Minggu
16 Agustus 2026 | 11 : 52

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Doa Bung Karno Pada Malam Menjelang Lahirnya Pancasila

pdip-jatim-romantika-31052023-bung-karno-berdoa

BESOK, 78 tahun lalu, tepatnya 1 Juni 1945. Lima dasar negara yang dinamakan Pancasila mengemuka dalam pidato yang disampaikan Soekarno di persidangan Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).

Latar peristiwa dan waktu tersebut menjadi penanda hari besar nasional, Hari Lahir Pancasila yang diperingati saban 1 Juni, sejak 2016.

Sidang pertama BPUPKI dimulai 29 Mei hingga 1 Juni 1945. Persidangan berlangsung di Gedung Chuo Sangi In Jalan Pejambon 6 Jakarta. Kini menjadi Gedung Pancasila.

Berbagai catatan sejarah menyebutkan, rentang waktu itu, 39 tokoh berpidato menyampaikan pemikirannya. Namun, hanya beberapa saja yang menjabarkan perihal rumusan dasar-dasar negara. Termasuk Soekarno yang pada 1 Juni 1945  menjlentrehkan lima dasar negara.

Pada malam atau beberapa jam menjelang persidangan yang dimulai pada 09.00 siang, Soekarno melakukan semacam kontemplasi.

Dalam buku Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia, terbitan Yayasan Bung Karno, dijelaskan, malam itu Soekarno berada di pekarangan rumahnya, Jl Pegangsaan Timur 56, Jakarta.

Seorang diri, bapak bangsa itu memandang bintang-bintang di langit, mengagumi ciptaan Tuhan.

“Aku meratap pelan-pelan. Kusampaikan kepada Tuhan, aku menangis karena besok aku akan menghadapi saat bersejarah dalam hidupku. Dan aku memerlukan bantuan-Mu”.

“Aku tahu, pemikiran yang akan kusampaikan bukanlah milikku. Engkaulah yang membukakannya kepadaku. Hanya Engkaulah yang Maha Pencipta. Engkaulah yang selalu memberi petunjuk pada setiap napas hidupku. Ya Allah, berikan kembali petunjuk serta ilham-Mu kepadaku.”

Esok harinya, di gedung persidangan BPUPKI, Bung Karno menuju podium sesaat setelah sidang dibuka. Ia pun berpidato menjelaskan dasar-dasar negara.

“Aku mengupas kelima mutiara berharga: Kebangsaan, Internasionalisme atau Perikemanusiaan, Demokrasi, Keadilan Sosial, dan Ketuhanan Yang Maha Esa.”

“Pidato yang memakan waktu lama itu kuakhiri dengan memperkenalkan nama Pancasila.” (hs)

Foto ilustrasi: Soekarno melaksanakan salat, saat kunjungan ke Amerika Serikat. sumber: koransulindo.com

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Novita Hardini Apresiasi Bringinan, Pisang Cavendish Jadi Sumber Ekonomi Warga

Novita Hardini mendorong budidaya pisang Cavendish di Desa Bringinan, Ponorogo, menjadi model pemberdayaan ekonomi ...
KRONIK

Pesan Bupati Fauzi untuk Paskibraka 2026: Disiplin Jangan Cuma Pas Upacara!

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengukuhkan Paskibraka 2026 di Pendopo Agung Keraton, Sabtu ...
KRONIK

Tiga Wasit Perempuan Warnai Laga Soekarno Cup 2026 di Bangkalan

BANGKALAN – Laga Banteng Papua Tengah melawan Banteng Sulawesi Selatan dalam lanjutan Soekarno Cup 2026 di Stadion ...
KRONIK

Banteng Papua Tengah Tekuk Sulawesi Selatan 2-0 di Soekarno Cup 2026

BANGKALAN – Banteng Papua Tengah meraih kemenangan 2-0 atas Banteng Sulawesi Selatan dalam lanjutan Soekarno Cup ...
KRONIK

PDI Perjuangan Gerakkan Struktur di Flores, Rumah Partai Jadi Posko Pengungsian

PDI Perjuangan menggerakkan struktur di Manggarai Timur, Sikka, dan Nagekeo membantu korban gempa Flores. ...
HEADLINE

Kalahkan Maluku Raya, Banteng Jatim Bangkit dan Kejar Gelar Juara Soekarno Cup

SURABAYA – Banteng Jatim FC menunjukkan kebangkitan di Soekarno Cup 2026. Setelah sebelumnya hanya meraih hasil ...