Jumat
17 Juli 2026 | 11 : 20

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Banyuwangi Gelar Vaksinasi Anak, Ipuk: Ini Cara Kita Agar PTM Lebih Terjamin

PDIP-Jatim-Bupati-Ipuk-16122021

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi mulai melaksanakan vaksinasi Covid-19 untuk anak usia 6-11 tahun. Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, meninjau langsung pelaksanaan perdana di SDN 4 Penganjuran, Rabu (15/12/2021). Pelaksanaan vaksinasi anak di Banyuwangi tersebut juga dipantau langsung Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara virtual.

Dalam dialog virtual, Khofifah mengatakan, vaksinasi Covid-19 untuk anak usia 6-11 tahun ini telah melewati proses pengujian yang panjang dan penuh kehati-hatian. Ia meminta seluruh daerah untuk segera melakukan percepatan kegiatan vaksinasi Covid-19.

Saat ini belum semua kabupaten/kota di Jatim bisa melaksanakan vaksinasi Covid-19 untuk anak. Banyuwangi bisa melakukan vaksinasi anak karena telah memenuhi ketentuan dari Kementerian Kesehatan. Yakni capaian vaksinasi dosis satu telah mencapai 70 persen, dan capaian vaksinasi lansia minimal 60 persen.

“Mohon vaksinasi anak ini disegerakan. Kami akan terus mendukung ketersediaan vaksinnya. Insya Allah sore ini kita akan mendapatkan kiriman vaksin lagi dari pusat dan segera didistribusikan,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Ipuk menyatakan, bahwa Banyuwangi siap melaksanakan vaksinasi covid 19 untuk usia anak. Bersama jajarannya, Bupati Ipuk berkomitmen untuk memasifkan vaksin ke sekolah-sekolah.

“Bismillah, hari ini kita mulai melaksanakan vaksinasi untuk anak usia 6-11 tahun. Hari ini digelar di dua sekolah dengan menyasar 300 siswa. Insya Allah besok (16/12) akan kita laksanakan lebih masif di sekolah-sekolah,” kata Ipuk.

Politisi PDI Perjuangan itu sangat senang karena vaksinasi ini disambut antusias oleh pihak sekolah. Selain itu, siswa-siswa juga terlihat siap menyambut program ini. Ipuk pun menyemangati mereka.

“Rasanya bagaimana divaksin?” tanya Ipuk kepada Jacklin Junior, siswa kelas 6 yang baru saja disuntik.

“Tadinya grogi, Bu. Tapi ternyata enggak sakit sama sekali. Seperti tidak disuntik. Gak perlu takut kok,” kata Jacklin bersemangat.

“Ayo teman-teman segera vaksin biar enggak kena Covid-19. Enggak sakit kok,” lanjut Jacklin menyemangati teman-temannya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Ipuk berpesan agar agar pihak sekolah dan orang tua siswa mendukung pelaksanaan dan percepatan vaksin covid 19 di kalangan anak. Ini perlu diperlukan untuk membentengi anak dari risiko penularan.

“Ini adalah cara kita agar pembelajaran tatap muka lebih terjamin dari sisi kesehatan,” pesan Bupati Ipuk.

“Saya juga meminta agar semua guru dan puskesmas lebih memperhatikan gejala KIPI untuk anak-anak. Segera laporkan kalau ada gejala, kita semua harus tanggap,” imbuhnya.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, Amir Hidayat, menyebut total sasaran vaksinasi anak di Banyuwangi sebanyak 146.127 anak. Vaksin yang digunakan untuk anak ini adalah sinovac. Dengan ketentuan, diberikan sebanyak 2 kali dengan interval 28 hari, serta diawali dengan proses skrining kesehatan sesuai dengan format standar yang berlaku.

“Vaksinasi akan kami lakukan berbasis sekolah. Jadi, nanti tenaga kesehatan yang akan datang ke sekolah untuk melakukan vaksinasi,” kata Amir.

Amir menjelaskan, vaksinasi untuk anak ini akan dilakukan dalam beberapa tahap, sembari menunggu interval pemberian vaksinasi reguler yang lainnya. Mengingat Banyuwangi baru saja menggelar kegiatan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). Program BIAS ini dilakukan untuk memberikan perlindungan kepada anak-anak usia SD terhadap penyakit campak, difteri, dan tetanus (DT).

“Anak-anak yang baru saja mendapatkan vaksin dalam program BIAS, harus menunggu jeda minimal satu bulan. Setelah itu baru bisa mendapatkan vaksinasi Covid-19. Maka tahap pertama ini, sasaran utama kita adalah anak-anak yang belum mengikuti BIAS atau sudah, namun telah melewati interval satu bulan tersebut,” kata Amir.

Mengacu data dari Dinas Kesehatan Provinsi Jatim per 13 Oktober 2021, capaian vaksinasi covid 19 dosis 1 di Banyuwangi sebesar 78,34 persen. Sementara untuk dosis 1 di lansia sebesar 70,99 persen. (set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

HEADLINE

Panitia Bidik Soekarno Cup 2026 Jadi Turnamen Berstandar Nasional

Panitia Soekarno Cup 2026 optimistis turnamen sepak bola usia muda ini menjadi kompetisi berstandar nasional ...
LEGISLATIF

Lengkap, Ini Pandangan Umum Fraksi PDIP DPRD Lumajang Terhadap Raperda P-APBD 2026

LUMAJANG – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Lumajang menyampaikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kabupaten ...
LEGISLATIF

DPRD Surabaya Ingatkan Keberhasilan Hotline Ditentukan Respons Cepat dan Tindak Lanjut Aduan

DPRD Kota Surabaya menegaskan keberhasilan program hotline Pemkot Surabaya bergantung pada komitmen menindaklanjuti ...
KABAR CABANG

Terus Bergerak dari Akar, DPC Magetan Mantapkan Penguatan Struktur

MAGETAN – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan terus melanjutkan tahapan agenda Musyawarah Ranting dan Anak Ranting ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP Desak Bappeda Kaji Ulang Rencana Pemindahan Lokasi Alun-Alun Kabupaten Malang

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Malang meminta Bappeda mengkaji ulang rencana pemindahan lokasi Alun-Alun ...
KABAR CABANG

Wujudkan “Rumah Rakyat”, Kantor DPC Tuban Jadi Tempat Menginap Atlet Pencak Silat

TUBAN – Kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tuban dialihfungsikan sementara sebagai tempat ...