Selasa
11 Agustus 2026 | 11 : 23

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Berbagai Bisnis Kreatif Para Jagoan Banyuwangi Angkat Potensi Lokal

PDIP-Jatim Ipuk Fiestiandani 21092025

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengaku sangat mengapresiasi bermacam karya kreatif anak-anak muda Banyuwangi peserta Jagoan Banyuwangi 2025. Menariknya, tak sedikit dari mereka membuat produk inovatif meningkatkan potensi Banyuwangi.

Jagoan Banyuwangi adalah program inkubasi yang rutin digelar pemkab sejak 2018 untuk mendorong jiwa entrepreneur anak-anak muda. Sekitar 100 anak muda Banyuwangi telah memiliki rintisan usaha berupaya mengembangkan bisnisnya di bawah bimbingan para mentor dan praktisi.

“Saya bangga tiap tahun karya-karya anak muda di program Jagoan Banyuwangi kian kompetitif dan inovatif. Terpenting lagi memberikan manfaat pada dampak positif,” ujar Bupati Ipuk, pada Minggu (21/9/2025).

Menurut Ipuk, melalui program ini diharapkan anak-anak muda Banyuwangi mampu scale-up usahanya.

“Saya harap para Jagoan Banyuwangi saling berjejaring, menjalin network. Kami akan selalu mendukung dan memberi ruang kepada mereka khususnya untuk pemasaran produknya,” jelas politisi PDI Perjuangan ini.

Seperti bisnis yang digeluti Eka Fahmi, yang menjual bibit buah tanaman langka. Ia sempat menunjukkan umbi Yakon.

“Yakon ini punya manfaat besar. Daunnya bisa dibuat teh dan membantu memperbaiki insulin. Daun ini sangat baik untuk penderita diabetes. Harga ubinya juga tinggi kisaran Rp. 200 hingga 300 ribu/kilogram. Ini peluang pasar yang bagus,” ujar Eka, yang bisnisnya diberi brand Saben Wetan.

Karya lainnya milik Wahyu Fatimatul yang berhasil menjadi salah satu pemenang Jagoan Bisnis, yang membuat tas cerdas untuk anak-anak sekolah.

Tas buatannya memiliki desain ergonomis dan dilengkapi berbagai perlengkapan pendukung. Di antaranya, jas hujan, tas bekal, sensor lacak (GPS), playmate dan lego.

Ide ini muncul saat mengetahui salah satu keponakannya yang duduk di bangku SD mengalami skoliosis (kelainan pada tulang belakang), karena sering membawa tas terlalu berat.

“Selain sensor berat, nanti juga kita lengkapi dengan troli, sehingga saat bebannya berlebih, bisa ditarik agar tidak membebani tulang belakang,” terangnya.

Ada juga yang membuat aplikasi smart precision farming berbasis internet of Things & Flutter, Sitanam, yang dibangun oleh Alvian Nur Firdaus. Aplikasi ini membantu para petani untuk melakukan pertanian presisi dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

“Cukup satu aplikasi, tapi banyak fungsi. Ini bisa mengetahui banyaknya air hingga menentukan jenis dan kebutuhan pupuk. Sehingga petani bisa memberikan treatment yang betul-betul sesuai dengan kebutuhan tanaman,” ujar Alvian.

Ada pula peserta yang jeli melihat peluang usaha baru yakni budidaya kelapa varietas Genjah Entok, yang dikembangkan Afan Kodir.

Begitu pun yang dilakukan Arum, pembuat kue kering glutten free. Dia terinspirasi bagaimana membuat camilan, tapi sehat dan memanfaatkan pangan lokal. Ia lalu bereksperimen membuat kue berbahan tepung singkong.

“Insya Allah ini kue “sehat”. Pesanan banyak dari luar kota, bahkan luar pulau,” ujar Arum dengan brand “Lumbung Cookies”. (ars/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Wabup Lamongan Lepas 38 Anggota Pramuka ke Jambore Nasional 2026

LAMONGAN – Wakil Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Wakamabicab) Gerakan Pramuka Lamongan sekaligus Wakil Bupati ...
EKSEKUTIF

Mas Ipin Turun ke Pesisir Munjungan, Tegaskan Pemkab Trenggalek Hadir dan Serap Aspirasi Warga

TRENGGALEK – Bupati Trenggalek M. Nur Arifin menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk tetap hadir di tengah ...
LEGISLATIF

Kanang Serahkan Tiga Unit Combine Harvester untuk Poktan di Ngawi

NGAWI – Kabupaten Ngawi dikenal sebagai salah satu daerah lumbung padi nasional. Di tingkat Jawa Timur, Ngawi juga ...
UMKM

Polikultur Rumput Laut dan Bandeng di Pangkahkulon Gresik Dilirik DPRD, Kades Sebut Air Tambak Jernih seperti Akuarium

GRESIK — Inovasi budidaya rumput laut yang dipadukan dengan ikan bandeng dan udang (polikultur) di Desa ...
SEMENTARA ITU...

Eri Cahyadi Ingatkan Mahasiswa Baru ITS: Jangan Hanya Andalkan AI, Perkuat Karakter dan Integritas

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengingatkan mahasiswa baru ITS agar tidak hanya mengandalkan AI, tetapi memperkuat ...
SEMENTARA ITU...

Andreas Buka Peluang UMKM Eks Dolly Tembus Pasar Ekspor, Risma Tekankan Pasar Lokal Harus Kuat

Anggota DPR RI Andreas Eddy Susetyo membuka peluang UMKM eks Dolly menembus pasar ekspor, sementara Risma ...