Minggu
01 November 2026 | 9 : 02

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Agustin: Nilai-nilai Luhur Pancasila Bisa Jadi Dasar Atasi Masalah di Masyarakat

pdip-jatim-221009-wasbang-titin-1

SURABAYA – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur Agustin Poliana mengatakan, nilai-nilai yang terkandung dalam ideologi negara Pancasila, bisa menjadi landasan dalam mengatasi permasalahan di masyarakat.

Termasuk di dalamnya untuk mengatasi masalah terkait dengan PMKS atau penyandang masalah kesejahteraan sosial yang cukup banyak di masyarakat perkotaan.

Menurut Agustin, Pancasila merupakan dasar negara Indonesia sekaligus pedoman dengan nilai-nilai luhur yang bisa diterapkan dalam kehidupan berbangsa.

Dia mendorong semua elemen anak bangsa, khususnya pemerintah, mewujudkan implementasi nilai-nilai Pancasila. (Baca juga: Sampaikan Duka Cita Mendalam, Agustin Ajak Warga Krembangan Doakan Korban Tragedi Kanjuruhan)

Khususnya sila ke-5 Pancasila dalam upaya penyelenggaraan usaha kesejahteraan sosial. Seperti rehabilitasi sosial, jaminan sosial, pemberdayaan sosial, dan perlindungan sosial.

Hal itu dia sampaikan saat menggelar Sosialisasi Wawasan Kebangsaan di Mercure Grand Mirama Hotel, Surabaya, Sabtu (8/10/2022).

Acara bertajuk ‘Pengamalan Pancasila untuk Memperkuat Kehidupan Bermasyarakat dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS)’ itu diikuti ratusan ibu-ibu rumah tangga warga Kelurahan Morokrembangan, Kecamatan Krembangan, Kota Surabaya.

Dalam arahannya, legislator yang akrab disapa Mbak Titin itu menjelaskan, acara tersebut digelar untuk membantu mengatasi permasalahan kesejahteraan sosial di Morokrembangan melalui pengamalan nilai Pancasila pada setiap sendi kehidupan.

Menurutnya, sosialisasi wawasan kebangsaan kali ini untuk semakin menancapkan nilai luhur Pancasila pada diri masing-masing warga.

“Nilai-nilai luhur Pancasila akan mampu membantu kita untuk mengentaskan diri dari permasalahan sosial yang ada di sekitar,” jelas Agustin.

Mantan anggota DPRD Kota Surabaya 4 periode tersebut juga mengingatkan para ibu-ibu agar juga mendidik anak-anak mereka dengan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman kehidupan sehari-hari.

“Di tangan Anda semua generasi muda kita dibentuk, di tangan Anda akan ada penentu masa depan bangsa,” ujarnya.

“Berikan mereka kasih sayang dan pendidikan yang berbudi Pancasila. Bersama kita ciptakan generasi bangsa yang unggul,” ajak dia.

Arahan dari legislator Banteng ini pun mendapat apresiasi peserta. Salah satunya diungkapkan Yaning, seorang ibu rumah tangga.

Dia mengaku bersyukur karena wakil rakyat masih memperhatikan dan peduli dengan pendidikan generasi muda dan masalah sosial lainnya di masyarakat.

“Terima kasih Mbak Titin, sejak awal telah setia mendampingi kami. Khususnya bagi saya pribadi, berbagai arahan Mbak Titin akan saya sampaikan untuk anak-anak saya,” ucap Yaning. (yols/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Desil Bansos Tak Sesuai Kondisi Ekonomi, Yuzar Rasyid Minta Warga Ajukan Sanggahan

KEDIRI – Anggota DPRD Kota Kediri Yuzar Rasyid mendorong warga yang mendapati angka desil bantuan sosial tidak ...
HEADLINE

Pimpin Kembali PA GMNI Jatim, Deni Wicaksono Andalkan Digital Sebarkan Gagasan Bung Karno

SURABAYA – Ketua DPD Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Jawa Timur, Deni Wicaksono, ...
LEGISLATIF

Guntur Dorong Paguyuban MC Blitar Samakan Standar Profesionalisme

BLITAR – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Guntur Wahono, mendorong paguyuban pembawa acara atau ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Ingatkan Pendataan Digital Bansos Harus Sesuai Kondisi Riil, Bukan Like and Dislike

KEDIRI – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengingatkan proses pendataan kependudukan secara digital untuk ...
HEADLINE

Deni Wicaksono Dorong Kader GMNI Isi Ruang Strategis di Lembaga Negara

SURABAYA – Ketua DPD Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Jawa Timur, Deni Wicaksono, ...
LEGISLATIF

Salah Tafsir Kuota Perempuan BPD, Komisi A DPRD Jember Minta Pengisian Dievaluasi

JEMBER – Komisi A DPRD Jember menemukan dugaan salah tafsir penerapan kuota minimal 30 persen keterwakilan ...