Kamis
25 Juni 2026 | 6 : 16

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Tempat Rekreasi di Ngawi hanya untuk Wisatawan Lokal

pdip-jatim-eksekutif-100521-ngawi-dwi-rianto-jatmiko

NGAWI – Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko memberikan perhatian penuh terhadap perkembangan wabah Covid-19 di Kabupaten Ngawi. Salah satunya terkait bidang kepariwisataan yang berpotensi meningkatkan penyebaran wabah Covid-19.

Bukan tanpa alasan, sebab hingga saat ini penyebaran Covid-19 di Ngawi masih menunjukan angka yang mengkhawtirkan terlebih memasuki masa lebaran.

“ini karena penyebaran virus Corona di Kabupaten Ngawi masih menunjukan angka yang mengkhawatirkan terutama jelang lebaran,” ungkap Wakil Bupati Ngawi, Senin (10/5/21).

Mas Antok sapaan Wakil Bupati Ngawi ini menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Ngawi tidak melarang tempat wisata di Ngawi untuk tetap beroperasi. Namun Mas Antok menegaskan agar pengelola tempat wisata bisa memastikan pengunjung hanya warga lokal saja dan mendirikan posko Covid-19 di lokasi wisata.

“Keberadaan destinasi wisata tidak dilarang, namun perlu dicatat yang diperbolehkan hanya warga lokal saja. Kemudian kewajiban pengelola wisata agar mendirikan posko Covid-19 di lokasi,” ujar Orang Nomor Dua di Kabupaten Ngawi ini.

Sanksi bagi pengelola tempat wisata yang tidak mengindahkan prosedur pencegahan Covid-19 bisa berakibat dicabutnya izin operasi tempat wisata. Selain itu dikatakan Mas Antok agar persiapan prokes di destinasi wisata Ngawi harus disiapkan secara matang.

“Agar destinasi wisata tidak justeru menjadi klaster penyebaran Covid-19 di Ngawi,” kata Mas Antok.

Sementara itu terkait larangan mudik yang diberlakukan oleh pemerintah, dikatakan Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi ini sangat membantu dalam membatasi pengunjung yang berasal dari luar daerah. Sebab pengunjung yang berasal dari luar daerah akan tersekat di tiga titik yang ada di Kabupaten Ngawi.

Ketiga titik itu berada di Exit tol Ngawi, Perbatasan Jawa Timur Jawa Tengah di Mantingan dan perbatasan Ngawi Bojonegoro di Banyu Urip. “Dengan adanya larangan mudik ini, sangat membantu kita dalam memerangi penyebaran Covid-19 di Kabupaten Ngawi. Lebih baik sejak awal kita mengantisipasi daripada terjadi lonjakan di akhir,” ujar Mas Antok. (mmf/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

HEADLINE

Ribuan Perempuan di Gresik Doa Bersama Peringati Haul ke-56 Bung Karno

GRESIK – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Gresik menggelar doa bersama dalam rangka memperingati Haul ke-56 Presiden ...
LEGISLATIF

Jadi Anggota DPRD Jatim, Andy Firasadi Prioritaskan Desa Sadar Hukum dan Pos Bantuan Hukum

Andy Firasadi resmi dilantik sebagai anggota DPRD Jawa Timur melalui mekanisme PAW Fraksi PDI Perjuangan. Usai ...
KABAR CABANG

25 Tahun Mengabdi di Pelosok, Bidan Sugiarti dapat Apresiasi dari DPC Ngawi

NGAWI – Tiga bidan di Kabupaten Ngawi mendapatkan penghargaan dari DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi dalam rangka ...
KRONIK

Diana Sasa ke 1.500 Wisudawan Unesa: Ijazah dan IPK Saja Tak Cukup Hadapi Dunia Kerja

Anggota DPRD Jatim sekaligus alumnus Unesa, Diana Sasa, mengingatkan 1.500 wisudawan Unesa agar tidak hanya ...
KABAR CABANG

Malam Ketika Kantor PDIP Kabupaten Malang Menjelma Ruang Zikir untuk Bung Karno dan Negeri

DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang menggelar Tawasulan dan Dialog Kebangsaan bertajuk “Lautan Doa” untuk ...
KRONIK

Bupati Ipuk Apresiasi Kemah Akbar “Cinta Alam Indonesia” LDII Banyuwangi

BANYUWANGI – Jajaran pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten ...