedung Eko Kapti Ngawi, 6 sampai 13 Oktober 2021.  

Menurut Bupati Ony, pelaksanaan SKD hingga hari kedua ini berlangsung cukup baik. Terutama terkait kesiapan panitia serta penerapan protokol kesehatan.

“Mulai awal peserta masuk dan sosialisasi prokes sangat bagus,” ucap Bupati Ony kepada awak media, Kamis (7/10/2021).

Bupati Ony juga memberikan apresiasi atas transparansi, integritas, dan independensi panitia pelaksana dan Badan Kepegawaian Negara (BKN) selama tes berlangsung.

Salah satunya pada proses skrining sebelum peserta memasuki ruangan yang dilakukan cukup ketat. Seperti peserta yang tidak diizinkan untuk membawa peralatan yang tidak ada kaitannya dengan tes. Diantaranya larangan membawa bolpoin, HP, jam, hingga ikat pinggang.

“Saya melihat pelaksanaan rekrutmen ASN, semakin hari semakin bagus, termasuk tingkat integritasnya,” ungkap Bupati yang diusung PDI Perjuangan itu.

Sementara Wakil Bupati Dwi Rianto Jatmiko meninjau pelaksanaan tes pada Rabu (6/10/2021) kemarin. Wabup Dwi Rianto Jatmiko mengimbau peserta tes calon aparatur sipil negara (CASN) tidak terbuai dengan praktik percaloan yang dimungkinkan gentayangan memanfaatkan momen seleksi.

Menurut wakli bupati yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Ngawi ini, hasil seleksi bisa diakses langsung oleh peserta melalui fasilitas live scoring yang sudah disediakan pemerintah.

Seleksi bagi calon pelaksana tugas pemerintahan di Ngawi digelar selama 7 hari itu dibagi dalam 20 sesi. Dalam satu hari, terdapat 3 sesi. Masing-masing sesi diikuti 128 peserta, dengan durasi pengerjaan soal selama 100 menit.

Wabup Antok menyebut, Calon ASN itu untuk menutupi kekurangan formasi sejumlah 722 orang. Dengan rincian, CASN Kesehatan 200 orang, untuk teknis 45 orang, P3K Guru 385 orang dan P3K Kesehatan 92 orang. Khusus P3K Guru, tes dilakukan oleh pusat.

“Seleksi tes CASN ini untuk menutup formasi kekurangan yang pernah kita ajukan di tahun 2020 lalu” terang Wabup Antok. (mmf/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Banyuwangi Gelar “Festival Literasi Using”, Upaya Lestarikan Bahasa Daerah

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi menggelar Festival Literasi Using. Ajang ini menjadi cara ...
LEGISLATIF

Model Malang Berhasil, Untari Akan Perluas Pelestarian Aksara Jawa ke Seluruh Sekolah di Jatim

MALANG – Keberhasilan penerapan model pembelajaran dan pelestarian aksara Jawa di sejumlah sekolah di Malang ...
KRONIK

Waktu Tinggal Tiga Bulan, Widarto Pesimistis APBD Jember 2026 Terserap Optimal

JEMBER – Tambahan ruang fiskal Kabupaten Jember mencapai ratusan miliar rupiah. Namun, waktu untuk membelanjakannya ...
KRONIK

Di Tempat Hasto Dilahirkan, Demokrasi Dibicarakan Lewat Gamelan dan Tarian

YOGYAKARTA – Tidak ada kemewahan ruang pertemuan hotel. Tidak ada pendingin udara yang membuat suasana malam terasa ...
LEGISLATIF

Puan Dukung Penegakan Hukum 21 Badan Usaha Terkait Karhutla, Minta Prosesnya Transparan

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani mendukung langkah Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) melakukan penegakan hukum ...
KRONIK

Hasto Ingatkan Ancaman Populisme Otoriter, Dorong Lima Agenda Ketahanan Demokrasi

YOGYAKARTA – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengingatkan menguatnya populisme otoriter dapat ...