Jumat
30 Oktober 2026 | 11 : 16

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Bertemu Prabowo di Hambalang, Puan Naik Kuda yang Pernah Ditunggangi Jokowi

pdip-jatim-220904-pm-prabowo-1

BOGOR – Ketua DPR RI yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani bertemu dengan Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor, Minggu (4/9/2022). Di kediaman Menteri Pertahanan itu, Puan diajak berkuda hingga berbincang empat mata.

Puan tiba di rumah Prabowo sekitar pukul 10.45 WIB. Kehadiran Puan disambut langsung oleh Prabowo di pendopo rumahnya.

Mengenakan kaos polo warna hitam berkerah merah putih dan celana kasual biro dongker, Puan hadir didampingi Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto.

Sejumlah tokoh PDIP juga ikut mendampingi seperti Said Abdullah, Utut Adianto, Bambang Wuryanto, Charles Honoris, Dolfie OFP, Mufti Anam, Agustina Wilujeng Pramestuti, Gilang Dhielafararez, dan Alex Indra Lukman.

Sementara itu Prabowo didampingi beberapa elite Gerindra. Di antaranya Sekjen partai Ahmad Muzani dan Ketua Harian Partai Sufmi Dasco Ahmad yang juga Wakil Ketua DPR.

Puan pun mendapat penyambutan penghormatan dari keluarga Gerindra diiringi korps musik yang melantunkan lagu Indonesia Raya, Mars PDIP, dan Mars Gerindra.

Usai acara penyambutan, Puan kemudian menuju ruang ganti untuk mengenakan baju berkuda. Prabowo lalu mengajak Puan untuk berkuda di arena pacuan yang ada di rumahnya.

Perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR itu menaiki kuda jenis Lusitano keturunan Portugal bernama Salero. Kuda berwarna putih itu juga sempat ditunggangi Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat datang ke rumah Prabowo tahun 2016.

Saat berkuda, Puan didampingi Prabowo yang menunggang kuda cokelat bernama Cunhal. Selama 15 menit berkuda, Puan diberi training singkat oleh instruktur, mulai dari masih dipegangi, sampai bisa berkuda sendiri.

Bahkan Puan sempat memamerkan skill half pass di mana kaki depan ada dalam posisi menyilang.

“Ternyata main kuda itu juga perlu suatu keberanian, suatu semangat untuk kemudian bisa bersama bersinergi bersama kudanya, dan ternyata tidak semudah saya lihat di film-film atau di TV,” katanya.

Puan dan Prabowo kemudian memberi makan kuda dengan buah dan wortel. “Ini yang ngasih makan kau Ketua DPR,” canda Prabowo sambil mengelus kuda Salero.

Selanjutnya, Puan menjajal menaiki kuda L’sultao berwarna palomino, kuda keturunan Portugal yang lahir di Hambalang.

Dengan kuda ini, Puan sempat menjajal pose penghormatan atau refrance di mana kaki kuda posisinya seperti strecthing. Kaki depan kuda ke muka, sementara kaki belakang meregang keluar dan badannya merendah.

Selesai berkuda, Puan dijamu Prabowo untuk menikmati sajian makanan di sebelah arena berkuda. Puan duduk berhadapan dengan Prabowo di meja segi empat.

Selepas break jamuan makan siang, Puan dan Prabowo mengadakan pertemuan 4 mata di Wisma 1 Hambalang yang berada di sebelah pendopo utama. Wisma 1 Hambalang merupakan tempat yang biasa digunakan Prabowo menerima tamu pribadinya.

“Kehormatan besar kedatangan Ibu Puan Maharani. Saya merasa sangat dekat sama keluarga Bu Puan, keluarga Ibu Megawati Soekarnoputri Presiden ke-5 RI dan Pak Taufik Kiemas,” ucap Prabowo.

“Jadi hubungan kekeluargaan sudah lama terjalin. Sudah generasi ketiga, orangtua saya juga dekat dengan orangtua Bu Mega, kakek saya juga dekat dengan Bung Karno,” sambungnya.

Pertemuan antara jajaran PDIP dengan Gerindra hari ini memang cukup hangat. Banyak canda dan tawa yang terlontar dalam safari politik tersebut.

Puan pun mengucapkan terima kasih atas sambutan dari Prabowo dan jajaran Gerindra. Apalagi, Prabowo menyatakan mendapat kehormatan didatangi oleh Puan.

“Terima kasih atas sambutan yang hangat pada kesempatan ini. Saya diperkenankan untuk mencoba kuda kesayangan beliau. Berkuda perlu teori yang benar, perlu ketenangan, nggak boleh grogi,” ucap Puan.

“Dan saya ke sini penuh ketenangan karena saya datang ke sini merasa ke rumah keluarga sendiri. Seperti yang disampaikan Mas Prabowo, hubungan keluarga kami sudah jauh berjalan,” imbuhnya.

Menurut Puan, pasang surut dalam politik adalah hal yang biasa. Ia menegaskan, yang paling terpenting adalah silaturahmi kekeluargaan tetap harus terbina sekalipun berbeda pandangan politik.

“Kami harus menunjukkan komitmen bahwa saat bertanding kami bertanding, tapi saat bersanding ya kami harus bersanding,” pungkasnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Paguyuban Langen Beksan Blitar Terkendala Gamelan, Guntur Wahono Dorong Bantuan APBD Jatim

BLITAR – Keterbatasan perangkat gamelan masih menjadi kendala bagi sejumlah paguyuban Langen Beksan di Kabupaten ...
KRONIK

Sonny Salurkan 37 Alsintan pada 36 Kelompok Tani Bondowoso

BONDOWOSO – Anggota Komisi IV DPR RI, Sonny T. Danaparamita, menyerahkan bantuan 37 unit alat dan mesin pertanian ...
KRONIK

Peringati Sumpah Pemuda, Aktivis Repdem Jatim Bersihkan Sampah Gunung Penanggungan

Lebih dari 100 aktivis Repdem PDI Perjuangan Jatim membersihkan sampah di Puncak Bayangan Gunung Penanggungan dalam ...
KRONIK

HGU PT Makarti Dipersoalkan Warga Karangsari, Sonny: Banyak Opsi untuk Aksi

BANYUWANGI – Persoalan Hak Guna Usaha (HGU) PT Makarti mencuat dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang ...
LEGISLATIF

Lewat GCC, Novita Hardini Dorong Kesadaran Warga Kelola Sampah dari Rumah

TRENGGALEK – Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, mendorong masyarakat membangun kebiasaan memilah dan ...
LEGISLATIF

Gus Falah Minta Pengedar Narkoba Diproses Maksimal, Soroti Bahaya Penyalahgunaan Vape

LAMONGAN – Anggota Komisi III DPR RI, Nasyirul Falah Amru atau Gus Falah, meminta aparat kepolisian memproses hukum ...