Minggu
13 September 2026 | 7 : 26

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Bupati Ngawi: Aplikasi PeduliLindungi jadi Syarat Kegiatan Wisata

pdip-jatim-bupati-ngawi-021021-ony-anwar-harsono

NGAWI – Turunnya kasus Covid-19 dan status pemberlakuan PPKM di Kabupaten Ngawi membawa angin segar di beberapa aspek kehidupan masyarakat. Bermacam kegiatan masyarakat berangsur mendapatkan kelonggaran.

Seperti pelaksanaan kegiatan sosial kemasyarakatan. Hajatan, resepsi pernikahan sudah diizinkan Pemkab Ngawi. Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di ruang kelas pun sudah berangsur digelar. Kendati dalam pelaksanaannya, harus disertai beragam penyesuaian agar tetap aman dari Covid-19.

Demikan halnya sektor kepariwisataan. Pemkab Ngawi segera memulai relaksasi tempat wisata direncanakan pekan depan. “Insyaallah mulai pekan depan relaksasi tempat wisata mulai dilakukan,” katanya kepada awak media, usai upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Jumat (1/10/2021).

Bupati Ony menjelaskan, guna memberikan rasa aman dari paparan virus Covid-19, penggunaan aplikasi PeduliLindungi diwajibkan sebagai salah satu prasyarat berkegiatan di objek wisata.

“Aplikasi PeduliLindungi nantinya menjadi semacam tools kegiatan di tempat wisata,” jelas Bupati Ony.

Bupati yang diusung PDI Perjuangan itu juga menjelaskan, sebagai persiapan relaksasi tempat wisata, saat ini Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Ngawi, telah menyosialisasikan penggunaan aplikasi PeduliLindungi kepada pengelola tempat wisata.

“Sesuai dengan arahan Kementerian Kesehatan dan Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi,” ujarnya.

Masih terkait Aplikasi PeduliLindungi, Bupati Ony mengungkapkan, aplikasi deteksi sebaran covid-19 berdasarkan lokasi pengguna itu nantinya juga akan diberlakukan sebagai syarat masuk tempat hiburan malam di Ngawi.

Namun untuk rencana relaksasi bagi THM, pihaknya menjelaskan, saat ini baru dilakukan sosialisasi Aplikasi PeduliLindungi bagi para pengelolanya.

“Pengelola THM sudah menghadap saya melalui Disparpora untuk minta relaksasi, tapi kita sosialisasikan terlebih dahulu penggunaan aplikasi PeduliLindungi, supaya nanti bisa di-approve Kemenkes,” pungkas Bupati Ony. (mmf/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Yuzar Siap Koordinasikan Aspirasi Ojol soal DTSEN dan Kesejahteraan P3K

Yuzar Rasyid menerima aspirasi Garda Kota Kediri soal DTSEN dan kesejahteraan P3K. Ia siap mendorong serta ...
KRONIK

Andri Wahyudi Dorong Indikator Pencegahan Kekeringan dan Karhutla Berbasis Risiko

PROBOLINGGO — Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Andri Wahyudi mengusulkan agar daerah yang berulang kali ...
LEGISLATIF

Fuad Benardi: BUMD Jangan Sekadar Untung, Modal Daerah Harus Menghasilkan  

SURABAYA – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim mengubah cara melihat ...
LEGISLATIF

Ada Ulat dalam Menu MBG, Ama Siswanto Dorong Pengawasan Diperketat

JOMBANG – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jombang, Ama Siswanto, menegaskan persoalan temuan ulat hidup dalam ...
LEGISLATIF

Erma Susanti: Ekonomi Masyarakat Sekitar Hutan Bisa Jadi Jawaban Kemiskinan Desa

BLITAR – Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Erma Susanti, menilai masyarakat di sekitar kawasan hutan memiliki ...
LEGISLATIF

Pertanyakan RTRW Belum Rampung sejak 2024, Candra: Akan Berdampak pada Tata Kelola Pupuk

JEMBER – Rencangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Jember, Jawa ...