oleh

Berawal dari Keprihatinan, Pemuda Papungan Sulap Sungai Kotor jadi Wisata Edukasi

BLITAR – Prihatin melihat kondisi sungai yang kotor dan dipenuhi sampah, kelompok pemuda Desa Papungan, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar berhasil menyulap sebuah sungai menjadi tempat wisata alam yang edukatif dan asri. 

Obyek Wisata tersebut dipelopori seorang pegiat lingkungan Doni Widodo yang juga merupakan simpatisan PDI Perjuangan.

Doni menceritakan, konsep wisata alam Lumban Kali muncul dari rasa kegelisahan yang dialaminya saat melihat kondisi sungai di desanya terlihat kotor dan tidak terawat. 

Baca juga: Di Blitar, Erma Reses Sambil Hijaukan Bantaran Sungai

Padahal, lokasi sungai yang letaknya tidak jauh dari jalan tersebut jika dikelola dengan baik dan benar akan memiliki potensi yang sangat luar biasa jika dijadikan sebuah obyek wisata alam berkonsep edukasi.

“Kurang lebih 2 bulan lalu, saya bersama dengan pemuda desa tergabung dalam relawan kampung Moedjair bergotong royong bersama membersihkan sekitar sungai dan mulai menata sedikit demi sedikit,” beber Doni, Selasa (9/3/2021).

Menurutnya, sungai yang tepatnya terletak di sebelah timur perempatan tong Desa Papungan itu sangat cocok bila digunakan untuk bersantai sembari minum kopi dan sebagainya. 

“Ya, lokasinya sangat nyaman dan cocok untuk mencari inspirasi atau hanya sekedar merenung di tepian sungai,” tuturnya.

Selain dijadikan objek wisata alam, Doni menjelaskan bahwa dengan adanya Lumban Kali tersebut juga dimaksudkan untuk mengedukasi warga masyarakat sekitar agar memulai gaya hidup sehat dengan tidak membuang sampah secara sembarangan. 

Oleh karenanya, seluruh elemen masyarakat dilibatkan untuk membangun wisata alam Lumban Kali tersebut. “Kanan kiri sungai kami tanami bunga, walaupun dengan jumlah seadanya. Itu dilakukan untuk menambah kesan asri pada sungai,” ujar dia.

Bunga-bunga itu, dari hasil sumbangan sukarela yang diberikan masyarakat sekitar terutama kaum ibu-ibu. Sementara, nama Lumban Kali sendiri adalah hasil musyawarah bersama yang dilakukannya bersama para pemuda desa. 

“Ada yang mengusulkan lumban, koceh, ciblon dan sebagainya. Dan akhirnya kami putuskan menggunakan nama Lumban Kali karena itu adalah kata yang tidak asing di pedesaan pada saat masa kecil dulu,” sambung Doni.

Dia berharap, dengan keberadaan wisata alam Lumban Kali itu dapat menjadi ajang edukasi bagi anak-anak agar lebih mengenal dengan lingkungan sekitar dan membiasakan diri menjaga serta merawat kebersihan alam. 

“Berdasarkan kesepakatan bersama untuk tiket masuk ke dalam obyek wisata kita bebaskan biayanya alias gratis. Hal itu dilakukan untuk menarik minat pengunjung agar mau berkunjung ke area wisata tersebut,” jelasnya

Kedepannya, imbuh Doni, wisata alam Lumban Kali ini akan segera didirikan warung-warung sederhana yang nantinya akan ditempatkan di bantaran sungai.

Hal itu dimaksudkan agar para wisatawan yang datang menjadi betah saat menikmati pemandangan sungai dengan keindahan alamnya. 

“Selain menjadi pusat wisata alam juga dapat mengangkat perekonomian dari masyarakat setempat,” pungkasnya. 

Tempat wisata Lumban Kali ini sendiri menarik perhatian anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur Erma Susanti. Saat menggelar reses di Desa Papungan Minggu (7/3/2021) lalu, acaranya diselingi aksi penghijauan di Lumban Kali.

Penghijauan dilakukan secara simbolis dengan menanam pohon jenis akasia di bantaran sungai Wisata Lumban Kali, seusai menggelar reses bersama dengan masyarakat setempat. (arif)