Kamis
23 Juli 2026 | 7 : 48

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Jatim Jadi Prioritas Penurunan Stunting, Sri Untari: Kita akan Monitoring Tiap Daerah

pdip-jatim-211102-untari-reses-kopwan

SURABAYA – Persoalan stunting masih menjadi fokus utama dari pemerintah pusat. Seperti diketahui, saat ini Jawa Timur menjadi salah satu dari 12 provinsi prioritas yang memiliki prevalensi tertinggi di Indonesia.

Berdasarkan data Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021, terdapat 4 kabupaten di Jawa Timur yang masih berada di kategori merah dengan prevalensi di atas 30 persen, yakni Bangkalan, Pamekasan, Bondowoso, dan Lumajang.

Menanggapi hal tersebut, anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur, Sri Untari Bisowarno, mengatakan, kurang maksimalnya penurunan stunting dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Mulai dari kesulitan ekonomi, hingga kultur masyarakat di suatu daerah.

Misalnya, budaya menikahkan anak di usia dini yang masih kerap terjadi. Padahal di usia tersebut, kondisi emosional anak masih belum stabil. Jika terjadi kehamilan, juga lebih rentan mengalami anemia dan preeklamsia yang memengaruhi kondisi perkembangan janin, dan berisiko mengalami masalah tumbuh kembang saat lahir, seperti stunting.

“Kultur yang terbangun di tempat stunting yang masih tinggi itu adalah kultur yang sifatnya subordinatnya tinggi, sehingga menjadikan banyak masyarakat masih sangat jauh tertinggal. Dimulai dari pernikahan dini, usia 13 tahun sudah dinikahkan, ini ovarium dan rahimnya itu belum matang,” ujarnya, Jumat (1/4/2022).

Untuk itu, tambah Untari, perlu adanya perhatian penuh dari seluruh pihak dalam mengatasi hal tersebut. Ia pun meminta tiap pemerintah daerah melakukan monitoring, mulai dari tingkat RW untuk memastikan kesehatan tiap warganya. Upaya perbaikan gizi juga harus terus dilakukan dan dimulai dari tahap pencegahan, hingga penanganannya.

“Negara memberikan perhatian penuh pada stunting ini dengan tujuan untuk membuatnya menghilang, karena setiap warga ini kan berhak untuk sembuh, dan kesehatan itu juga tanggung jawab negara,” ujar anggota Komisi E itu.

“Bagaimana kesehatan calon ayah dan ibu? Ini yang penting dan menjadi perhatian bagi pemerintah-pemerintah daerah. Keluarga-keluarga stunting ini dicari, dibantu melalui makanan, susu, makanan tambahan, yang semuanya itu berimplikasi kepada perbaikan gizi yang menyebabkan anak-anak ini menjadi lebih baik kesehatannya,” imbuhnya.

Selain itu, pihaknya juga telah bertemu dengan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur dan mengalokasikan dana sekira 38 miliar untuk program penanganan stunting di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur.

“Kami sudah bicara dengan Dinas Sosial melalui program yang kita alokasikan di Dinas Kesehatan itu untuk monitoring ibu hamil dan stunting. Jadi, tinggal nanti implementasinya yang kita harus monitoring,” pungkasnya. (nia/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Dukung Sekolah Terintegrasi, Fraksi PDIP DPRD Kabupaten Malang Tolak Pengambilalihan Aset Daerah

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Malang mendukung pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi dan Sekolah Rakyat, ...
RUANG MERAH

Menghitung Genarasi Emas dari Lambung

Oleh Martin Rachmanto ADA sebuah fragmen ingatan yang abadi dari dekade 1950-an, ketika halaman Istana Negara belum ...
KRONIK

Hari Anak Nasional 2026, PDI Perjuangan Tegaskan Komitmen Wujudkan Generasi Emas

JAKARTA — PDI Perjuangan menyampaikan pesan penting dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026. Partai ...
KRONIK

Banyuwangi Asri, Ribuan Warga Bergerak Bersihkan Pantai Ancol Plengsengan

BANYUWANGI – Lebih dari seribu orang bergerak membersihkan pantai di kawasan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Minta Pemeriksaan Dugaan Penyimpangan Dana Rp8 Miliar di KBS Dituntaskan

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta proses pemeriksaan dugaan penggunaan dana tidak wajar sekitar Rp8 ...
LEGISLATIF

Perkuat Tata Kelola Pengadaan, Candra Minta Pemkab Jember Tindak Lanjuti Rekomendasi MCP KPK

JEMBER – Ketua Komisi B DPRD Jember, Candra Ary Fianto, meminta Pemerintah Kabupaten Jember segera menindaklanjuti ...