Selasa
03 November 2026 | 1 : 57

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Apel Gelar Pasukan Bencana, Ini Yang Disampaikan Bupati Sugiri

PDIP-Jatim-Bupati-Sugiri-Apel-25102022

PONOROGO – Forkopimda Ponorogo melaksanakan Apel Gelar Pasukan Kewaspadaan dan Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi tahun 2022 di Aloon-Aloon Ponorogo, Senin (24/10/2022).

Hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya, Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, Kapolres Ponorogo, AKBP Catur C. Wibowo, Kasdim 0802/Ponorogo, Mayor Inf Misirin, dan segenap jajaran Forkopimda.
 
Dalam rangkaian apel gelar tersebut juga dilaksanakan penyerahan sarana perlengkapan penanganan bencana oleh Forkopimda Ponorogo kepada masing masing perwakilan dari TNI, Polri, dan BPBD.

Bupati Sugiri mengatakan, wilayah Kabupaten Ponorogo telah memasuki awal musim penghujan, sehingga berpotensi terjadinya cuaca ekstrim.

“Kondisi ini perlu segera disikapi, terutama untuk wilayah yang memiliki tingkat resiko tinggi terhadap bencana,” ujarnya.

Lebih lanjut, melalui BPBD, jajaran TNI/POLRI, perangkat daerah lain, dan segenap relawan kebencanaan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo secara bersama-sama perlu mengambil langkah-langkah konkret, yang diawali dengan pelaksanaan Apel Pasukan Kewaspadaan dan Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Hidrometorologi.

“Apel Kewaspadaan dan Kesiapsiagaan ini dilaksanakan guna mengevaluasi kekuatan personil dan peralatan dalam rangka menghadapi bencana banjir, bencana tanah longsor, dan bencana alam lainnya. Setiap informasi kejadian kebencanaan yang masuk segera dikaji dan ditindaklanjuti guna mengurangi tingkat resiko yang mungkin terjadi,” tuturnya.

Di akhir sambutannya, Kang Giri menyampaikan apresiasinya atas dedikasi, kerja keras, dan kerja sama yang baik antara Pemkab Ponorogo melalui institusi terkait serta segenap relawan kebencanaan di Kabupaten Ponorogo, sehingga penanganan kejadian-kejadian bencana dapat diatasi dengan baik.

“Terima kasih kepada semua pihak yang sudah berperan aktif dalam penanganan bencana di wilayah Kabupaten Ponorogo, tentunya Penanggulangan bencana adalah urusan bersama sesuai dengan konsep pentahelix, yaitu pemerintah, dunia usaha, masyarakat (komunitas kebencanaan), media masa, dan akademisi,” pungkas politisi PDI Perjuangan itu. (jrs/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

PDI Perjuangan Kota Madiun dan Komunitas Big Bantaran Kali Matangkan Rencana Aksi Merawat Pertiwi

MADIUN – Usulan warga untuk menanam pohon mangga di sepanjang bantaran Kali Madiun menjadi bagian dari aksi Merawat ...
LEGISLATIF

Sri Untari Ajak Emak-emak Malang Pilah Sampah dari Rumah, Limbah Bisa Jadi Sumber Cuan

MALANG – Kesadaran memilah sampah dari rumah mulai tumbuh di kalangan warga Kota Malang setelah mengikuti ...
KRONIK

Warga Tanpa Identitas Luput dari Bansos, Widarto Sebut Kemiskinan Bukan Sekadar Angka Statistik

JEMBER – Penurunan jumlah penduduk miskin di Kabupaten Jember sekitar 15 ribu orang dalam setahun terakhir belum ...
EKSEKUTIF

Inovasi Sosialisasi Regulasi, Pemkab Ngawi Gelar Lomba Cerdas Cermat Tata Ruang Libatkan Warga

NGAWI – Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) menggelar Festival Tata ...
KRONIK

Aris Sulawan Bersama Warga Walikukun Gotong Royong Bangun Sejumlah Bak Sampah

NGAWI – Keterbatasan fasilitas pembuangan sampah masih menjadi persoalan kebersihan lingkungan di sejumlah wilayah ...
EKSEKUTIF

BKK Desa di Ngawi dari P-APBD 2026 Kisaran Rp 100 – 200 Juta

NGAWI – Sebanyak 122 desa di Kabupaten Ngawi mendapatkan alokasi Bantuan Keuangan Khusus (BKK) desa pada perubahan ...