Selasa
21 Juli 2026 | 8 : 38

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Daniel Rohi Soal Pengembangan Wisata Desa, Ini Konsep yang Harus Dikedepankan

pdip-jatim-211101-daniel-reses-1

BATU – “Sustainable tourism”. Konsep itu yang dikatakan anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur Daniel Rohi, harus dikedepankan dalam pengembangan wisata desa.

Menurut Daniel, konsep pariwisata berkelanjutan ini sebagaimana tertuang dalam Rancangan Peraturan Daerah Jatim mengenai Desa Wisata yang sekarang masih digodok DPRD Jatim.

“Spirit dari Perda ini adalah bagaimana pengembangan pariwisata di desa itu dengan konsep yang jelas. Kita tawarkan sustainable tourism, pariwisata berbasis lingkungan,” ungkap Daniel, saat menggelar reses di Kafe Kulinomrono, Desa Beji, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Minggu.

Segmen pariwisata, lanjutnya, berkembang pesat sebelum terjadinya pandemi Covid-19. Seperti di Kota Batu, bagaimana sektor pariwisata benar-benar dikembangkan untuk bisa menarik minat wisatawan.

Namun selama pandemi Covid-19, sektor pariwisata menjadi lesu. Termasuk di Kota Batu yang perekonomiannya ditopang oleh sektor pariwisata, sangat terdampak secara langsung.

Oleh sebab itu, melalui prinsip sustainable tourism ini, sebut Daniel, dapat menjadi jawaban mengenai bagaimana pengembangan sektor pariwisata dan tatanan masyarakat lokal dapat berjalan secara beriringan.

“Spirit kita adalah ketika mereka melakukan usaha desa wisata ini, bahwa pariwisata yang dibangun tidak hanya mendatangkan kedatangan ekonomi semata. Tapi di saat yang sama tidak boleh mengganggu tatanan sosial yang ada,” bebernya.

Secara khusus, terang dia, bagaimana pengembangan desa wisata ini dapat berdampak secara langsung terhadap taraf kesejahteraan masyarakat sekitar.

“Pariwisata harus berpihak, saya salah satu orang yang tegas menyatakan, bahwa penduduk lokal adalah pihak yang harus mendapatkan manfaat paling besar dari keberadaan destinasi pariwisata,” kata Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur tersebut.

“Kalau desa wisata itu kita atur dalam Perda, itu tidak boleh mengubah tatanan masyarakat setempatu. Artinya kalau masyarakat itu petani ya biar tetap jadi petani. Jangan lahan pertaniannya diubah menjadi pariwisata,” tambah dia.

Sehingga pengembangan destinasi wisata, terutama di Kota Batu, lanjut Daniel, tidak hanya sekadar menarik wisatawan, tapi juga menghidupkan sektor-sektor perekonomian lain seperti pertanian, perikanan, dan UMKM yang ada di sekitarnya.

Pengembangan pariwisata di Kota Batu, imbuh Daniel, harus sesuai dengan karakteristik Batu sebagai daerah pertanian. Karena itu, agrowisata tetap menjadi prioritas sehingga perlu diperketat pengawasan terhadap alih fungsi lahan, dan lahan pertanian produktif perlu lestarikan. (ace/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

HEADLINE

Hasto: Program MBG Lebih Efektif Jika Libatkan Warung dan UMKM Lokal

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menilai Program Makan Bergizi Gratis akan lebih efektif jika melibatkan ...
KRONIK

Dongkrak UMKM, Business Matching BEC x SCF Capai Rp 1,22 Miliar

BANYUWANGI – Kolaborasi Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) yang digelar Pemkab Banyuwangi dan Sekarkijang Creative ...
EKSEKUTIF

Bupati Gresik Cup 2026, Wadah Menjaring dan Mengasah Kemampuan Atlet

GRESIK – Sebanyak 1.413 atlet resmi memulai persaingan di Bupati Gresik Cup 2026. Ajang ini sebagai wadah menjaring ...
UMKM

DPRD Kabupaten Pasuruan Kemas Produk UMKM Jadi Oleh-oleh untuk Tamu Kedinasan

KABUPATEN PASURUAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasuruan terus menunjukkan komitmen nyata ...
KRONIK

RedTalks Segera Hadir, Ajak Generasi Muda Kupas Nasionalisme di Era Modern

SURABAYA – Di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi digital, makna nasionalisme terus ...
KABAR CABANG

Malam Ketika Sepak Bola Membuat Orang-orang Blitar Duduk Bersama

DINI hari biasanya identik dengan jalanan yang lengang. Tetapi Senin (20/7/2026), halaman Kantor DPC PDI Perjuangan ...