Kamis
22 Oktober 2026 | 6 : 08

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Sambut Baik Komite Komunikasi Digital, Mas Ipin: Untuk Saring yang Black-black, yang Hoax-hoax Saja

pdip-jatim-221112-mas-ipin

TRENGGALEK – Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin menyambut baik dibentuknya Komite Komunikasi Digital. Arifin berharap dengan adanya Komite Komunikasi Digital bisa menjadi pelapis dan penyaring dari segala informasi yang berkembang di masyarakat.

“Semuanya berawal dari narasi, apalagi sekarang di media sosial banyak narasi-narasi yang muncul. Harapan kami dengan Komite Komuikasi Digital ini kita bisa jadi pelapis, penyaring untuk informasi-informasi itu,” kata Arifin.

“Bukan kemudian menyaring itu berita disesuaikan dengan kepentingan, bukan seperti itu, tetapi yang disaring yang black-black, yang hoax-hoax saja. Kemudian kalau ada negatif campaign, miss informasi itu disediakan ruang untuk klarifikasi,” sambung Mas Ipin, sapaan akrabnya.

Komite Komunikasi Digital di Kabupaten Trenggalek sendiri dilantik Bupati Ipin di Pendapa Manggala Praja Nugraha, Rabu (9/11/2022) lalu. Anggota komite tersebut berisi sejumlah elemen mulai dari pejabat pemerintah, TNI, Polri, hingga awak media dan akademisi.

Menurutnya, tidak boleh menutupi ruang untuk kemudian memberikan kontra opini dan sebagainya. “Nah itulah iklim berkomunikasi di era digital yang sehat yang harus dibangun,” tambah bupati yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Trenggalek ini.

Dia menyebutkan, tidak gampang berkeliling secara digital mengedukasi masyarakat, karena jumlah komite dengan jumlah netizen pasti lebih banyak netizennya. Mengontrol semuanya, kata Mas Ipin, pasti tidak mudah.

“Alih-alih daripada kita mengontrol, mengatur mereka, lebih baik kita berbaur dengan mereka. Sehingga kalau kita menjadi bagian dari komunitas netizen itu maka kita nanti juga bisa memberikan imbangan opini kepada komunitas tersebut,” ujarnya.

Diketahui, era keterbukaan informasi saat ini memicu munculnya berbagai narasi yang dibangun di tengah kehidupan masyarakat yang telah akrab dengan media sosial. Apalagi di situasi jelang kontestasi politik, baik narasi positif maupun negatif akan terus bermunculan.

Berdasarkan data dari We are Social Hootsuite yang berpusat di Kanada, jumlah pengguna internet di Indonesia hingga Februari 2022 mencapai 204,7 juta jiwa. Dari jumlah itu, 191 juta di antaranya adalah pengguna aktif media sosial.

Namun, tingginya tingkat akses digital masyarakat tersebut belum selaras dengan tingkat literasi digital. Hal itulah yang menyebabkan masih banyaknya narasi negatif hingga berita hoax dengan mudahnya menjangkau masyarakat Indonesia. (man/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Masa Tunggu Haji Diseragamkan, Ina Ingatkan Ketatnya Syarat Istitha’ah

BONDOWOSO – Pemerintah memperbarui sistem antrean keberangkatan ibadah haji untuk musim haji 1448 Hijriah/2027 ...
LEGISLATIF

DPRD Jember Ingatkan Ancaman Benturan Lahan Rumah Murah dan Pangan

JEMBER – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jember mengingatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember ...
KRONIK

Video Call Rombongan Penari Gandrung Sewu Korban Kapal Terbakar, Bupati Ipuk Semangati Tetap Tampil

BANYUWANGI – Mendengar kabar lima penari Gandrung Sewu asal Palembang dan Lampung merupakan penumpang KMP Batmandi ...
HEADLINE

Said Abdullah: Kekeringan dan Karhutla Tak Boleh Jadi Bencana Tahunan yang Dianggap Biasa

SURABAYA – Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Said Abdullah mengingatkan pemerintah daerah untuk memperkuat ...
LEGISLATIF

APBD Magetan 2027 Menurun Secara Makro, Fraksi PDI Perjuangan Pertanyakan Target RPJM

MAGETAN — Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) DPRD Kabupaten Magetan memberikan sorotan tajam ...
LEGISLATIF

Kampus II UB Ditargetkan Tampung 6.000 Mahasiswa, Darmadi Dorong Manfaat bagi Warga Lokal

MALANG – DPRD Kabupaten Malang memastikan akan mengawal pembangunan Kampus II Universitas Brawijaya (UB) di ...