Minggu
30 Agustus 2026 | 6 : 07

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Xanana Desak Wali Kota Mojokerto Perhatikan Masyarakat Selama PPKM

PDIP-Jatim-Xanana-27072021

MOJOKERTO – Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Mojokerto, Ahmad Yustinus Ariyanto meminta Wali Kota Mojokerto untuk menghentikan seluruh pembangunan fisik yang tidak urgen selama pandemi Covid-19.

Xanana, sapaan akrab Ahmad Yustinus Ariyanto, meminta agar anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2021 difokuskan untuk menangani masyarakat susah akibat pandemi covid-19 yang tak kunjung selesai. Menurutnya, dana APBD 2021 kurang lebih mencapai 1 triliun, dan disebutkan dalam dana refocusing untuk penanganan covid-19 sebesar 80 milyar lebih.

“Sayangnya, sejak awal pandemi berlangsung dana tersebut belum digunakan sepenuhnya oleh Pemkot, sedangkan tren sebaran Covid-19 di Kota Mojokerto terus meningkat,” ujar Xanana, Selasa (27/7/2021).

Karena itu, Xanana meminta pada Wali Kota Mojokerto untuk menghentikan pembangunan fisik yang tidak mendesak. Menurutnya, dana untuk bisa digunakan untuk penanganan Covid-19 dengan maksimal.

“Sekali lagi dengan hormat saya meminta wali kota untuk dengan bijaksana menghentikan semua pembangunan fisik yang tidak urgen, alun-alun, taman sekar sari, dan area wisata rejoto misalnya, gunakan anggaran untuk penangan wabah itu yang lebih urgen,” jelas Xanana.

Kesejahteraan pedagang kaki lima juga tak luput dari perhatiannya. Dia dengan tegas meminta agar Wali Kota segera mengambil kebijakan untuk memberikan ganti untung pada PKL yang terdampak pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat.

“Beri tunjangan PKL, 2-3 juta, utamanya untuk penjual nasi, gorengan, dan warung lainnya yang berjualan di malam hari. Kasihan kan? Mereka berjualan untuk nyambung hidup,” tegas Xanana.

Xanana juga meminta pada Wali Kota Mojokerto untuk memberikan tunjangan kepada setiap keluarga di Kota Mojokerto. Dengan anggaran yang begitu besar, tambah Xanana, Pemkot diyakini akan cukup memberikan bantuan pada 46.041 KK di Kota Mojokerto.

“Nominalnya bisa 1 sampai 2 juta. Juga jangan dilupakan, nakes, sopir ambulan, office boy rumah sakit, penggali kubur dan lainnya. Mereka adalah pekerja di garis depan. Pemerintah wajib menjamin dan memberikan kesejahteraan untuk rakyatnya. Ingat itu!” Tutup Xanana. (arul/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Banyuwangi Shrimp Fiesta, Upaya Bupati Ipuk Kampanyekan Potensi Udang

BANYUWANGI – Kabupaten Banyuwangi memiliki beragam potensi perikanan yang terus dikembangkan. Salah satunya ...
KRONIK

Agung Priyanto Soroti Persoalan Desil, Minta PAC dan Ranting Aktif Dampingi Warga

PONOROGO – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Ponorogo, Agung Priyanto, menyoroti persoalan data desil ...
LEGISLATIF

Pokmas Tak Lagi Berlaku, Yuzar Rasyid Tetap Kawal Aspirasi Warga Kemasan Soal Rombong

Anggota DPRD Kota Kediri Yuzar Rasyid tetap mengawal aspirasi warga Kemasan soal bantuan rombong meski program ...
KRONIK

Gencar Perbaiki Rumah Warga Miskin, Banyuwangi Diganjar Bonus Insentif Pusat

BANYUWANGI – Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi meningkatkan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan ...
SEMENTARA ITU...

Filosofi Tombak Korowelang di Jamasan Pusaka Trenggalek: Pemimpin Harus Ngopeni Rakyat dan Memberi Piwulang

Jelang Hari Jadi ke-832 Trenggalek, puluhan pusaka dijamasi. Ketua DPRD Doding Rahmadi mengungkap filosofi Tombak ...
KRONIK

Didik Nurhadi: Nasionalisme dan Religiusitas Jadi Kekuatan Indonesia

JOMBANG — Wakil Ketua Bidang Kebudayaan dan Pendidikan DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Didik Nurhadi menegaskan, ...