Minggu
13 September 2026 | 10 : 19

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Risma-Whisnu Tetap Pertahankan Jati Diri Lokal di Era Global

pdip jatim - risma-whisnu debat kedua

pdip jatim - risma-whisnu debat keduaSURABAYA – Calon Wali Kota Tri Rismaharini menegaskan, Surabaya adalah kota modern dan terbuka, yang bisa menciptakan keamanan dan kenyamanan masyarakat. Saat memimpin Surabaya bersama Whisnu Sakti Buana, meski berasal dari berbagai latar belakang budaya, agama dan asal usul, warga kota bisa hidup rukun dan guyub.

“Meski Surabaya kota terbuka, namun gotong royong tetap dipertahankan,” tutur Risma, di acara debat kedua yang diselenggarakan KPU Surabaya dan disiarkan secara live oleh JTV di Hotel Shangrila, Jumat (6/11/2015) malam.

Sementara, Calon Wakil Wali Kota Whisnu Sakti Buana menyatakan, dalam menjalankan pembangunan semasa masih menjabat wakil wali kota bersama Wali Kota Tri Rismaharini periode lalu, pihaknya melibatkan peran serta masyarakat, tanpa membedakan asal usul mereka. Kesempatan sama diberikan kepada para warganya untuk bersama-sama membangun Surabaya.

“Dalam pembangunan partisipasi masyarakat diutamakan. Bahkan kalangan birokrat di pemerintah kota, berasal dari Sabang sampai Merauke,” ungkapnya.

Berkaitan dengan era globalisasi, Risma yakin masyarakat Surabaya akan menjadi pemenang, menjadi tuan dan nyonya di kotanya sendiri. Dengan semangat juang para pahlawan, tambah dia, bisa mengatasi persaingan ekonomi di era modern.

“Dengan mengalokasikan pendidikan sebesar 32 persen, di dalamnya ada program beasiswa dan berbekal mental pejuang akan bisa bersaing di era global,” paparnya.

Ia menunjukkan, salah satu prestasi yang ditunjukkan arek Suroboyo di era global, yakni dengan adanya komik digital yang bercerita tentang perjuangan pada peringatan Hari Pahlawan.

“10 November nanti, akan dilauching komik digital. Ini bukti prestasi masyarakat Surabaya,” tutur perempuan yang pernah mendapat predikat Wali Kota Terbaik Dunia itu.

Meski memasuki era global, menurut Whisnu Sakti, jati diri dan budaya lokal akan dipertahankan. “Beragam budaya lokal, seperti festival rujak uleg dilestarikan, perhatian pada situs budaya dilakukan terhadap rumah HOS Cokroaminoto, makam Sawunggaling tetap dikembangkan agar tak tercerabut era globalisasi,” tandasnya.

Pria yang akrab disapa Mas WS ini menambahkan, globalisasi tak bisa ditolak, namun menjadi tantangan. “Modern tak bisa ditolak, tapi sebuah tantangan bagi arek Suroboyo,” katanya

Debat publik, yang mengusung tema Memperkokoh NKRI dan Kebangsaan ini berjalan menarik saat memasuki sesi tanya jawab. Salah satu pertanyaan yang disampaikan Lucy, cawawali paslon nomor urut satu, menyatakan bahwa belum ada prestasi yang ditorehkan Risma-Whisnu selama memimpin Surabaya.

Risma menanggapinya dengan santai. Alumnus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya justru menunjukkan beragam prestasi yang dicapai. “Selama kami memimpin Surabaya, tiap tahun sekitar 140 prestasi yang kita dapatkan, baik berskala nasional dan internasional,” terangnya

Bahkan, menurut Risma dalam lima tahun kepemimpinannya cukup banyak prestasi yang diraih para siswa, mulai SD hingga SMU.

“Tahun pertama saya menjabat ada 300 siswa yang beprestasi. Di akhir masa jabatan saya sebanyak 3.000 lebih siswa berhasil mengharumkan nama Surabaya di tingkat nasional dan internasional,” jelasnya.

Dia menambahkan, nama Surabaya kian mendunia, karena prestasi yang diraih selama kepemimpinannya bersama Risma. “Selama 5 tahun memimpin Surabaya makin dikenal. Siapa Bu Risma, bahkan daerah-daerah lain banyak yang belajar dari Surabaya,” terang mantan Wakil Ketua DPRD Surabaya itu.

Risma juga memaparkan, cukup banyak perhatian pemerintah kota semasa kepemimpinanya dalam menanamkan nilai kejuangan dan pembangunan karakter.

“Kita mempunyai program sekolah kebangsaan, heroik track, parade juang dan kegiatan lain yang tujuannya menanamkan nasionalsme kepada anak didik kita,” terangnya.

Mantan kepala Bappeko Surabaya ini menegaskan, dengan mengetahui sejarah, kalangan generasi muda memiliki jiwa kebangsaan yang kuat dalam menghadapi masuknya berbagai budaya asing di era global. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Pertanyakan RTRW Belum Rampung sejak 2024, Candra: Akan Berdampak pada Tata Kelola Pupuk

JEMBER – Rencangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Jember, Jawa ...
RUANG MERAH

Desil Bukan Sekadar Angka, Ada Wajah Warga di Baliknya

Oleh Priyanto BELAKANGAN ini, ada satu kata yang semakin sering terdengar dalam percakapan tentang bantuan ...
SEMENTARA ITU...

Wakil Ketua DPRD Magetan Suyatno Santuni Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa di Panekan

MAGETAN – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Magetan dari Fraksi PDI Perjuangan, H. ...
LEGISLATIF

Rekomendasikan Pemutakhiran Data Desil, DPRD Trenggalek Minta BPS dan Dinsos Turun ke Lapangan

TRENGGALEK – DPRD Trenggalek merekomendasikan pemutakhiran data desil secara langsung di lapangan untuk mengatasi ...
SEMENTARA ITU...

Yuzar: Kader Digital Harus Kritis, Jangan Mudah Sebarkan Informasi Belum Terverifikasi

KEDIRI – Anggota DPRD Kota Kediri dari Fraksi PDI Perjuangan, Yuzar Rasyid, mengingatkan kader digital Muhammadiyah ...
KABAR CABANG

Probolinggo Siaga Darurat Kekeringan, PDI Perjuangan Instruksikan Kader Jadi Early Warning System

KABUPATEN PROBOLINGGO – Kabupaten Probolinggo menjadi salah satu daerah dengan status Siaga Darurat Kekeringan di ...