Senin
27 Juli 2026 | 1 : 43

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Popularitas Digital Risma-Whisnu Ungguli Pesaingnya

pdip-jatim-risma-whisnu-debat-pilkada
pdip-jatim-risma-whisnu-debat-pilkada
Risma-Whisnu saat debat publik, Jumat (27/11/2015) malam.

JAKARTA – Hasil monitoring digital yang dilakukan FA Policiy Maker menunjukkan bahwa sejak periode 11-25 November 2015, telah muncul 255 pemberitaan online terkait kedua pasangan peserta Pilkada Kota Surabaya.

Dari jumlah itu pasangan nomor urut 2 Tri Rismaharini dan Whisnu Sakti Buana (Risma-Whisnu) mendominasi pemberitaan 72 persen (183 pemberitaan), sementara pasangan Rasiyo-Lucy Kurniasari mendapatkan 28 persen (72 pemberitaan).

Fayakhun Andriadi, founder FA Policy Maker dalam siaran persnya di Jakarta, Jumat, mengatakan Surabaya salah satu kota dengan tingkat penggunaan media sosial yang tinggi di Indonesia. Warga kota ini sangat aktif menggunakan media sosial, seperti Facebook dan Twitter. Jadi, tak heran jika dinamika isu Pilwakot Surabaya di media sosial cukup tinggi.

Soal performa pasangan Risma-Whisnu yang sangat dominan di media sosial, Fayakhun menjelaskan bahwa ini relevan dengan logika kerja media sosial. Selama ini, Risma merupakan salah satu tokoh dengan yang lekat dengan isu-isu yang bersifat publik. Mulai dari isu penutupan pusat lokalisasi Doli, pengelola Kebun Binatang Surabaya, hingga kontroversi pembangunan tol tengah Surabaya.

Dua kasus yang sangat populer terkait figur Risma adalah soal rencana pengunduran dirinya sebagai Walikota Surabaya pada awal tahun dan penetapannya sebagai tersangka pada Oktober yang lalu. Kedua isu ini membuat Risma menjadi figur yang tidak hanya diperbincangkan oleh para netizen di tingkat lokal Surabaya, tapi netizen seluruh Indonesia.

“Lekatnya Ibu Risma dengan isu-isu kepublikan atau yang berkaitan dengan hajat hidup warga Surabaya inilah yang membuat menjadi figurnya sangat populer di ranah media sosial. Kelekatan ini sudah berlangsung sejak 2 tahun terakhir ini. Isu apapun yang melekat kepada sosok Ibu Risma, selalu menjadi ‘hot political issue’ yang menembus batas regional Surabaya. Netizen gandrung untuk mengomentarinya. Kalau dianalogikan dengan media elektronik, Ibu Risma ini ibarat presenter yang programnya memiliki rating yang tinggi,” kata Fayakhun yang juga Doktor Ilmu Politik Digital itu.

Menurut Fayakhun, dilihat dari perspektif ini, sangat logis jika dalam perhelatan Pilwakot Surabaya ini, ‘lalu lintas’ pembicaraan tentang pasangan Risma-Whisnu ini jauh lebih tinggi dari kompetitornya. Risma menjadi buah bibir para netizen Surabaya. Dominasi pasangan Risma-Whisnu terlihat jelas di media sosial Twitter.

Monitoring FA Policy Maker menunjukkan 81,9 persen pembicaraan mengacu pada figur pasangan ini, sementara pasangan Rasiyo-Lucy hanya18,1 persen. Kedua pasangan memiliki persentase yang merata dalam hal buzz pemberitaan di media sosial. Tercatat, dari 6.960 buzz pasangan Risma-Wisnu, sebanyak 53,25 persen (4.239 buzz) direspon oleh para netizen.

Tone (nada) pembicaraan seputar pasangan ini juga dominan positif. Pasangan Rasiyo-Lucy juga mencatat persentase yang tinggi, yaitu 47,03 persen dari 1.750 buzznya di respon. Sayembara berhadiah Rp. 10 juta bagi “Penangkap Pelaku Politik Uang” yang diadakan pasangan Rasiyo-Lucy menjadi salah satu topik hangat yang mendapat respon positif para netizen.

Soal persentase buzz ini, Fayakhun menjelaskan: “Angka ini memberi pesan kepada kita bahwa di media sosial, kampanye kedua pasangan sama-sama efektif. Performa keduanya boleh dibilang sama-sama baik. Presisi kampanyenya di ranah digital tepat sasaran. Angka 50 persen membuktikan hal ini”.

Namun demikian, Fayakhun menjelaskan bahwa meski dari sisi efektifitas kampanye, keduanya relatif setara. Namun segi bobot, pasangan Risma-Whisnu jauh lebih dominan. Buzz pasangan ini hampir 6 (enam) kali lebih tinggi dari pasangan Rasiyo-Lucy. Bobot yang berbeda jauh ini, jelas Fayakhun, tentu memberikan efek duplikasi dan repetisi perbincangan yang juga lebih tinggi kepada pasangan Risma-Whisnu.

Fayakhun menambahkan, ketertinggalan pasangan Rasiyo-Lucy seharusnya direspon oleh tim pemenangannya dengan menggenjot kampanye berbasis media sosial. Mereka seharusnya melipatgandakan penetrasinya di ranah yang sangat diminati pemilih pemula dan generasi muda ini. Karena hingga saat ini belum terlihat strategi massifikasi dari pasangan ini.

Secara umum, hasil monitoring FA Policy Maker ini menunjukkan bahwa di pentas media sosial, hingga saat ini pasangan Risma-Whisnu yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini masih jauh lebih unggul dari pasangan Rasiyo-lucy yang diusung Partai Demokrat dan Partai Amanat Nasional (PAN). (Antara)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

DPC Lumajang Gelar Dialog Interaktif Peringati 30 Tahun Kudatuli

LUMAJANG – Mengenang Kerusuhan Dua Puluh Tujuh Juli (Kudatuli), DPC PDI Perjuangan Kabupaten Lumajang menggelar ...
KABAR CABANG

Refleksi Kudatuli, DPC Bojonegoro Ajak Mahasiswa dan Budayawan Tak Takut Bersuara

BOJONEGORO – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Bojonegoro menggelar acara refleksi untuk ...
KABAR CABANG

Cahaya Lilin dan Ingatan Kudatuli yang Tak Pernah Padam di DPC PDI Perjuangan Ngawi

NGAWI – Gedung Fatmawati DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi pada Minggu malam (26/7/2026) tampak lebih sunyi dari ...
KABAR CABANG

Peringati 30 Tahun Kudatuli, DPC Magetan Nyalakan 27 Lilin dan Gelar Doa Bersama

​MAGETAN — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Magetan menggelar acara renungan dan silaturahmi ...
KABAR CABANG

30 Tahun Kudatuli, DPC Kabupaten Pasuruan Gelar Renungan dan Sarasehan Sejarah

KABUPATEN PASURUAN – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pasuruan menggelar renungan dan sarasehan untuk mengenang ...
KRONIK

Deni Wicaksono Ajak Kader PDI Perjuangan Pegang Teguh Prinsip ‘Jas Merah’

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jatim Deni Wicaksono mengajak seluruh kader memegang teguh prinsip Jas Merah dalam ...