Sabtu
31 Oktober 2026 | 10 : 46

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Cegah Kekerasan dan Pelecehan Seksual di Sekolah, Bupati Ipuk Siapkan Pojok Curhat

PDIP-Jatim-Bupati-Ipuk-17032023

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, berkomitmen untuk terus melakukan berbagai upaya dalam melakukan pencegahan terhadap kasus kekerasan, perundungan hingga pelecehan seksual di kalangan pelajar.

Seperti yang dilakukan Bupati Ipuk di SMPN 1 Atap Blimbingsari saat memberikan penyuluhan tentang antibullying dan kesadaran untuk menghindari tindak kekerasan dan pelecehan seksual, Kamis (16/3/2023).

“Ayo siapa di sini yang suka membully?” tanya Bupati Ipuk pada siswa-siswi SMPN 1 Atas Blimbingsari.

“Mulai sekarang, tidak boleh menghina temannya ya. Apapun itu. Tidak boleh menghina orang tua, tidak boleh menghina fisik dan lain sebagainya,” imbuh Bupati Ipuk.

Menurut Bupati Ipuk, pembinaan perlu dilakukan secara sistematis, dan semua dilibatkan. Mulai dari pemangku kepentingan hingga wali murid.

“Kami telah mengajak pihak kepolisian, TNI, kejaksaan, dan para pihak lainnya untuk memerangi dosa pendidikan ini,” jelasnya.

Selain melibatkan para pemangku kebijakan terkait untuk turut terlibat menangani, lembaga sekolah juga menjadi garda terdepan dalam pencegahan dan penindakannya.

“Di sekolah-sekolah dan pesantren di Banyuwangi, kita siapkan pojok curhat. Ini wadah bagi anak-anak untuk menyampaikan permasalahannya,” tuturnya.

Di pojok curhat tersebut, tambah Bupati Ipuk, guru pendamping memberikan keberanian bagi para peserta didik yang mengalami permasalahan. Dari keterbukaan tersebut, berbagai tindakan preventif dan penanganan bisa segera diselesaikan.

“Kami mendorong para guru tidak hanya menunggu. Tapi, harus peka terhadap kondisi murid. Jika ada yang tidak wajar, segera dekati. Berikan konseling dan problem solving,” tegas politisi PDI Perjuangan itu.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Suratno, mengatakan bahwa upaya untuk mencegah kekerasan seksual tidak hanya dengan Pojok Curhat.

“Tapi, kami melengkapinya dengan Pekan Parenting. Di mana, kita menyatukan persepsi antara para guru dan wali murid untuk bersama-sama memberikan pengasuhan kepada anak didik kita,” ujarnya.

Suratno juga menjelaskan, dengan kombinasi antara para guru di sekolah, orang tua di rumah, dan seluruh kesadaran stakeholder di lingkungan akan memberikan pengawasan yang lebih optimal untuk perlindungan anak. (set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Dewanti Rumpoko Dorong Trans Jatim Malang Raya Terintegrasi dengan Angkot, Lindungi Pendapatan Sopir

SURABAYA – Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Dewanti Rumpoko, mendorong integrasi Bus Trans Jatim Koridor II Malang ...
KRONIK

Baguna Ngawi Jenguk Nenek Usia 97 Tahun, Korban Angin Kencang di Kwadungan

NGAWI – Di usianya yang hampir satu abad, Saelah (97 tahun) harus menghadapi kenyataan pahit setelah rumahnya ...
KRONIK

Guru Madin Keluhkan Kesejahteraan, Hj. Ansari Siap Memperjuangkan

PAMEKASAN – Seorang guru madrasah diniyah, Moh. Jufri, menyampaikan keluh kesahnya pada anggota Fraksi PDI ...
KRONIK

Dua Kasus Perusakan Situs Purbakala di Jember, Candra: Belum Ada Kejelasan

JEMBER – Penanganan kasus hilangnya dua batu yoni di Desa Pocangan, Kecamatan Sukowono, dan perusakan situs Gumuk ...
EKSEKUTIF

ASN Pemkab Blitar Diterjunkan dalam Gerakan ASRI, Rijanto Minta Jadi Teladan Masyarakat

BLITAR – Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Blitar diterjunkan dalam Gerakan ...
LEGISLATIF

Novita Hardini Dorong Anak Muda Trenggalek Jadi Pencipta Gim, Buka Peluang Ekonomi Digital

TRENGGALEK – Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, mendorong generasi muda Trenggalek memanfaatkan peluang ...