Rabu
02 September 2026 | 1 : 01

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Anak-anak Muda di Ngawi Bertani Gambas, Hasilkan 2 Ton Tiap 3 Hari

IMG-20251203-WA0012_copy_467x328

NGAWI – Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko meninjau aktivitas komunitas petani sayur gambas di Desa Katikan, Kecamatan Kedunggalar, Senin (1/12/2025). Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung perkembangan sektor pertanian yang semakin beragam di Kabupaten Ngawi.

Komunitas yang dinamai Buto Gambas Ngawi ini dibentuk oleh para pemuda desa yang ingin tetap produktif dan memperoleh penghasilan dari usaha pertanian. Sayur gambas atau oyong selama ini jarang menjadi pilihan petani, padahal peluang pasarnya dinilai masih sangat terbuka.

Dalam kunjungannya, Wabup Antok turun langsung ke pematang sawah tempat para petani menanam gambas. Ia juga berdiskusi dengan para petani muda mengenai kendala budidaya dan potensi pasar komoditas tersebut.

Para petani menyampaikan persoalan serangan virus yang menyebabkan daun keriting sehingga hasil panen tidak maksimal. Hingga kini, mereka belum menemukan solusi yang efektif.

“Dinas Pertanian Ngawi agar membantu mencari solusi terkait masalah hama yang dihadapi para petani gambas,” ujar Wabup Antok dalam video yang diunggah melalui akun pribadinya.

Salah satu petani muda, Mi’roju Suud, mengatakan bahwa dirinya dan sejumlah pemuda di Desa Katikan telah menekuni budidaya gambas selama beberapa tahun terakhir. Dari kegigihan para petani muda itu, lahirlah komunitas Buto Gambas Ngawi yang kini beranggotakan sekitar 40 orang dari berbagai desa.

“Sayur gambas masih memiliki peluang pasar yang luas,” kata Suud saat ditemui di kediamannya, Rabu (3/12/2025).

Menurutnya, gambas memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan. Harga rata-rata mencapai Rp3.000 per kilogram, dan tanaman ini cepat dipanen. Dalam 40 hari setelah tanam, petani sudah dapat memulai panen yang berlangsung setiap dua hingga tiga hari selama sekitar dua bulan.

Setiap anggota komunitas rata-rata menanam 1.500 hingga 2.500 batang. Jumlah tersebut bisa menghasilkan 4–5 kwintal sekali panen. “Dalam 2–3 hari, petani di Desa Katikan saja bisa menghasilkan sekitar 2 ton gambas,” ujarnya.

Hasil panen gambas dari Ngawi sebagian besar dikirim ke Pasar Induk Jakarta, sementara penyerapan pasar lokal masih terbatas. Kendala utama yang mereka hadapi adalah serangan hama dan penyakit keriting daun.

Di samping permintaan penanganan hama secara khusus, Suud dan rekan-rekan petani juga mengharapkan dukungan peralatan pertanian.

“Kami berharap adanya bantuan mesin pengolah tanah untuk mempercepat proses pasca panen dan masa tanam berikutnya,” pungkasnya.

Kunjungan Wakil Bupati ini diharapkan dapat menjadi pintu masuk bagi perhatian dan intervensi lebih lanjut dari dinas terkait, guna mengoptimalkan potensi ekonomi komoditas gambas dan mendukung kemandirian petani muda di Ngawi.(amd/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Antisipasi Karhutla saat Kemarau, Bupati Fauzi Terbitkan SE Larangan Bakar Lahan

SUMENEP – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kekeringan 2026 menjadi perhatian serius ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP Minta Proyeksi Pembiayaan Pilgub Jatim dan Dasar Dana Cadangan Rp600 M Diperjelas

SURABAYA – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur meminta Pemprov Jatim memperjelas proyeksi keseluruhan kebutuhan ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP DPRD Kabupaten Malang: Perubahan APBD Jangan Sekadar Geser Angka, Harus Berdampak ke Rakyat

MALANG — Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Malang mengingatkan Pemerintah Kabupaten Malang agar Perubahan APBD ...
HEADLINE

Dua Ambulans DPC Sidoarjo Bantu Evakuasi Ratusan Santri Keracunan Makanan 

SIDOARJO – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sidoarjo menerjunkan dua tim ambulans dalam peristiwa keracunan massal ...
LEGISLATIF

P-APBD 2026 Disahkan, Ketua DPRD Ngawi Ingatkan 5 Program Prioritas RKPD

NGAWI – Ketua DPRD Kabupaten Ngawi Yuwono Kartiko (King) mengingatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi agar ...
KRONIK

Bupati Fauzi Minta KONI Sumenep Perkuat Pembinaan Atlet Muda

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan pentingnya pembinaan atlet sejak usia dini untuk ...