Minggu
19 Juli 2026 | 11 : 08

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Badiklat Jatim Gelar Pendidikan Kader Madya, Djarot Sampaikan Materi Menuju Partai Pelopor

pdip-jatim-badiklat-082121-kaderisasi-madya-a1

BATU – DPD PDI Perjuangan Jawa Timur melalui Badan Pendidikan dan Pelatihan (Badiklat) menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan kader tingkat madya. Acara dilaksanakan di sekolah Partai, Wisma Perjuangan, Desa Oro-oro Ombo Kota Batu, Rabu sampai Minggu (8-12/12/2021).  

Diklat madya dibuka Wakil Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi DPD PDI Perjuangan Jawa Timur sekaligus Kepala Badiklatda, Dr Ir Daniel Rohi. Acara diikuti 84 peserta dari berbagai unsur maupun jenjang struktural partai.

Juga pengurus PAC peserta kaderisasi pratama beberapa waktu lalu yang mendapatkan “tiket emas” untuk menempuh kaderisasi madya karena dinilai berprestasi dalam diklat tingkat pratama.  

Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi DPP PDI Perjuangan, Djarot Saiful Hidayat, berkesempatan menyajikan materi pengajaran pada acara tersebut. Melalui saluran daring, ia menyampaikan materi: PDI Perjuangan Menuju Partai Pelopor.

Djarot yang juga anggota DPR RI itu menjelaskan, ada syarat mutlak untuk menjadi partai pelopor.

“Kalau kita menjadi partai pelopor, ideologinya harus mantap, soft skill-nya, jiwanya harus kuat. Karena ini sebagai landasan,” katanya.

Maka dari itu, lanjut dia, sebagai partai ideologis, PDI Perjuangan harus tetap fokus mendapatkan dukungan rakyat. Ia membeberkan dimana pernah ada partai di Indonesia yang berisikan orang-orang pintar tetapi hanya memiliki sedikit dukungan dari rakyat.

“Partai ideologis yang juga fokusnya untuk mendapatkan dukungan rakyat, artinya harus juga menjadi partai elektoral. Jangan partai ideologis luar biasa tetapi tidak ngurusin elektoral, dukungan rakyat. Ya ditinggal, nggak bisa kita,” katanya.

PDI Perjuangan sebagai partai pelopor, ungkap Djarot, maka arah pembangunan dan kebijakan politik ideologi partai harus benar-benar untuk mewujudkan cita-cita dan pemikiran Bung Karno.

Dia mengingatkan, Bung Karno selalu menyampaikan bahwa kemerdekaan hanyalah jembatan emas.

“Dan di seberang jembatan emas itulah, kita akan bangun satu masyarakat yang kita impikan, yang kita inginkan. Yaitu satu masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera. Jadi itu arahnya, jembatan emas ini harusnya sebagai sarana PDI Perjuangan untuk menuju tujuan itu,” terang mantan Gubernur DKI ini. (sani/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

DPRD Jember Minta Pemkab Kedepankan Pembinaan Pelaku Usaha Mikro Ketimbang Sanksi

Anggota DPRD Jember Suharto meminta Pemkab Jember mengedepankan pembinaan kepada pelaku usaha mikro dibanding ...
LEGISLATIF

Erma Susanti Dorong Hilirisasi Kopi, Petani Harus Nikmati Nilai Tambah Ekonomi

Anggota Komisi B DPRD Jatim Erma Susanti mendorong hilirisasi kopi di Blitar. Petani dan generasi muda diminta ...
EKSEKUTIF

Bupati Malang: Koperasi Harus Jadi Motor Penggerak Ekonomi Rakyat

MALANG – Bupati Malang HM Sanusi menegaskan penguatan koperasi harus menjadi agenda bersama untuk memperkokoh ...
KABAR CABANG

Menumbuhkan Spirit Gotong Royong Melalui Turnamen Voli Piala Kades Sumbersuko, Lumajang

LUMAJANG – Lapangan Voli Brajamusti di Desa Sumbersuko, Lumajang, menjadi saksi riuh rendahnya ratusan warga yang ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Tegaskan Car Free Day Surabaya Harus Bebas Pungli

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan kawasan Car Free Day harus bebas dari pungutan liar. Pemkot menggandeng ...
KRONIK

Rano Karno: Si Doel, Kudatuli, dan Utang Demokrasi yang Tak Boleh Dilupakan

Dalam peringatan 30 tahun Kudatuli, Rano Karno menyebut perjalanan politiknya tak lepas dari perjuangan para korban ...