Kamis
04 Juni 2026 | 4 : 03

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Baktiono Minta Pembangunan Jembatan Joyoboyo Dikebut

pdip-jatim-jembatan-joyoboyo-desain-1

SURABAYA – Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya Baktiono minta proyek Jembatan Joyoboyo dikebut pengerjaannya. Sebab, Komisi C menilai pekerjaan proyek yang ditargetkan selesai Desember 2020 itu, sampai kemarin masih berjalan sekitar 30 persen.

“Kami rekomendasikan agar proyek tersebut dikebut pengerjaannya. Kalau perlu dikerjakankan 24 jam. Karena pekerjaan proyek tersebut saya rasa tidak ada imbasnya terhadap lingkungan maupun dampak pada lalulintas yang ditimbulkan,” kata Baktiono, Kamis (6/8/2020).

Kemarin, komisi bidang pembangunan ini meninjau langsung pelaksanaan pekerjaan proyek Jembatan Joyoboyo. Pasalnya, secara fisik serapan yang dilaporkan pelaksana proyek realisasinya mencapai 53,38 persen.

Laporan realisasi itu, menurut Baktiono, tidak sama dengan fakta fisik di lapangan setelah Komisi C melakukan meninjauan langsung proyek tersebut.

“Dalam laporan realisasi yang disampaikan telah mencapai 53,83 persen. Namun ketika kita tinjau langsung baru terealisasi fisik sekitar 30 persen saja,” ungkapnya.

Oleh karena itu, pihaknya minta agar Dinas PU tidak memberikan adendum. Dikhawatirkan, terang Baktiono, proyek ini akan dikerjakan asal-asalan oleh pelaksana proyek, sebab bisa dilanjutkan pada periode tahun berikutnya.

Wakil rakyat yang juga Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya ini menyebutkan, jika proyek senilai Rp 39 miliar lebih itu dilakukan sesuai target atau lebih cepat tuntas, manfaatnya bisa segera dirasakan masyarakat dan Pemkot juga diapreasiasi baik.

“Jika cepat selesai, kan bisa segera dimanfaatkan untuk masyarakat. Pemkot juga dinilai bagus oleh masyarakat,” ujar dia.

Baktiono menambahkan, detail design engineering yang ada sama sekali tidak menampilkan Suroboyo-nya. Padahal saat hearing di Komisi C yang melibatkan Dewan Kesenian Suroboyo (DKS), diusulkan agar pembangunan Jembatan Joyoboyo perlu menonjolkan kekhasan Suroboyo-nya.

“Seperti Bung Karno membangun Tugu Pahlawan dan Monas, desain yang ditampilkan menonjokan ciri khasnya. Kalau ke Tugu Pahawan yang pasti adanya di Surabaya, begitu juga dengan Monas. Masyarakat sudah paham itu,” urai dia.

“Jadi punya ciri khas, kalau jembatan itu adanya hanya di Surabaya, bukan di daerah lain,” pungkasnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Konflik Galian C di Magetan, DPRD Hentikan Sementara Operasional Tambang demi Redam Gejolak Warga

MAGETAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Magetan mengambil langkah taktis dengan menghentikan ...
EKSEKUTIF

Wabup Kediri Minta Masyarakat Ikut Kawal SPMB 2026, Laporkan Jika Ada Dugaan Pelanggaran

Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa mengajak masyarakat ikut mengawal pelaksanaan SPMB 2026. Pemkab Kediri ...
LEGISLATIF

Anas Karno Ajak Aparatur Kelurahan dan Kecamatan Jaga Profesionalisme Pelayanan

Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya Anas Karno mengajak aparatur kelurahan dan kecamatan menjaga profesionalisme ...
KABAR CABANG

Bulan Bung Karno 2026, DPC Nganjuk Gelar Doa Bersama dan Ziarah Makam Tokoh Partai

NGANJUK – Menyambut bulan Juni yang diperingati sebagai Bulan Bung Karno, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI ...
LEGISLATIF

Widarto: Jika Diperlukan, Perlindungan BPJS bagi ABK Nelayan Bisa Dibiayai Pemerintah

Wakil Ketua DPRD Jember Widarto menilai perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi ABK nelayan penting karena tingginya ...
KRONIK

DPD PDI Perjuangan Jatim akan Tutup Musancab dengan Tanam Ribuan Pohon di Lumajang

SURABAYA – DPD PDI Perjuangan Jawa Timur akan mengisi rangkaian peringatan “Bulan Bung Karno” dengan aksi penanaman ...