NGAWI – Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko, sesaat setelah menyelesaikan paparan program rencana pembangunan, tiba-tiba mengajak peserta berdoa. Ajakan doa bersama menyusul kabar duka yang ia terima ihwal berpulangnya Ketua Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Ngawi, Sugeng Hariyono, Selasa (25/5/21).
“Kita mendapatkan kabar duka, Mas Sugeng Hariyono ketua PSHT Ngawi, beliau meninggal dunia tadi pagi pukul 08:30. Untuk itu kita mengajak seluruhnya, baik yang hadir dan yang menyaksikan secara virtual acara ini untuk mengirimkan doa dan bacaan surat Al Fatihah untuk beliau (almarhum),” ungkap Mas Antok kepada hadirin.
“Dan semoga beliau khusnul khotimah, diampuni segala dosa, kekhilafan dan tentunya diterima di sisi Allah SWT. Al Fatihah…,” sambung Mas Antok mempimpin langsung pembacaan doa Al Fatihah untuk almarhum.
Usai berkirim doa kepada almarhum, Mas Antok pun turut mengajak kepada segenap keluarga besar PSHT Kabupaten Ngawi untuk mendoakan almarhum. Namun Mas Antok meminta agar mendoakan almarhum dari rumah masing-masing mengingat masih dalam kondisi pandemi seperti saat ini.
“Dan sekaligus melalui mimbar ini saya mengajak kepada seluruh dulur-dulur (saudara) SH Terate untuk mendoakan almarhum dari rumah saja, jadi tidak perlu hadir di rumah duka,” ujar Ketua DPC PDI Perjuangan Ngawi ini.
Untuk diketahui, almarhum Sugeng Hariyono merupakan Ketua PSHT Kabupaten Ngawi. Almarhum dinyatakan meninggal dunia usai dirawat di rumah sakit selama 5 hari. Sebelum meninggal dunia, almarhum sempat dinyatakan positif Covid-19.
Almarhum disemayamkan di TPU Dusun Mardiasri, Desa Jururejo kecamatan Ngawi sebagaimana alamat domisili almarhum. (mmf/hs)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS











