Kamis
14 Mei 2026 | 4 : 24

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Puan Penerus Trah Bung Karno dalam Merawat Hubungan Baik RI-Korsel

pdip-jatim-221106-pm-doktor-hc-1

BUSAN – Ketua DPR RI Puan Maharani akan menerima gelar Doktor Honoris Causa dari Pukyong National University (PKNU), Busan, Korea Selatan. Puan diberi gelar doktor kehormatan di bidang ilmu politik berkat dedikasinya selama ini.

Pengukuhan Puan sebagai Doktor Honoris Causa dari PKNU akan dilaksanakan, Senin (7/11/2022) di College Theatre PKNU. Sebanyak 300 tamu undangan akan menghadiri acara tersebut.

Puan telah tiba di Busan, Minggu (6/11/2022) pagi, didampingi sang ibu yang juga Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri. Kedatangan Puan dan Megawati disambut oleh Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) RI untuk Korea Selatan, Gandi Sulistiyanto.

Gandi pun menyatakan, Puan akan menjadi penerus trah Soekarno dalam merawat hubungan baik masyarakat Indonesia dengan Korea Selatan. Seperti diketahui, hubungan Presiden RI pertama itu dengan Korea terjalin sangat erat.

“Bung Karno sangat dihormati bangsa Korea. Legacy yang ditinggalkan Bung Karno diteruskan oleh Bu Mega, dan sekarang Bu Puan akan melanjutkannya,” kata Gandi.

Dia bercerita, keluarga Soekarno tak hanya dihormati Korea Selatan tapi juga oleh Korea Utara. Hal ini lantaran Bung Karno semasa hidupnya cukup dekat dengan pendiri Korea Utara, Kim Il-Sung.

“Bu Mega di Korea itu ditokohkan, karena beliau dianggap bisa menjadi jembatan antara Korea Selatan dan Korea Utara. Bu Mega dianggap sebagai tokoh perdamaian,” jelas Gandi.

Megawati pernah menjadi utusan khusus Presiden Korea Selatan untuk ke Korea Utara dalam menjalankan diplomasi perdamaian. Gandi menyebut, Megawati sering menyampaikan pesan dari Korea Selatan ke Korea Utara.

“Bu Mega bisa dengan mudah masuk Korea Utara membantu sebagai komunikator. Tidak semua kepala negara lain bisa begitu. Legacy keluarga Soekarno di sini adalah jembatan antara Korea Utara dan Selatan, walaupun tidak mudah,” terangnya.

Berkat diplomasi perdamaian yang dilakukannya, Megawati mendapat gelar profesor kehormatan dari Seoul Institute of the Arts (SIA). Megawati juga menerima gelar doktor honoris causa dari beberapa universitas di Korea.

Oleh karenanya, pemberian gelar Doktor Honoris Causa dari PKNU untuk Puan dinilai akan mempererat hubungan Indonesia dengan Korea Selatan. Pemberian gelar kehormatan itu pun akan membuka lebar kerja sama pendidikan kedua negara.

“Pemberian gelar untuk Ibu Puan akan mendorong semakin banyak mahasiswa Indonesia belajar di Korea Selatan, termasuk kemungkinan beasiswa,” ucap Gandi.

KBRI Seoul mencatat, mahasiswa Indonesia di Korea Selatan baru hanya sekitar 1.700 orang, padahal mahasiswa dari ASEAN di Korsel ada sekitar 72 ribu. Gandi mengatakan, Indonesia adalah potensi pasar dunia bagi Korsel.

“Pengaruh Korea di Indonesia begitu cepatnya karena Korean Wave seperti K-Drama, K-Pop, makanan Korean Food. Indonesia penikmat K-Drama kedua terbesar di dunia, setelah Korea sendiri. Ini kan pasar dunia,” sebutnya.

Gandi menilai, Indonesia harus memanfaatkan kondisi tersebut. Selain di bidang ekonomi, kerja sama bidang pendidikan antara Indonesia dan Korea Selatan perlu ditingkatkan sehingga kemungkinan adanya transfer teknologi semakin besar.

“Indonesia dan Korea Selatan saling membutuhkan. Kemajuan ekonomi Korsel membutuhkan pasar Indonesia. Indonesia butuh transfer teknologi. Sementara Korsel butuh tenaga-tenaga kerja Indonesia mengingat Korsel masuk periode aging population,” papar Gandi.

Di sela-sela pengukuhan Puan sebagai Doktor Honoris Causa, juga akan dilakukan penandatanganan MoU antara 9 universitas di Indonesia dengan PKNU.

Saat bertemu dengan Dubes Korea Selatan untuk Indonesia, Park Tae-sung beberapa waktu lalu, Puan menyatakan harapannya agar kerja sama pendidikan kedua negara semakin bertambah kuat.

“Kerja sama pendidikan merupakan ‘investasi´ bagi semakin kuatnya hubungan kedua negara di masa depan,” ungkap Ketua DPP PDI Perjuangan tersebut.

Selain untuk menerima gelar kehormatan dari PKNU, Puan juga sekaligus akan melakukan muhibah di Korea Selatan. Ia akan bertemu dengan Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol dan melakukan pertemuan bilateral dengan Ketua DPR Korea Selatan yang baru saja dilantik, Kim Jin-Pyo.

“Kunjungan ini menjadi tonggak eratnya hubungan Indonesia dan Korea Selatan. Tidak hanya hubungan antar-pemerintah namun juga kerja sama antar-parlemen,” kata Puan. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Ditinggal Berjualan, Dapur Mbah Rupini Terbakar, PAC Paron Salurkan Bantuan

  NGAWI – Sebuah bangunan dapur milik Rupini, warga Desa Jambangan, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, terbakar pada ...
KRONIK

Grisa Job Fair, Pemkab Ngawi Sinergikan Bidang Pendidikan dengan Industri

NGAWI – Halaman SMK PGRI 1 Ngawi dipadati pencari kerja dalam gelaran Grisa Job Fair 2026, Rabu (13/5/2026). Tidak ...
KABAR CABANG

Suratun Nasikhah Minta Minimal Satu Kader Muda Masuk Calon Pengurus Ranting PDIP

Suratun Nasikhah meminta minimal satu kader muda masuk komposisi calon pengurus ranting PDIP di tingkat desa. ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Sebut Penanganan Stunting di Surabaya Berhasil karena Gotong Royong

Eri Cahyadi menyebut keberhasilan penanganan stunting di Surabaya lahir dari gotong royong dan kolaborasi berbagai ...
KRONIK

UPRINTIS Futsal League 2026 Sukses Digelar, Mas Ipin Tunggu Full Season Bulan Depan

UPRINTIS Futsal League 2026 di Trenggalek sukses digelar. Novita Hardini siapkan Full Season lebih meriah bulan ...
KRONIK

Bupati Lukman Coba Tanam Padi dengan Rice Transplanter, Dorong Modernisasi Pertanian

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan memperkuat sektor pertanian dengan modernisasi alat dan metode ...