Kamis
16 Juli 2026 | 12 : 11

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Xanana Desak Wali Kota Mojokerto Perhatikan Masyarakat Selama PPKM

PDIP-Jatim-Xanana-27072021

MOJOKERTO – Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Mojokerto, Ahmad Yustinus Ariyanto meminta Wali Kota Mojokerto untuk menghentikan seluruh pembangunan fisik yang tidak urgen selama pandemi Covid-19.

Xanana, sapaan akrab Ahmad Yustinus Ariyanto, meminta agar anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2021 difokuskan untuk menangani masyarakat susah akibat pandemi covid-19 yang tak kunjung selesai. Menurutnya, dana APBD 2021 kurang lebih mencapai 1 triliun, dan disebutkan dalam dana refocusing untuk penanganan covid-19 sebesar 80 milyar lebih.

“Sayangnya, sejak awal pandemi berlangsung dana tersebut belum digunakan sepenuhnya oleh Pemkot, sedangkan tren sebaran Covid-19 di Kota Mojokerto terus meningkat,” ujar Xanana, Selasa (27/7/2021).

Karena itu, Xanana meminta pada Wali Kota Mojokerto untuk menghentikan pembangunan fisik yang tidak mendesak. Menurutnya, dana untuk bisa digunakan untuk penanganan Covid-19 dengan maksimal.

“Sekali lagi dengan hormat saya meminta wali kota untuk dengan bijaksana menghentikan semua pembangunan fisik yang tidak urgen, alun-alun, taman sekar sari, dan area wisata rejoto misalnya, gunakan anggaran untuk penangan wabah itu yang lebih urgen,” jelas Xanana.

Kesejahteraan pedagang kaki lima juga tak luput dari perhatiannya. Dia dengan tegas meminta agar Wali Kota segera mengambil kebijakan untuk memberikan ganti untung pada PKL yang terdampak pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat.

“Beri tunjangan PKL, 2-3 juta, utamanya untuk penjual nasi, gorengan, dan warung lainnya yang berjualan di malam hari. Kasihan kan? Mereka berjualan untuk nyambung hidup,” tegas Xanana.

Xanana juga meminta pada Wali Kota Mojokerto untuk memberikan tunjangan kepada setiap keluarga di Kota Mojokerto. Dengan anggaran yang begitu besar, tambah Xanana, Pemkot diyakini akan cukup memberikan bantuan pada 46.041 KK di Kota Mojokerto.

“Nominalnya bisa 1 sampai 2 juta. Juga jangan dilupakan, nakes, sopir ambulan, office boy rumah sakit, penggali kubur dan lainnya. Mereka adalah pekerja di garis depan. Pemerintah wajib menjamin dan memberikan kesejahteraan untuk rakyatnya. Ingat itu!” Tutup Xanana. (arul/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Regenerasi Ranting PDI Perjuangan di Surabaya Dipastikan Berjalan Bottom-Up

PDI Perjuangan Surabaya memastikan proses regenerasi pengurus ranting berlangsung secara bottom-up dari tingkat ...
LEGISLATIF

Tabroni Dorong Solusi Menyeluruh Pascakebakaran TPA Pakusari

DPRD Jember mendesak Pemkab segera menyiapkan solusi menyeluruh pascakebakaran TPA Pakusari, mulai percepatan PLTSa ...
LEGISLATIF

DPRD Trenggalek Minta Peningkatan PAD Tak Membebani Rakyat

DPRD Kabupaten Trenggalek meminta pemerintah daerah meningkatkan PAD secara kreatif tanpa membebani masyarakat, ...
EKSEKUTIF

Harga Telur dan Daging Ayam di Ngawi Merangkak Naik, Pemkab Gelar Pasar Murah

NGAWI – Pemerintah Kabupaten Ngawi menggelar Gerakan Pangan Murah sebagai langkah menjaga stabilitas harga ...
KABAR CABANG

DPC Magetan Mulai Musran dan Musanran, Diana Sasa: Panaskan Mesin Partai, Perkuat Pengabdian Untuk Rakyat

MAGETAN – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Magetan resmi memulai pelaksanaan Musyawarah Ranting ...
KABAR CABANG

DPRD Jember Kaji Obligasi Daerah untuk Perkuat Fiskal di Tengah Berkurangnya Transfer Pusat

DPRD Jember mulai mengkaji penerapan obligasi daerah atau municipal bond sebagai alternatif pembiayaan pembangunan ...