Minggu
06 September 2026 | 3 : 17

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Panja Pupuk Bersubsi DPR RI Bertemu Kelompok Tani Se-Mojokerto, Mindo: Kita Ingin Tahu Permasalahannya Secara Komprehensif

PDIP-Jatim-Mindo-Panja-11112021

MOJOKERTO – Dalam upaya untuk menyelesaikan permasalah pupuk bersubsidi yang selama ini dirasakan oleh masyarakat, terutama kelompok tani di Indonesia, anggota Komisi IV DPR RI, Mindo Sianipar, pimpin Panitia Kerja (Panja) Pupuk Bersubsidi dan Kartu Tani Komisi IV DPR RI ke Kabupaten Mojokerto dengan agenda bertemu para pengecer pupuk, Perusahaan Perdagangan lndonesia (PPI), distributor hingga kelompok tani se-Kabupaten Mojokerto di KUD Kemlagi, Kabupaten Mojokerto, Kamis (10/11/2021).

Ketua Bidang Koperasi dan Peningkatan Kesejahteraan Rakyat DPP PDI Perjuangan ini menjelaskan, rangkaian kegiatan ini bertujuan untuk mencari akar permasalahan pupuk bersubsidi yang terjadi di masyarakat, sehingga DPR RI bisa menganalisa dan memberikan jalan keluar dari masalah tersebut.

“Kita temui PPI, distributor juga kelompok tani untuk mencari tahu apa sih masalahnya? Supaya kita tahu bagaimana cara mengatasinya. Kita tidak mencari kesalahan tentang susahnya pupuk bersubsidi, tapi kita hanya ingin tahu bagaimana cara mengatasi ini? Apa yang terjadi di masyarakat?” terang Mindo seusai acara.

Mekanismenya, tambah politisi yang akrab dipanggil Bang Mindo ini, melakukan dialog dengan membuat pertanyaan yang nantinya akan dijawab secara tertulis oleh PPl, distributor, dan pengecer sebagai bahan kajian komisi IV di Jakarta.

“Masing-masing distributor, pengecer dan PPI mewakili satu kecamatan dengan dibuat pertanyaan tertulis. Mereka jawab segera. Pertanyaan ke distributor mereka jawab segera secara tertulis. Ini yang kita kumpulkan, kita kaji di Jakarta supaya punya data valid dari satu kabupaten,” ujarnya.

Langkah tersebut dilakukan untuk menguatkan data sebagai bahan kajian dan evaluasi untuk mencari solusi yang efektif dalam mengatasi permasalahan pupuk bersubsidi dan kartu tani yang akan diterima masyatakat.

“Cara ini bisa menjadi data kita untuk mengkaji ulang untuk memberikan solusi bagi masyarakat dan kelompok tani, karena masalah pupuk bersubsidi dan kartu tani ini banyak dikeluhkan oleh masyarakat,” terangnya.

Pertemuan tersebut, selain dihadiri kelompok tani, pengecer, PPI, dan distributor pupuk, turut hadir Dirjen PSP, Dirut Pupuk Indonesia, dan Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati.

Usai kegiatan Panja tersebut, Mindo mengajak Dirjen PSP, Dirut Pupuk Indonesia, dan Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati, untuk meninjau Agro Edukasi MSP di Karangdiyeng, Kutorejo Kabupaten Mojokerto yang akan digunakan sebagai percontohan skala nasional Pusat Pendidikan Peternakan, Perikanan dan Pertanian Terpadu (PPPPPT). (arul/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Kekeringan Tahunan di Tuban, Fraksi PDI Perjuangan Dorong Pembangunan Embung dan Pipanisasi

​TUBAN — Kekeringan berdampak krisis air bersih terjadi saban tahun di sebagian wilayah Kabupaten Tuban. Diperlukan ...
BERITA TERKINI

Novita: Budaya Harus Jadi Kekuatan Ekonomi, Infrastruktur Wajib Jadi Prioritas

JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini mendorong agar kebudayaan tidak berhenti sebagai atraksi yang ...
KABAR CABANG

PDI Perjuangan Trenggalek Gelontor Ribuan Liter Air Bersih, Sehari Lima Desa Jadi Sasaran

TRENGGALEK – PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek menggelontorkan ribuan liter air bersih ke desa-desa yang ...
KRONIK

Banyuwangi Gelar “Festival Literasi Using”, Upaya Lestarikan Bahasa Daerah

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi menggelar Festival Literasi Using. Ajang ini menjadi cara ...
LEGISLATIF

Model Malang Berhasil, Untari Akan Perluas Pelestarian Aksara Jawa ke Seluruh Sekolah di Jatim

MALANG – Keberhasilan penerapan model pembelajaran dan pelestarian aksara Jawa di sejumlah sekolah di Malang ...
KRONIK

Waktu Tinggal Tiga Bulan, Widarto Pesimistis APBD Jember 2026 Terserap Optimal

JEMBER – Tambahan ruang fiskal Kabupaten Jember mencapai ratusan miliar rupiah. Namun, waktu untuk membelanjakannya ...