Senin
19 Oktober 2026 | 8 : 18

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Budiman: Prabowo Seperti Menepuk Air di Dulang, Terpercik Muka Sendiri

pdip-jatim-budiman-sujatmiko

JAKARTA – Jubir Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Capres-cawapres Joko WIdodo-Ma’ruf Amin, Budiman Sudjatmiko menilai gagasan-gagasan Prabowo terkait ketimpangan sosial, soal tanah, maupun keadian sosial, menjadi tidak relevan dengan kepemilikan hak guna usaha (HGU) tanah yang dimilikinya di Kalimantan Timur dan Aceh.

“Jangan bicara tentang problem ketimpangan sosial, maupun soal tanah, ketika dia (sendiri) menjadi problem dan bukan bagian dari solusinya. Saya kira itu seperti menepuk air di dulang, terpercik muka sendiri,” kata Budiman di Kantor DPP PDI Perjuangan Jakarta, Selasa (19/2/2019).

Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI ini Jokowi justru menempatkan diri pada posisi yang berbeda. Jokowi menurutnya menjadi bagian dari solusi dengan program-programnya seperti sertifikasi tanah maupun akses perhutanan sosial.

Dia juga menilai debat tersebut masih wajar dan stand poin Jokowi sangat tegas terkait kebijakan pertanahan nasional. Menurut Budiman, pernyataan presiden tentang tanah tersebut menjadi momentum terbaik dalam pilpres kali ini setelah freeport.

Sementara itu, Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira menilai debat kedua antar capres pada Minggu malam lalu semakin menunjukkan kualitas para pasangan calon. Terutama dalam hal pemahaman masalah di Indonesia.

Menurut Andreas capres nomor urut 01 Jokowi sangat memahami permasalahan bangsa. Sedangkan Prabowo masih berusaha mempelajari masalah yang terjadi di Indonesia.

“Dalam masalah lingkungan hidup, misalnya, Prabowo secara retorik bicara soal penegakan hukum untuk mengatasi persoalan lingkungan hidup. Jokowi malah secara meyakinkan menjelaskan tentang penegakan hukum yang sudah dilaksanakan,” kata Andreas, Selasa (19/2/2019).

Dia mengatakan banyak faktor yang membuat Prabowo tampak tidak paham permasalahan Indonesia. Salah satunya, kata Andreas, ketidaktahuan Prabowo pada istilah Unicorn.

“Ketidakmengertian Prabowo soal topik Unicorn ini, kemudian secara lugas dijelaskan oleh Jokowi mengenai program-program pemerintah dalam bidang IT dan Telekomunikasi yang sedang dijalankan dalam rangka mempersiapkan generasi milenial Indonesia menghadapi revolusi 4.0,” ungkapnya.

“Debat putaran kedua jelas menunjukkan yang mana capres paham masalah, dan mana capres yang masih sedang belajar memahami masalah,” sambung dia. Dengan hasil debat kemarin, imbuh Andreas, membuat masyarakat semakin mudah dalam menentukan pilihan. Sebab, kualitas kedua calon sudah semakin terlihat. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Apresiasi Penampilan Karya Siswa SR, Bupati Ipuk: Kami Bangga Menyaksikannya

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengaku bangga atas perkembangan siswa Sekolah Rakyat (SR) ...
KRONIK

Lulus Sekolah Pra-Pratama, Gen-Z Temukan Passion Perjuangan di PDI Perjuangan Jatim

SURABAYA – Pelatihan Sekolah Partai DPD PDI Perjuangan Jawa Timur di Hotel Palm Surabaya pada 17–18 Oktober 2026 ...
KRONIK

Said Abdullah Salurkan Bantuan Renovasi Rumah untuk 25 Warga Pulau Raas

SUMENEP – Sebanyak 25 warga di Kecamatan/Pulau Raas, Kabupaten Sumenep, menerima bantuan dana rehabilitasi rumah ...
HEADLINE

Tuntas Pelatihan AI, PDI Perjuangan Jatim Dorong Gen Z Naik Level Pratama

SURABAYA – DPD PDI Perjuangan Jawa Timur sukses menyelenggarakan pelatihan kaderisasi tingkat Pra-Pratama berbasis ...
LEGISLATIF

Diana Sasa Bawa Pesan “Jalan Baik, Ekonomi Bangkit” dalam Sosialisasi Kedewanan

MAGETAN — Pembangunan infrastruktur memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas dan perekonomian masyarakat. ...
SEMENTARA ITU...

Turnamen Catur Abhipraya Open 2026: Cetak Atlet Muda Potensial dan Bentuk Karakter Siswa di Magetan

Ajang berburu pengalaman dan jam terbang bagi 240 atlet catur tingkat pelajar ini diselenggarakan sekaligus untuk ...