Kamis
10 September 2026 | 3 : 07

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Prihatin Kasus Pencabulan di Lembaga Pendidikan, Renny: Harus Ada Efek Jera Terhadap Pelakunya

pdip-jatim-220528-renny-wasbang-1

KEDIRI – Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur Wara Sundari Renny Pramana menyoroti kasus pencabulan anak yang terjadi beberapa waktu terakhir. Renny prihatin, karena peristiwa pencabulan tersebut justru terjadi lembaga pendidikan yang mengajarkan soal akhlak.

Legislator yang juga Bendahara DPD PDI Perjuangan Jatim ini menyebut ironis, karena kasusnya terjadi di lingkungan sekolah agama dan dilakukan oleh oknum pengajar yang seharusnya menjadi panutan dalam hal perilaku.

Dalam pemahamannya selama ini, jelas Renny, di sekolah agama maupun pondok pesantren selain mendapat pendidikan formal juga mengutamakan akhlak.

Namun melihat beberapa kasus terakhir, bebernya, menggambarkan bahwa di pondok pun tidak aman, karena pelakunya justru tokoh sentral di pondok tersebut, yang seharusnya menjadi panutan bagi santrinya.

Menurut Renny, aksi kekerasan seksual di lingkungan pendidikan seringkali terjadi karena lemahnya pengawasan dari instansi terkait maupun pihak berwajib.

Untuk itu, legislator yang membidangi pendidikan dan kesejahteraan rakyat itu menyebutkan, harus ada kesepakatan bersama, baik dari pemerintah atau masyarakat, untuk memantau langsung pelaksanaan pembelajaran di sekolah umum maupun di pondok pesantren.

“Kita harus duduk bersama dengan goodwill, dan pemerintah harus hadir mengurai dan menyelesaikan bersama agar tidak ada lagi kasus-kasus seperti di Jombang, Banyuwangi dan Batu,” kata Renny, saat di Kota Kediri, Senin (18/7/2022).

Mantan Ketua DPRD Kota Kediri ini menambahkan, kasus dugaan kekerasan seksual yang terjadi di salah satu SMA wilayah Batu Malang mendapat perhatian dari Komisi E DPRD Jatim.

“Bahkan Komisi E turun ke sana, beberapa kali kesana. Akhirnya kira koordinasi dengan Kapolda, juga dengan pimpinan kepolisian di Kota Batu. Ini tidak bisa dibiarkan karena sangat keterlaluan,” sebutnya.

Pihaknya pun mengapresiasi apa yang sudah dilakukan oleh aparat kepolisian, yang telah melakukan penindakan terhadap siapa pun pelaku kekerasan seksual untuk memberikan efek jera.

“Harus ada efek jera terhadap siapa pun pelaku kekerasan seksual. Tidak boleh pandang bulu seperti halnya di Jombang. Itu saya sangat mengapresiasi ketegasan aparat, dengan telaten, sabar dan santun tanpa harus menggunakan kekerasan bisa menangkap pelakunya,” kata Renny. (putera/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Dampak Kemarau Panjang, DPC Tuban Salurkan Bantuan Air Bersih ke Desa Penambangan

TUBAN – Dampak kemarau panjang kian meluas dan memperparah krisis air bersih di wilayah Kabupaten Tuban, Jawa ...
LEGISLATIF

DPRD Magetan Evaluasi Perubahan KUA-PPAS 2026 Bersama Dinas Koperasi dan UMKM, Apa yang Baru?

​MAGETAN – Komisi B DPRD Kabupaten Magetan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Koperasi, Usaha ...
KRONIK

Airlangga Pribadi Kusman Meninggal, Deni Wicaksono: Indonesia Kehilangan Sosok Visioner

SURABAYA – Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Deni Wicaksono menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya ...
LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan Ngawi Soroti Perubahan Desil Warga, Keluhan Mengalir

NGAWI – Perubahan data desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) menjadi perhatian Fraksi PDI ...
KRONIK

Candra Soroti Tata Kelola Pupuk dan Serapan Tembakau di Jember

JEMBER – Ketua Komisi B DPRD Jember, Candra Ary Fianto, meminta Dinas Pertanian memperbaiki tata kelola pupuk ...
EKSEKUTIF

Mas Ipin Turun Langsung Pastikan Bantuan Tepat Sasaran untuk Warga Tak Mampu

Bupati Trenggalek M. Nur Arifin turun langsung ke pelosok Desa Melis untuk memastikan bantuan tepat sasaran bagi ...