Kamis
16 Juli 2026 | 3 : 30

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Tahun 2024, PDI Perjuangan Siap Wujudkan Indonesia Zero Kemiskinan Ekstrem

PDIP-Jatim-Sri-Rahayu-23042023

JAKARTA – Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kesehatan, Perempuan dan Anak, Dra. Hj. Sri Rahayu, meminta pada seluruh anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD provinsi dan kabupaten/kota untuk bergotong-royong mewujudkan Indonesia zero kemiskinan ekstrem pada tahun 2024.

Hal itu disampaikan Sri Rahayu pada acara Bimtek Fraksi PDI Perjuangan DPRD provinsi dan kabupaten/kota yang diselenggarakan oleh DPP PDI Perjuangan di Hotel Borobudur, Jakarta.

“Tahun 2024, kita memang harus zero miskin ekstrem. Tahun ini pun sebenarnya bisa, itu bergantung pada kalian,” ujar Sri Rahayu, Jumat (23/6/2023).

Menurut Sri Rahayu, para anggota Fraksi PDI Perjuangan baik di DPRD provinsi maupun di DPRD kabupaten/kota punya tanggung jawab untuk mewujudkan Indonesia zero kemiskinan ekstrem tersebut.

“Karena semuanya bergantung pada Bapak-Ibu sekalian. Sebagai panitia anggaran bagaimana bisa menentukan, bisa melakukan perjuangan terhadap program-program yang bisa menghapuskan kemiskinan ekstrem,” jelasnya.

“Ukurannya adalah ketika tahun 2024 ada survey, sudahkah itu menjadi zero,” imbuhnya.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI itu juga mengingatkan para anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota untuk senantiasa membangun komunikasi dengan kepala daerah. Menurutnya, kunci mewujudkan Indonesia zero kemiskinan ekstrem terletak pada keinginan yang selaras antara legislatif dan ekskutif.

Sementara itu, anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur, Agatha Retnosari, mengatakan bahwa untuk jangka pendek, mengatasi kemiskinan ekstrem itu bisa diatasi dengan menyediakan anggaran untuk bantalan sosial.

“Tapi kemudian bagaimana masyarakat mengenyam pendidikan dasar. Kenapa itu penting, semakin tinggi pendidikan seseorang, dia akan mempunyai pilihan lebih banyak untuk mengatasi kesulitan hidupnya,” ujarnya.

Selain mendorong tersedianya lembaga pendidikan yang memadai untuk masyarakat, Agatha juga akan meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur untuk menambah anggaran pemberdayaan UMKM.

Menurutnya, sampai hari ini anggaran untuk UMKM sering dipangkas. Padahal, tambah Agatha, kebangkitan UMKM pasca pandemi Covid-19 tidak hanya bisa menggerakkan ekonomi masyarakat. Akan tetapi juga bisa mendorong sektor pariwisata untuk lebih berdaya dalam menopang kesejahteraan masyarakat. (set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Mas Dhito: Sastra Saraswati Sewana Yatra Teguhkan Toleransi dan Persatuan di Candi Tegowangi

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menghadiri Sastra Saraswati Sewana Yatra 2026 di Candi Tegowangi dan ...
LEGISLATIF

Saifudin Minta Pengembangan Pariwisata Kota Batu Tak Mengorbankan Kelestarian Alam

Anggota DPRD Jatim Saifudin Zuhri mendorong pengembangan ekowisata berbasis potensi lokal di Kota Batu dengan tetap ...
KRONIK

Regenerasi Ranting PDI Perjuangan di Surabaya Dipastikan Berjalan Bottom-Up

PDI Perjuangan Surabaya memastikan proses regenerasi pengurus ranting berlangsung secara bottom-up dari tingkat ...
LEGISLATIF

Tabroni Dorong Solusi Menyeluruh Pascakebakaran TPA Pakusari

DPRD Jember mendesak Pemkab segera menyiapkan solusi menyeluruh pascakebakaran TPA Pakusari, mulai percepatan PLTSa ...
LEGISLATIF

DPRD Trenggalek Minta Peningkatan PAD Tak Membebani Rakyat

DPRD Kabupaten Trenggalek meminta pemerintah daerah meningkatkan PAD secara kreatif tanpa membebani masyarakat, ...
EKSEKUTIF

Harga Telur dan Daging Ayam di Ngawi Merangkak Naik, Pemkab Gelar Pasar Murah

NGAWI – Pemerintah Kabupaten Ngawi menggelar Gerakan Pangan Murah sebagai langkah menjaga stabilitas harga ...