JEMBER – Indi Naidha, politisi Banteng perempuan mengajak purna pekerja migran melek digital. Pasalnya, di era teknologi digital seperti saat ini, kemudahan transaksi dan komunikasi harus diutamakan.
“Saya mengajak para purna pekerja migran yang memiliki usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dengan produknya, memulai bisnis digital seiring dengan perkembangan zaman dan kemajuan teknologi informasi,” kata Indi kepada para peserta workshop Migran Care, di Jember, Sabtu (17/5/2025).
Menurut politisi yang juga pengusaha batik ini, selain bisnis digital memudahkan transaksi dan komunikasi, dampak positif lainnya memberikan fleksibilitas bagi pelanggan.
Dan otomatis pemilik bisnis, karena dengan menggunakan internet, bisa memperluas jangkauan konsumen.

“Ada banyak cara mengelola bisnis di era digital dengan biaya promosi yang sedikit. Kuncinya adalah mengikuti perkembangan zaman dan memahami penggunaan media sosial dengan baik,” ujar perempuan kelahiran Banyuwangi ini.
Masih kata anggota DPRD Kabupaten Jember tersebut, para purna pekerja migran dapat mempelajari berbagai platform digital. Seperti media sosial, e-commerce, atau laman e-commerce.
Kemudian juga bisa memanfaatkan media sosial dengan membuat konten kreatif, serta berinovasi bisnis dengan tren kekinian sehingga produk yang dijual memiliki ciri khas unik.
Untuk menuju itu semua, Indi siap memberikan pendampingan langsung kepada UMKM purna pekerja migran yang memiliki usaha batik ecoprint dengan batik khas Jember untuk dipromosikan dan dibawa ke pameran berskala nasional. (art/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










