Jumat
31 Juli 2026 | 11 : 35

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Cegah Kekerasan dan Pelecehan Seksual di Sekolah, Bupati Ipuk Siapkan Pojok Curhat

PDIP-Jatim-Bupati-Ipuk-17032023

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, berkomitmen untuk terus melakukan berbagai upaya dalam melakukan pencegahan terhadap kasus kekerasan, perundungan hingga pelecehan seksual di kalangan pelajar.

Seperti yang dilakukan Bupati Ipuk di SMPN 1 Atap Blimbingsari saat memberikan penyuluhan tentang antibullying dan kesadaran untuk menghindari tindak kekerasan dan pelecehan seksual, Kamis (16/3/2023).

“Ayo siapa di sini yang suka membully?” tanya Bupati Ipuk pada siswa-siswi SMPN 1 Atas Blimbingsari.

“Mulai sekarang, tidak boleh menghina temannya ya. Apapun itu. Tidak boleh menghina orang tua, tidak boleh menghina fisik dan lain sebagainya,” imbuh Bupati Ipuk.

Menurut Bupati Ipuk, pembinaan perlu dilakukan secara sistematis, dan semua dilibatkan. Mulai dari pemangku kepentingan hingga wali murid.

“Kami telah mengajak pihak kepolisian, TNI, kejaksaan, dan para pihak lainnya untuk memerangi dosa pendidikan ini,” jelasnya.

Selain melibatkan para pemangku kebijakan terkait untuk turut terlibat menangani, lembaga sekolah juga menjadi garda terdepan dalam pencegahan dan penindakannya.

“Di sekolah-sekolah dan pesantren di Banyuwangi, kita siapkan pojok curhat. Ini wadah bagi anak-anak untuk menyampaikan permasalahannya,” tuturnya.

Di pojok curhat tersebut, tambah Bupati Ipuk, guru pendamping memberikan keberanian bagi para peserta didik yang mengalami permasalahan. Dari keterbukaan tersebut, berbagai tindakan preventif dan penanganan bisa segera diselesaikan.

“Kami mendorong para guru tidak hanya menunggu. Tapi, harus peka terhadap kondisi murid. Jika ada yang tidak wajar, segera dekati. Berikan konseling dan problem solving,” tegas politisi PDI Perjuangan itu.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Suratno, mengatakan bahwa upaya untuk mencegah kekerasan seksual tidak hanya dengan Pojok Curhat.

“Tapi, kami melengkapinya dengan Pekan Parenting. Di mana, kita menyatukan persepsi antara para guru dan wali murid untuk bersama-sama memberikan pengasuhan kepada anak didik kita,” ujarnya.

Suratno juga menjelaskan, dengan kombinasi antara para guru di sekolah, orang tua di rumah, dan seluruh kesadaran stakeholder di lingkungan akan memberikan pengawasan yang lebih optimal untuk perlindungan anak. (set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Tantri Bararoh: Buzzer dan Serangan Pribadi di Medsos Jadi Ancaman Baru Demokrasi

Tantri Bararoh mengingatkan buzzer, hoaks, dan serangan pribadi di media sosial menjadi ancaman baru demokrasi ...
LEGISLATIF

DPRD Surabaya Komitmen Kawal Kebijakan dan Anggaran untuk Keberlanjutan Kebun Raya Mangrove

DPRD Kota Surabaya berkomitmen mengawal kebijakan dan anggaran untuk pengembangan Kebun Raya Mangrove sebagai model ...
LEGISLATIF

Serap Aspirasi di Bangilan Tuban, Ony Setiawan Tampung Keluhan Petani hingga Gen Z

TUBAN–Reses masa persidangan III Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Fraksi PDI Perjuangan, Ony Setiawan di Dusun ...
LEGISLATIF

Diana Sasa Serap Aspirasi Warga Ngawi, Jalan Rusak hingga Kekeringan Jadi Sorotan

NGAWI – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Diana AV Sasa, memanfaatkan masa reses untuk menyerap ...
KRONIK

Titik Impas Harga Tembakau 2026 Naik, Bupati Fauzi: Keberpihakan kepada Petani

SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep resmi menetapkan Titik Impas Harga Tembakau (TIHT) musim panen 2026 ...
LEGISLATIF

DPC PDIP Kabupaten Kediri Kawal Aspirasi Pengemudi Ojol hingga Tingkat Pusat

KEDIRI – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri menegaskan komitmennya mengawal aspirasi para pengemudi ojek online ...