Rabu
15 Juli 2026 | 11 : 31

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Antisipasi Wabah PMK, Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Hewan Ternak

pdip-jatim-250106-wabah-pmk-1

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengantisipasi wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang telah terjadi di 30 kabupaten di Provinsi Jawa Timur.

Sebagai bentuk pencegahan wabah tersebut Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya telah melakukan pengawasan dan pemeriksaan kesehatan hewan ternak yang ada di Kota Pahlawan maupun memeriksa surat keterangan sehat hewan (SKKH) pada hewan ternak yang masuk Kota Surabaya.

“Jadi dinas pertanian sudah memeriksa semua peternak di Surabaya yang memiliki sapi, kemudian yang masuk ke Kota Surabaya harus ada surat izinnya dari daerah asalnya,” kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Senin (6/1/2025).

Pemeriksaan terhadap ternak maupun pemeriksaan dokumen tersebut dilaksanakan sebagai bentuk pencegahan agar wabah PMK tidak masuk Kota Surabaya.

“Hal ini dilakukan untuk memastikan hewan ternak yang masuk bukan berasal dari wilayah yang terjangkit wabah PMK,” sebutnya.

Selain itu Pemkot Surabaya melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) melaksanakan sosialisasi sekaligus pemeriksaan kesehatan terhadap para peternak di Kota Pahlawan.

“Kita terus sosialisasikan kepada para peternak sekaligus melakukan pengecekan kesehatan,” kata Eri.

Eri mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ditemui kasus PMK di Kota Surabaya baik di peternak maupun di Rumah Potong Hewan (RPH). Sehingga pihaknya akan terus melakukan pengawasan agar wabah PMK tidak masuk dan menjangkiti ternak yang ada di Kota Surabaya.

“Alhamdulillah belum, di Rumah Potong Hewan juga belum,” ucap politisi PDI Perjuangan itu.

Terkait stok atau ketersediaan daging sapi di Kota Surabaya, Eri juga menyampaikan bahwa hingga saat ini pasokan dan kebutuhan daging di Kota Surabaya masih terpantau aman.

Sementara itu terkait vaksinasi, pihak Pemkot Surabaya masih berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, terutama soal ketersediaan vaksin.

“Kita masih melakukan koordinasi terkait dengan vaksinnya karena ketersediaan vaksin bukan dari kita (Pemkot),” pungkasnya. (gio/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

DPRD Trenggalek Minta Peningkatan PAD Tak Membebani Rakyat

DPRD Kabupaten Trenggalek meminta pemerintah daerah meningkatkan PAD secara kreatif tanpa membebani masyarakat, ...
EKSEKUTIF

Harga Telur dan Daging Ayam di Ngawi Merangkak Naik, Pemkab Gelar Pasar Murah

NGAWI – Pemerintah Kabupaten Ngawi menggelar Gerakan Pangan Murah sebagai langkah menjaga stabilitas harga ...
KABAR CABANG

DPC Magetan Mulai Musran dan Musanran, Diana Sasa: Panaskan Mesin Partai, Perkuat Pengabdian Untuk Rakyat

MAGETAN – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Magetan resmi memulai pelaksanaan Musyawarah Ranting ...
KABAR CABANG

DPRD Jember Kaji Obligasi Daerah untuk Perkuat Fiskal di Tengah Berkurangnya Transfer Pusat

DPRD Jember mulai mengkaji penerapan obligasi daerah atau municipal bond sebagai alternatif pembiayaan pembangunan ...
KRONIK

Perkuat Sinergitas Antarlembaga, Komisi I DPRD Banyuwangi Kunker ke Lapas

BANYUWANGI – Komisi I DPRD Banyuwangi melakukan kunjungan kerja ke Lembaga Pemasyarakatan kelas II A Banyuwangi ...
KRONIK

Gen Z dan Karang Taruna Motor Ekonomi Kreatif Kampung, Anas: Beri Kesempatan Seluas-luasnya

SURABAYA – Generasi muda dinilai memiliki peran krusial dalam memperkuat pembangunan berbasis masyarakat. Karang ...