Rabu
13 Mei 2026 | 3 : 05

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Ketua DPRD Jatim Dukung Usulan Syiir Yaa Lal Wathan Jadi Lagu Nasional

pdip-jatim-malam-selikuran-04-kusnadi

SURABAYA – Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur Kusnadi mendukung usulan syiir Yaa Lal Wathan menjadi lagu nasional. Dukungan itu diwujudkan dengan turut memberikan rekomendasi sebagai salah satu syarat pengajuan lagu Yaa Lal Wathan menjadi lagu nasional.

“Sebagai Ketua DPRD Jatim yang notabene adalah wakil rakyat, saya tentu wajib merekomendasi dan mendukung lagu Yaa Lal Wathan menjadi lagu nasional,” ujar Kusnadi di Surabaya, Sabtu (5/3/2022).

Menurut Kusnadi, lagu kebanggaan warga NU memiliki makna yang dalam, baik semangat nasionalisme maupun spiritual. Sejumlah dokumen pendukung juga dinilai sudah layak.

“Dokumen yang menyertai permohonan tersebut juga sudah layak. Ada hak cipta lagu dari Kemenkum HAM dan mayoritas warga Jatim juga berharap,” bebernya.

Legislator yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim ini menuturkan, syiir lagu yang diciptakan salah satu pendiri NU KH Abdul Wahab Chasbullah ini cukup kental dengan semangat kebangsaan Indonesia.

Apalagi lagu ini karya warga Jatim sehingga akan menjadi kebanggaan Jatim bisa memberikan sumbangsih yang tak ternilai bagi bangsa Indonesia.

“Semangat yang digelorakan dalam syair lagu ini sangat identik untuk persatuan dan kesatuan. Semangatnya sangat pas untuk kondisi bangsa dalam kesatuan NKRI. Saya sangat mendukung lagu ini menjadi lagu nasional,” tandas Kusnadi.

Sementara itu, KH Soleh Hayat salah satu anggota tim kecil PWNU Jatim yang ditugaskan untuk mengurus lagu Yaa Lal Wathan atau populer dengan sebutan Shubbanul Wathon menjadi lagu nasional, mengatakan bahwa gagasan itu muncul saat PWNU Jatim menggelar muswil di Paiton Probolinggo tahun 2019 silam.

“Menindaklanjuti hasil Muswil itu, kami ajukan lagu Yaa Lal Wathon ke Dirjen Kekayaan Intelektual Kemenkum HAM, dan Alhamdulillah sudah keluar nomor sebagai Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) Mbah Wahab Chasbullah,” ujar Sholeh Hayat.

Lebih jauh mantan anggota DPRD Jatim ini menjelaskan, bahwa persyaratan pengajuan lagu Yaa Lal Wathan menjadi lagu nasional itu cukup banyak. Diantaranya adalah mendapat rekomendasi dari DPRD Jatim, Gubernur Jatim dan PBNU.

Tim kecil PWNU Jatim ini, Rabu (2/3/2022) mendatangi Ketua DPRD Jatim Kusnadi terkait rekomendasi dukungan agar lagu tersebut menjadi lagu nasional

“Alhamdulillah surat rekomendasi dari Ketua DPRD Jatim Pak Kusnadi sudah kita dapatkan. Sementara dari Gubernur Khofifah dan Ketua PBNU masih dalam proses. Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah komplet semua rekomendasinya,” harap Soleh Hayat, kepada media.

Setelah rekomendasi nantinya komplet, surat pengajuan itu akan diajukan ke Presiden RI Joko Widodo melalui menteri sekretaris negara. Tim kecil yang beranggotakan Prof Muzakki, Makruf Syah, Moh Qodri, KH FahrurbRozi dan Soleh Hayat nantinya akan ke Jakarta untuk mengajukan surat tersebut.

“Kami optimis pengajuan itu akan disetujui, sebab Presiden Jokowi dalam satu kesempatan saat kunjungan ke Kaltim pernah menyinggung bahwa jasa NU sangat besar bagi bangsa Indonesia. Salah satunya NU memiliki lagu mars yang isinya Hubbul Wathon Minal Iman atau cinta tanah air itu sebagian dari iman,” tutupnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Program Banyuwangi Hijau Layani 23.410 Rumah Tangga, Kelola Sampah Secara Sirkular

BANYUWANGI – Program Banyuwangi Hijau yang mengelola sampah secara sirkular terus mendapatkan animo positif dari ...
LEGISLATIF

Eri Irawan Inisiasi “Sekolah Sampah”, Dorong Warga Surabaya Mulai Pilah Sampah dari Rumah

Eri Irawan menginisiasi “Sekolah Sampah” untuk mendorong warga Surabaya memilah dan mengelola sampah dari rumah. ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi: Pemimpin Bukan Dinilai dari Penghargaan, Tapi Dampaknya bagi Rakyat

Eri Cahyadi menegaskan pemimpin sejati tidak diukur dari penghargaan, tetapi dampaknya terhadap kesejahteraan ...
KRONIK

Sensus Ekonomi 2026, Bupati Fauzi Ajak Masyarakat Memberikan Data yang Benar dan Jujur

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menyambut baik Sensus Ekonomi 2026 yang dilaksanakan oleh Badan ...
LEGISLATIF

Novita Hardini Minta Pengawasan Daycare Diperketat usai Kasus Kekerasan Anak di Yogyakarta

Novita Hardini meminta pengawasan daycare diperketat usai kasus dugaan kekerasan anak di Yogyakarta menjadi sorotan ...
LEGISLATIF

DPRD Surabaya Kurangi Undangan Reses dari 250 Jadi 200 Orang per Titik

DPRD Surabaya mengurangi jumlah undangan reses dari 250 menjadi 200 orang per titik demi efektivitas dan efisiensi ...