Selasa
15 September 2026 | 9 : 58

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Cegah Kekerasan dan Pelecehan Seksual di Sekolah, Bupati Ipuk Siapkan Pojok Curhat

PDIP-Jatim-Bupati-Ipuk-17032023

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, berkomitmen untuk terus melakukan berbagai upaya dalam melakukan pencegahan terhadap kasus kekerasan, perundungan hingga pelecehan seksual di kalangan pelajar.

Seperti yang dilakukan Bupati Ipuk di SMPN 1 Atap Blimbingsari saat memberikan penyuluhan tentang antibullying dan kesadaran untuk menghindari tindak kekerasan dan pelecehan seksual, Kamis (16/3/2023).

“Ayo siapa di sini yang suka membully?” tanya Bupati Ipuk pada siswa-siswi SMPN 1 Atas Blimbingsari.

“Mulai sekarang, tidak boleh menghina temannya ya. Apapun itu. Tidak boleh menghina orang tua, tidak boleh menghina fisik dan lain sebagainya,” imbuh Bupati Ipuk.

Menurut Bupati Ipuk, pembinaan perlu dilakukan secara sistematis, dan semua dilibatkan. Mulai dari pemangku kepentingan hingga wali murid.

“Kami telah mengajak pihak kepolisian, TNI, kejaksaan, dan para pihak lainnya untuk memerangi dosa pendidikan ini,” jelasnya.

Selain melibatkan para pemangku kebijakan terkait untuk turut terlibat menangani, lembaga sekolah juga menjadi garda terdepan dalam pencegahan dan penindakannya.

“Di sekolah-sekolah dan pesantren di Banyuwangi, kita siapkan pojok curhat. Ini wadah bagi anak-anak untuk menyampaikan permasalahannya,” tuturnya.

Di pojok curhat tersebut, tambah Bupati Ipuk, guru pendamping memberikan keberanian bagi para peserta didik yang mengalami permasalahan. Dari keterbukaan tersebut, berbagai tindakan preventif dan penanganan bisa segera diselesaikan.

“Kami mendorong para guru tidak hanya menunggu. Tapi, harus peka terhadap kondisi murid. Jika ada yang tidak wajar, segera dekati. Berikan konseling dan problem solving,” tegas politisi PDI Perjuangan itu.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Suratno, mengatakan bahwa upaya untuk mencegah kekerasan seksual tidak hanya dengan Pojok Curhat.

“Tapi, kami melengkapinya dengan Pekan Parenting. Di mana, kita menyatukan persepsi antara para guru dan wali murid untuk bersama-sama memberikan pengasuhan kepada anak didik kita,” ujarnya.

Suratno juga menjelaskan, dengan kombinasi antara para guru di sekolah, orang tua di rumah, dan seluruh kesadaran stakeholder di lingkungan akan memberikan pengawasan yang lebih optimal untuk perlindungan anak. (set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

IKS-PI Cup 3 Jadi Ruang Pembinaan Remaja, Doding: Silat Harus Bermuara ke Prestasi  

IKS-PI Cup 3 Trenggalek menjadi ruang pembinaan pesilat muda sekaligus menekan tawuran dan kenakalan remaja. Doding ...
HEADLINE

Said Abdullah: Gaji P3K 2027 Ditanggung Pusat, Disiapkan Anggaran Rp23 Triliun

JAKARTA — Kabar baik bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Mulai 2027, gaji atau honorarium P3K ...
EKSEKUTIF

Rijanto: Komunikasi Lintas Kelompok Penting untuk Jaga Kerukunan Blitar

BLITAR — Bupati Blitar Rijanto menegaskan pentingnya komunikasi dengan berbagai kelompok keagamaan untuk menjaga ...
EKSEKUTIF

Eri Siapkan Bendera Hitam untuk PD yang Gagal Bina Kampung Pancasila

SURABAYA — Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyiapkan sanksi simbolik berupa bendera hitam bagi perangkat daerah ...
KRONIK

Amin Thohari Kembali Salurkan Air Bersih, Kini 2 Desa di Kedungadem

BOJONEGORO– Anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro Fraksi PDI Perjuangan, Amin Thohari, kembali menyalurkan bantuan air ...
LEGISLATIF

Raperda P-APBD 2026 Disepakati, Syaifuddin: Anggaran Pendidikan dan Kesehatan Tak Boleh Dicoret

SURABAYA — Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) ...