Sabtu
05 September 2026 | 11 : 44

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Antisipasi Hepatitis Akut, Armuji Pastikan Infrastruktur Kesehatan Kota Surabaya Siap

PDIP-Jatim Armuji 07052022

SURABAYA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Dirjen P2P) mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor HK.02.02/C/2515/2022 tentang Kewaspadaan terhadap Penemuan Kasus Hepatitis Akut yang Tidak Diketahui Etiologinya (Acute Hepatitis Of Unknown Aetiology). SE tersebut ditandatangani oleh Direktur Jenderal (Dirjen) P2P Maxi Rein Rondonuwu pada 27 April 2022 lalu.

SE tersebut juga dimaksudkan untuk meningkatkan dukungan pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, kantor kesehatan pelabuhan, sumber daya manusia (SDM) kesehatan, dan para pemangku kepentingan terkait kewaspadaan dini penemuan kasus Hepatitis Akut yang Tidak Diketahui Etiologinya

Sedangkan dari data Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) Jawa Timur, pada minggu pertama hingga minggu ke-17 tahun 2022 (per 4 Mei 2022), telah ditemukan 114 kasus suspek atau menunjukkan gejala jaundice (kuning) akut atau hepatitis akut di 18 kabupaten/kota di Jawa Timur.

Merespon hal tersebut, Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, menyebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Kesehatan Kota Surabaya telah menyiapkan 63 puskesmas untuk melayani warga selama libur Lebaran, 22 puskesmas, di antaranya, disiapkan layanan rawat inap.

“Sementara di Kota Surabaya belum ada suspek, tapi kami meminta agar masyarakat tetap waspada namun tidak panik karena sudah disiapkan standar pelayanannya,” kata Armuji.

Gejala klinis yang ditunjukkan, di antaranya, peningkatan enzim hati, sindrom jaundice (penyakit kuning) penyakit kuning akut, gejala gastrointestinal (nyeri abdomen, diare dan muntah – muntah). Sebagian besar kasus tidak ditemukan gejala demam.

“Melalui puskesmas, kita sosialisasikan dan tingkatkan kesadaran masyarakat terhadap pola hidup bersih dan sehat. selain itu, penguatan surveilans oleh tenaga kesehatan dan segenap kader di masyarakat akan selalu diupgrade,” tegas Cak Ji, sapaan akrabnya.

Menurut data, rata-rata yang terserang hepatitis akut adalah anak dengan usia 1 bulan hingga 16 tahun. Sehingga apabila menemukan gejala-gejala klinis, orang tua segera melaporkan ke puskesmas terdekat agar bisa diambil tindakan awal.

“Sing tenang yo rek, tapi tetep waspada. Pemerintah Kota Surabaya wis mapan infrastruktur kesehatane gawe warga Surabaya,” imbuh politisi PDI Perjuangan itu. (dhani/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Hasto Ingatkan Ancaman Populisme Otoriter, Dorong Lima Agenda Ketahanan Demokrasi

YOGYAKARTA – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengingatkan menguatnya populisme otoriter dapat ...
KRONIK

Pantau Langsung Kebakaran Kawah Ijen, Bupati Ipuk Ajukan Helikopter Water Bombing

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, memantau langsung lokasi kebakaran di Kawsan Pegunungan Ijen, ...
KRONIK

Bupati Fauzi Lantik 4 Kepala OPD, Tekankan Integritas dan Pelayanan Terbaik untuk Rakyat

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, melantik empat pejabat pimpinan tinggi pratama (JPTP) di ...
KABAR CABANG

Formasi Baru Terbentuk, Ranting dan Anak Ranting se-Kecamatan Pagerwojo Siap Menangkan Pemilu 2029

TULUNGAGUNG – Pengurus Ranting dan Anak Ranting PDI Perjuangan se-Kecamatan Pagerwojo masa bakti 2026-2031 resmi ...
LEGISLATIF

Tambahan Fiskal Rp223 Miliar di P-APBD Jember 2026, PDIP: Apa Manfaat Nyatanya Buat Warga?

JEMBER – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Jember mempertanyakan manfaat tambahan ruang fiskal sekitar Rp223,12 ...
OLAHRAGA

Trenggalek Bertekad Tembus 10 Besar Porprov Jatim 2027

KONI Trenggalek menargetkan masuk 10 besar Porprov Jatim 2027 meski anggaran terbatas. Dari 40 atlet yang siap ...