Rabu
24 Juni 2026 | 5 : 20

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Mufti Anam Minta Bank Syariah Indonesia Pro-UMKM

pdip-jatim-mufti-anam-110121

SURABAYA – Anggota Komisi VI DPR RI Mufti Anam minta PT Bank Syariah Indonesia (BSI) mempunyai komitmen terhadap pembiayaan ekonomi umat khususnya UMKM.

Sebab, menurutnya, saat ini BSI lebih sibuk membiayai korporasi dibanding UMKM dan belum menunjukkan komitmen membantu rakyat kelompok bawah untuk pulih dari pandemi

“BSI ini ada dua catatan penting untuk perbaikan ke depan. Pertama, pembiayaannya masih mahal, bahkan sebagian produknya lebih mahal dibanding bank konvensional. Kedua, BSI masih belum pro-UMKM,” kata Mufti dalam keterangannya kepada media di Surabaya, Selasa (22/6/2021).

Anggota Fraksi PDI Perjuangan dari dapil 2 Jatim ini menjelaskan, pada kuartal I/2021 dari total pembiayaan yang disalurkan BSI sebesar Rp159 triliun didominasi pembiayaan segmen konsumer, yaitu 45 persen atau setara Rp71,6 triliun.

Kemudian pembiayaan korporasi 14,7 persen atau Rp37,3 triliun, dan segmen kecil-menengah hanya 13 persen atau Rp20 triliun, segmen mikro lebih kecil lagi hanya 9,4 persen atau Rp15 triliun.

“Sangat minimnya porsi untuk UMKM menunjukkan BSI tidak ada terobosan, tidak ada komitmen untuk memberdayakan ekonomi umat, ekonomi kaum mustad’afin,” sebutnya.

Mantan Ketua HIPMI Jatim itu menyarankan BSI lebih masif lagi masuk ke pesantren dan UMKM untuk membawa ekonomi umat pulih dari dampak pandemi Covid-19.

“Kami berharap ada road map, kapan BSI bisa memberi lebih banyak porsi pembiayaan ke segmen UMKM,” harap dia.

Mufti mencatat masih mahalnya pembiayaan di bank syariah sehingga bank syariah yang seharusnya menjadi akselerator ekonomi umat justru malah memberatkan umat.

Dia menyenut, salah satu penyebab masih mahalnya pembiayaan di bank syariah adalah biaya dananya yang masih mahal.

Deposito syariah, misalnya, masih ada yang ekuivalen 5,5 persen. Apalagi, porsi deposito di struktur dana pihak ketiga (DPK) bank syariah masih tinggi sekitar 43 persen. Kalau di bank konvensional, porsi deposito hanya kisaran 30-35 persen.

“Ini artinya, bank syariah beroperasi dengan dana mahal, yang ujungnya bagaimana bikin penggiringan agar pembiayaannya bisa menciptakan marjin yang lebih besar dari cost of fund-nya,” bebernya.

Tapi, imbuh Mufti, ini justru tantangan bank syariah, yakni bagaimana bisa meningkatkan dana murahnya seperti tabungan.

“Artinya, BSI harus lebih pandai-pandai mencari terobosan agar publik melirik untuk penempatan dana murah. Dengan populasi Muslim yang besar di Tanah Air, BSI gagal total kalau tidak mampu menarik pasar dengan optimal,” tandas Mufti. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Teladani Bung Karno, PAC Tuban Berdonor Darah

TUBAN – Momentum Bulan Bung Karno menjadi pemantik semangat tersendiri bagi para kader Pengurus Anak Cabang (PAC) ...
EKSEKUTIF

Hadiri Purna Siswa SLB Ar Rochmah Lamongan, Wabup Dirham Tegaskan Komitmen Pendidikan Inklusif

LAMONGAN – Suasana haru dan penuh kebanggaan mewarnai kegiatan Purna Siswa ke-1 Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) dan ...
EKSEKUTIF

Pendaftar SD Sekolah Rakyat Ngawi Baru Tiga Siswa, Pemkab Jajaki Opsi Libatkan Anak Panti Asuhan

NGAWI – Proses penjaringan calon siswa Sekolah Rakyat (SR) Kabupaten Ngawi terus berjalan. Hingga Senin ...
KRONIK

Perkuat SDM Kesehatan, Bupati Sumenep Jalin Kerja Sama dengan FK UTM

SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep berkomitmen memperkuat sumber daya manusia (SDM) dalam bidang ...
KRONIK

Program Selantang Banyuwangi, Ketika Sekolah Tidak Mengenal Batas Usia

BANYUWANGI – Usia Harapan Hidup (UHH) penduduk Banyuwangi terus meningkat, dari 74,13 tahun pada 2024 menjadi 74,43 ...
LEGISLATIF

Puan Desak PLN Transparan soal Pemadaman Listrik Bergilir, Minta Dampak ke Masyarakat Segera Dimitigasi

Ketua DPR RI Puan Maharani meminta PLN transparan menjelaskan penyebab pemadaman listrik bergilir di Pulau Jawa ...