Rabu
22 Juli 2026 | 6 : 10

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Pemerintah Hapus THL, Banteng Banyuwangi Minta Pemda Jamin Tenaga Honorer yang Tak Masuk PPPK

PDIP-Jatim Eko H. 04072022

BANYUWANGI – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Banyuwangi, Eko Hariyono, memberi perhatian serius terhadap penghapusan Tenaga Honorer Lepas (THL) oleh pemerintah. Ia meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi untuk memikirkan nasib tenaga honorer yang tidak terakomodir/diterima menjadi pegawai PKKK.

Penghapusan tentang tenaga honorer itu sendiri telah tertuang dalam Surat Edaran (SE) Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) No.: B/185/M.SM.02.03/2022 perihal Status Kepegawaian di Lingkungan Instansi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

Eko juga menjelaskan, keberadaan tenaga honorer atau THL masih dibutuhkan untuk mendukung kinerja pemerintah daerah, bahkan untuk gaji THL di lingkungan Pemkab Banyuwangi tidak membebani APBN.

Pihaknya juga mendorong pihak eksekutif daerah untuk menolak rencana penghapusan tenaga honorer atau THL di lingkungan Pemkab Banyuwangi.

“Saya melihat tenaga honorer atau THL di Banyuwangi masih dibutuhkan oleh sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Maka kalau keberadaan tenaga honorer itu dihapus akan banyak THL yang kehilangan posisinya, tapi kalau mereka para tenaga honorer itu diterima jadi PKKK tidak masalah. Namun kalau tidak, maka pemkab harus bertanggug jawab memikirkan keberadaan mereka selanjutnya,” ujar Eko, Senin (4/7/2022).

“Bahkan kami, Fraksi PDI Perjuangan dengan tegas menolak rencana penghapusan THL tersebut, dan akan mendorong Pemkab Banyuwangi untuk berkomunikasi dengan pusat agar penghapusan tenaga honorer bisa dikaji ulang,” tambah Eko.

Pemerintah Pusat seharusnya melihat kebutuhan di daerah. Tidak hanya itu, kebijakan yang dikeluarkan oleh Menpan RB bisa menjadi boomerang bagi pemerintah daerah.

Pasalnya, secara tidak langsung akan terjadi gejolak menyusul penghapusan honorer. Dan pemerintah daerahlah yang nantinya akan menghadapi para honorer secara langsung.

“Penghapusan honorer atau THL bukan solusi yang tepat dan kondisi ini sangat tidak kondusif bagi daerah,“ terang politisi PDI Perjuangan asal Kecamatan Purwoharjo ini.

Selain itu, dampak penghapusan tersebut akan menimbulkan permasalahan sosial karena jika dihapus secara serempak menyebabkan banyaknya pengangguran di daerah.

“Sebagaimana diketahui, saat ini di Banyuwangi ada ribuan tenaga honorer yang tersebar di berbagai instansi dan OPD. Mereka sekarang sedang mengalami keresahan dengan adanya SE Menpan RB tersebut. Jika ada jaminan mereka semua bakal dijadikan PKKK atau PNS, itu justru lebih baik. Namun bila tidak, tentu mereka akan kehilangan pekerjaannya,” pungkasnya. (ryo/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Syaifuddin Zuhri Dorong Turnamen Usia Dini Digelar Rutin untuk Cetak Pesepak Bola Berkualitas

SURABAYA – Ketua DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri mendorong turnamen sepak bola usia dini digelar secara rutin ...
KABAR CABANG

DPC Bojonegoro Gandeng Praktisi, Latih Petani Bikin Pupuk Organik Murah Meriah

BOJONEGORO – Upaya menjaga ketahanan pangan dan merespons tingginya harga pupuk kimia terus dilakukan di daerah. ...
KRONIK

Sambut Bulan Kemerdekaan, Bupati Lukman Pimpin ASN Percantik Kota Bangkalan

BANGKALAN – Menyambut Bulan Kemerdekaan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan menggerakkan aparatur sipil negara ...
EKSEKUTIF

Pemkab Ngawi Siapkan Regulasi Mengemudi Sepeda Motor bagi Anak Usia 17 Tahun Ke Bawah

NGAWI – Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono mengaku prihatin atas meningkatnya kasus kecelakaan lalu lintas yang ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Tinjau Lahan Calon Hotel Haji Pertama di Indonesia Dekat Bandara Dhoho

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana meninjau lahan calon hotel haji pertama di Indonesia di dekat Bandara ...
LEGISLATIF

Asmadi Minta UMKM Dilibatkan dalam Revitalisasi GOR Ganesha, Pedagang Lama Harus Diprioritaskan

BATU – Ketua Komisi B DPRD Kota Batu, Asmadi, meminta Pemerintah Kota Batu melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, ...