Selasa
01 September 2026 | 6 : 11

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Ony Setiawan Dorong Pengaktifan Kembali Dewan Kebudayaan Bojonegoro

pdip-jatim-ony-setiawan-030621

BOJONEGORO – Wakil Ketua Bidang Kebudayaan DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Ony Setiawan, mendorong Pemerintah Kabupaten Bojonegoro untuk mengaktifkan kembali Dewan Kebudayaan.

Dorongan didasari potensi kesenian dan kebudayaan yang ada di Bojonegoro.

“Kami mendorong pemkab untuk mengktifkan kembali Dewan Kebudayaan di Bojonegoro. Agar para pegiat budaya maupun seniman terfasilitasi,” kata Ony, Sabtu (2/9/2023).

Bentuk fasilitasi dari pemkab melalui Dewan Kebudayaan, lanjut dia, semisal menyediakan galeri atau ruang pamer karya para seniman atau budayawan Bojonegoro.

Upaya dilakukan Ony seiring masukan maupun fakta-fakta ia dapatkan dari hasil berinteraksi dengan kalangan seniman dan budayawan setempat.

Ruang pamer karya seni tak sekadar menjadi media penghubung transaksi kolektor dengan sang pemproduksi.

Lebih dari itu, seperti disampaikan Ony, sebagai media penyambung keberlangsungan kesenian dan kebudayaan lokal dari generasi lalu, sekarang, dan mendatang.

“Publikasi karya-karya seniman Bojonegoro melalui galeri seni misalnya, tujuannya untuk kemajuan kebudayaan di Bojonegoro juga,” kata Ony.

Imam Mahdi. Foto:dian/pdiperjuangan-jatim.com

Bukan Soal Uang
Rumah Imam Mahdi di Jl Dr Suharso Gang Namlo Nomor 53 Bojonegoro bak galeri seni. Berbagai karya seni seperti lukisan, patung kayu, wayang kulit dan berbagai benda ukiran memenuhi dinding dan sudut-sudut ruangan.

Benda-benda bernilai seni itu, sebagian besar adalah karya Imam Mahdi yang dibuat dari waktu ke waktu. Bahkan pada usianya yang ke 60 tahun, Imam Mahdi masih terus berkegiatan seperti saat di temui pdiperjuangan-jatim.com di rumahnya.

“Dalam berkarya saya tak memikirkan materi. Sejak dari dulu. Yang menjadi pikiran saya,  sampai sekarang saya masih belajar dan terus belajar pada seni,” kata Imam Mahdi.

Konsistensi Imam Mahdi berkesenian didasari kecintaannya pada kebudayaan nusantara. Melalui karyanya, ia berharap generasi sekarang dan mendatang mengenal akar sejarah budayanya.

“Seni tidak bisa diukur uang. Yang penting kita terus berkarya, untuk generasi sekarang. Bahwa kalau di nilai bagus, ya bagus,” ujarnya. (dian/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

PAK APBD 2026 Naik Rp149,62 M, DPRD Kota Malang Minta Anggaran Dikembalikan ke Rakyat

MALANG — Proyeksi kenaikan belanja daerah Kota Malang sebesar 6,03 persen atau Rp149,62 miliar dalam Perubahan APBD ...
LEGISLATIF

Komisi C DPRD Jatim Suntik Rp4,6 Miliar ke 23 OPD, Fuad: Untuk Optimalkan PAD

SURABAYA — Komisi C DPRD Jawa Timur merekomendasikan tambahan anggaran Rp4,6 miliar untuk 23 organisasi perangkat ...
KRONIK

PBNU Punya Pemimpin Baru, Gus Falah Dorong NU Semakin Solid dan Berdaya bagi Umat

JAKARTA — Kepemimpinan baru Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) diharapkan tidak hanya mampu menjaga ...
LEGISLATIF

Terima 9.205 Aduan Warga, Puan: Kritik Jangan Jadi Jarak antara Rakyat dan DPR

JAKARTA — Sebanyak 9.205 pengaduan masyarakat diterima DPR RI sepanjang 15 Agustus 2025 hingga 13 Agustus 2026. ...
EKSEKUTIF

Eri Ultimatum Pengelola Parkir: Masih Terima Tunai, Jukir hingga Pejabat Dishub Diganti

SURABAYA — Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memberikan ultimatum keras terhadap pengelolaan parkir di Kota Pahlawan. ...
KRONIK

DPRD Jember Khawatir Artefak Sejarah Hilang, Minta Data Cagar Budaya Diperbarui

JEMBER – DPRD Jember mengkhawatirkan benda dan situs bersejarah di daerah itu hilang sebelum sempat dilindungi ...