Rabu
15 Juli 2026 | 6 : 15

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Sambut Baik Komite Komunikasi Digital, Mas Ipin: Untuk Saring yang Black-black, yang Hoax-hoax Saja

pdip-jatim-221112-mas-ipin

TRENGGALEK – Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin menyambut baik dibentuknya Komite Komunikasi Digital. Arifin berharap dengan adanya Komite Komunikasi Digital bisa menjadi pelapis dan penyaring dari segala informasi yang berkembang di masyarakat.

“Semuanya berawal dari narasi, apalagi sekarang di media sosial banyak narasi-narasi yang muncul. Harapan kami dengan Komite Komuikasi Digital ini kita bisa jadi pelapis, penyaring untuk informasi-informasi itu,” kata Arifin.

“Bukan kemudian menyaring itu berita disesuaikan dengan kepentingan, bukan seperti itu, tetapi yang disaring yang black-black, yang hoax-hoax saja. Kemudian kalau ada negatif campaign, miss informasi itu disediakan ruang untuk klarifikasi,” sambung Mas Ipin, sapaan akrabnya.

Komite Komunikasi Digital di Kabupaten Trenggalek sendiri dilantik Bupati Ipin di Pendapa Manggala Praja Nugraha, Rabu (9/11/2022) lalu. Anggota komite tersebut berisi sejumlah elemen mulai dari pejabat pemerintah, TNI, Polri, hingga awak media dan akademisi.

Menurutnya, tidak boleh menutupi ruang untuk kemudian memberikan kontra opini dan sebagainya. “Nah itulah iklim berkomunikasi di era digital yang sehat yang harus dibangun,” tambah bupati yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Trenggalek ini.

Dia menyebutkan, tidak gampang berkeliling secara digital mengedukasi masyarakat, karena jumlah komite dengan jumlah netizen pasti lebih banyak netizennya. Mengontrol semuanya, kata Mas Ipin, pasti tidak mudah.

“Alih-alih daripada kita mengontrol, mengatur mereka, lebih baik kita berbaur dengan mereka. Sehingga kalau kita menjadi bagian dari komunitas netizen itu maka kita nanti juga bisa memberikan imbangan opini kepada komunitas tersebut,” ujarnya.

Diketahui, era keterbukaan informasi saat ini memicu munculnya berbagai narasi yang dibangun di tengah kehidupan masyarakat yang telah akrab dengan media sosial. Apalagi di situasi jelang kontestasi politik, baik narasi positif maupun negatif akan terus bermunculan.

Berdasarkan data dari We are Social Hootsuite yang berpusat di Kanada, jumlah pengguna internet di Indonesia hingga Februari 2022 mencapai 204,7 juta jiwa. Dari jumlah itu, 191 juta di antaranya adalah pengguna aktif media sosial.

Namun, tingginya tingkat akses digital masyarakat tersebut belum selaras dengan tingkat literasi digital. Hal itulah yang menyebabkan masih banyaknya narasi negatif hingga berita hoax dengan mudahnya menjangkau masyarakat Indonesia. (man/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Perkuat Sinergitas Antarlembaga, Komisi I DPRD Banyuwangi Kunker ke Lapas

BANYUWANGI – Komisi I DPRD Banyuwangi melakukan kunjungan kerja ke Lembaga Pemasyarakatan kelas II A Banyuwangi ...
KRONIK

Gen Z dan Karang Taruna Motor Ekonomi Kreatif Kampung, Anas: Beri Kesempatan Seluas-luasnya

SURABAYA – Generasi muda dinilai memiliki peran krusial dalam memperkuat pembangunan berbasis masyarakat. Karang ...
KRONIK

Empat SD Negeri di Ponorogo Nihil Siswa Baru, Riyanto Minta Dindik Siapkan Solusi

PONOROGO – Empat sekolah dasar negeri (SDN) di Kabupaten Ponorogo tidak mendapatkan satu pun siswa baru pada ...
LEGISLATIF

Mia Desak Pemkot Malang Evaluasi Data Kemiskinan agar Bansos Tepat Sasaran

Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita mendesak Pemkot Malang mengevaluasi data kemiskinan agar ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP DPRD Surabaya Ajak Anak Muda Kikis Stigma Negatif Politik

SURABAYA – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Surabaya, Budi Leksono, menegaskan bahwa lembaga legislatif selalu ...
LEGISLATIF

Puan Minta Pemerintah Perkuat Kesiapsiagaan Nasional Hadapi Aktivitas Gunung Anak Krakatau

Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah memperkuat kesiapsiagaan nasional menyusul meningkatnya aktivitas ...