Jumat
28 Agustus 2026 | 4 : 57

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Budiman: Prabowo Seperti Menepuk Air di Dulang, Terpercik Muka Sendiri

pdip-jatim-budiman-sujatmiko

JAKARTA – Jubir Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Capres-cawapres Joko WIdodo-Ma’ruf Amin, Budiman Sudjatmiko menilai gagasan-gagasan Prabowo terkait ketimpangan sosial, soal tanah, maupun keadian sosial, menjadi tidak relevan dengan kepemilikan hak guna usaha (HGU) tanah yang dimilikinya di Kalimantan Timur dan Aceh.

“Jangan bicara tentang problem ketimpangan sosial, maupun soal tanah, ketika dia (sendiri) menjadi problem dan bukan bagian dari solusinya. Saya kira itu seperti menepuk air di dulang, terpercik muka sendiri,” kata Budiman di Kantor DPP PDI Perjuangan Jakarta, Selasa (19/2/2019).

Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI ini Jokowi justru menempatkan diri pada posisi yang berbeda. Jokowi menurutnya menjadi bagian dari solusi dengan program-programnya seperti sertifikasi tanah maupun akses perhutanan sosial.

Dia juga menilai debat tersebut masih wajar dan stand poin Jokowi sangat tegas terkait kebijakan pertanahan nasional. Menurut Budiman, pernyataan presiden tentang tanah tersebut menjadi momentum terbaik dalam pilpres kali ini setelah freeport.

Sementara itu, Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira menilai debat kedua antar capres pada Minggu malam lalu semakin menunjukkan kualitas para pasangan calon. Terutama dalam hal pemahaman masalah di Indonesia.

Menurut Andreas capres nomor urut 01 Jokowi sangat memahami permasalahan bangsa. Sedangkan Prabowo masih berusaha mempelajari masalah yang terjadi di Indonesia.

“Dalam masalah lingkungan hidup, misalnya, Prabowo secara retorik bicara soal penegakan hukum untuk mengatasi persoalan lingkungan hidup. Jokowi malah secara meyakinkan menjelaskan tentang penegakan hukum yang sudah dilaksanakan,” kata Andreas, Selasa (19/2/2019).

Dia mengatakan banyak faktor yang membuat Prabowo tampak tidak paham permasalahan Indonesia. Salah satunya, kata Andreas, ketidaktahuan Prabowo pada istilah Unicorn.

“Ketidakmengertian Prabowo soal topik Unicorn ini, kemudian secara lugas dijelaskan oleh Jokowi mengenai program-program pemerintah dalam bidang IT dan Telekomunikasi yang sedang dijalankan dalam rangka mempersiapkan generasi milenial Indonesia menghadapi revolusi 4.0,” ungkapnya.

“Debat putaran kedua jelas menunjukkan yang mana capres paham masalah, dan mana capres yang masih sedang belajar memahami masalah,” sambung dia. Dengan hasil debat kemarin, imbuh Andreas, membuat masyarakat semakin mudah dalam menentukan pilihan. Sebab, kualitas kedua calon sudah semakin terlihat. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Setengah Jam di Posko Baguna, Tempat Para Penggembira Muktamar Melepas Lelah

JOMBANG – Matahari sedang terik-teriknya ketika jarum jam menunjuk pukul 13.30 WIB, Kamis (27/8/2026). Sinar ...
EKSEKUTIF

Bupati Malang Ingin Purna PMI Tak Kembali Jadi Pencari Kerja, tapi Penggerak Ekonomi Daerah

Bupati Malang HM Sanusi ingin purna PMI tak kembali menjadi pencari kerja, tetapi mampu memanfaatkan modal dan ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP Soroti APBD Perubahan Kota Madiun, Bansos Turun hingga BTT Melonjak

MADIUN — Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Madiun menyoroti sejumlah perubahan komposisi anggaran dalam Raperda ...
KRONIK

Soroti Anggaran Pemeliharaan Aplikasi Rp310 Juta, Alfan PDIP Jember: Belum Sebanding Kualitas Layanan

JEMBER – Anggaran pemeliharaan aset tidak berwujud dan aplikasi layanan masyarakat sebesar Rp310,3 juta di Dinas ...
KRONIK

Soroti 903 KK Minta Update Data, Agung Priyanto: Jangan Sampai Rakyat Kehilangan Hak Gara-Gara Desil

PONOROGO – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Ponorogo, Agung Priyanto, menyoroti penggunaan desil ...
SEMENTARA ITU...

Ribuan Warga Padati Siraman Gong Kyai Pradah, Tradisi Leluhur Blitar Tetap Lestari di Tengah Efisiensi

Ribuan warga memadati Alun-alun Lodoyo menyaksikan Siraman Gong Kyai Pradah. Tradisi leluhur Blitar tetap ...