Kamis
10 September 2026 | 5 : 28

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Bupati Ngawi Ngetrail Bareng Pengojek Gabah di Ajang Kepala Desa Grass Track 2023

Picsart_23-07-24_16-57-44-353_copy_1152x648

Perlombaan terinspirasi pengangkutan gabah dari sawah ke jalan raya saat panen padi.

NGAWI – Olahraga ngetrail umum menggunakan motor trail. Bagaimana jika menggunakan motor bebek modifikasi yang digunakan untuk mengangkut gabah petani?

Nah, di Kabupaten Ngawi ngetrail ala pengojek gabah (pembandang, bahasa setempat) baru saja digelar.

Balapan off road dengan kuda besi bebek yang dimodifikasi pembandang gabah itu digelar dalam kemasan even Kepala Desa Grass Track 2023. Lokasi acara digelar di areal persawahan pasca panen masuk Desa Mangunharjo, Kecamatan Ngawi, pada Minggu (23/7/2023) siang.

Sejumlah tokoh menghadiri acara itu. Diantaranya Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono, Plh Ketua DPD Jatim Ir. Budi Sulistyono (Kanang), Agus Budianto (Black Hoe), Kepala Desa se-Kecamatan Ngawi, dan lainnya. Di even Grass Track 2023, Bupati Ony ikut turun menggeber kuda besi modifikasi bersama pembandang gabah peserta lainnya.

Di Kabupaten Ngawi para petani memang sudah umum menggunakan jasa pembandang untuk mengangkut hasil pertanian. Bupati Ony menyebut, Grass Track sebagai kegiatan untuk mengangkat khazanah lokal pembandang gabah, melalui kompetisi tersebut.

“Para pembandang gabah ini diberikan event Grass Track. Dan alhamdulillah, antusias mereka sangat luar biasa,” kata Bupati Ony kepada wartawan.

Selazimnya pembandang, saat event Grass Track 2023 para pembalap juga mengangkut gabah. Beban yang ditaruh pada kerangka tengah sepeda motor seberat 40 kilogram. Dengan beban yang tidak ringan, ditambah medan yang sulit, memacu adrenalin penonton dan peserta balapan.

Pembandang gabah, atau ojek pengangkut gabah memang lazim di dunia pertanian di Kabupaten Ngawi. Mereka menjadi penolong bagi petani yang memiliki sawah jauh dari jalan umum.

Para pembandang akan membawa gabah hasil pertanian dengan ongkos yang termasuk murah. Rata-rata Rp 5.000 hingga Rp 7.500 per karung. Tergantung medan dan jarak tempuh.

Bupati Ony bilang, event Grass Track 2023 turut menggerakan ekonomi kerakyatan di desa setempat. Adanya kegiatan itu, banyak warga yang berjualan, dan membuka kantong parkir. Pun demikian dengan antusiasme masyarakat yang cukup tinggi.

“Ada yang jadi juru parkir, jualan. Semuanya bisa laku. Dan Semangatnya untuk guyub rukun, berkolaborasi dengan segenap pemangku kebijakan,” papar Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono. (amd/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

DPC Tuban Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Jatirogo

TUBAN – Musim kemarau panjang yang memicu krisis air bersih di kawasan barat utara Kabupaten Tuban mendapat ...
EKSEKUTIF

Rijanto Minta Aparat Tak Tunda Laporan Warga Kekurangan di Tengah Kekeringan

Bupati Blitar Rijanto meminta aparat desa dan kecamatan tidak menunda laporan warga yang mulai kekurangan akibat ...
KRONIK

Pelantikan GOW Banyuwangi, Bupati Ipuk Dorong Perempuan Lebih Berdaya dan Mandiri

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mendorong kaum perempuan lebih berdaya dan mandiri. Hal itu ...
HEADLINE

Hasto: Indonesia Kehilangan Intelektual yang Menghidupkan Pemikiran Bung Karno untuk Generasi Muda

JAKARTA – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyebut Indonesia kehilangan sosok intelektual yang ...
KRONIK

Agung Priyanto Dorong Pengelolaan Sampah Berbasis Partisipasi Masyarakat

PONOROGO – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Ponorogo, Agung Priyanto, menghadiri Focus Group Discussion (FGD) ...
KABAR CABANG

Dampak Kemarau Panjang, DPC Tuban Salurkan Bantuan Air Bersih ke Desa Penambangan

TUBAN – Dampak kemarau panjang kian meluas dan memperparah krisis air bersih di wilayah Kabupaten Tuban, Jawa ...