Senin
12 Oktober 2026 | 9 : 33

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Untari: PDI Perjuangan Mampu Yakinkan Perempuan untuk Berpolitik

pdip-jatim-untari-180421-2

SURABAYA – Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Sri Untari Bisowarno mengatakan, PDI Perjuangan adalah partai yang terbukti sangat terbuka bagi perempuan. Terbukti, PDI Perjuangan Jawa Timur memiliki 7 kepala daerah dan wakil kepala daerah perempuan.

Pada peringatan Hari Kartini 2021, PDI Perjuangan Jatim menghadirkan 3 kepala daerah perempuan yang mampu memajukan daerah yang dipimpinnya, di acara webinar bertajuk ‘Perempuan dalam Politik’, kemarin.

Ketiga kader Banteng tersebut, yakni Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, dan Wakil Wali Kota Madiun Inda Raya. “Saya, Mbak Ipuk, Mbak Dewanti, Mbak Inda itu sudah  pada posisi yang dicita-citakan Kartini sehingga tinggal bagaimana yang namanya tangan ini bermanfaat bagi kepentingan berbagai pihak,” terang Untari, Jumat (23/4/2021).

Baca juga: Sambut Hari Kartini, PDI Perjuangan Jatim Gelar Webinar ‘Perempuan dalam Politik’

Menurutnya, saat ini tak mudah mencari perempuan untuk bergabung dengan partai politik. Tapi dengan visi misi perjuangan, program-programnya, laku PDI Perjuangan, akhirnya mampu meyakinkan semua kalangan termasuk perempuan untuk masuk politik dan bergabung bersama partai pemerintah ini.

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko.

“Alhamdulillah PDI Perjuangan saat ini memiliki 7 orang kepala daerah perempuan. Wakil Bupati Kediri, Wakil Bupati Gresik, Wakil Bupati Ponorogo, Wakil Bupati Situbondo, dan tiga orang yang hadir di webinar. Alhamdulillah semuanya ini memiliki peran yang penting,” terang politisi yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jatim ini.

Sementara itu, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko saat webinar kemarin menyampaikan perbedaan gaya memimpin  antara pemimpin laki-laki dan perempuan.

Dewanti menjelaskan kalau perempuan memimpin suatu daerah yang menjadi ciri khas adalah ketelitiannya, menggunakan kekuatan dan wewenangnya untuk lebih memikirkan dampak positif dari setiap program yang dicanangkannya.

“Seperti pendidikan di Kota Batu semua grastis  baik swasta maupun negeri, dulu hanya negeri saja. Saya berfikir jadi kami membantu bosda itu bukan hanya untuk sekolah negeri tapi juga sekolah swasta, termasuk MI dan MTS,” jelas Dewanti.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

Tak hanya itu, Kota Batu yang menjadi ikon kota wisata ini memiliki UMKM yang sangat banyak dan 65 persen pelakunya adalah perempuan. Dewanti mendorong UMKM itu untuk menjadi Koperasi sehingga produk-produk UMKM Kota Batu bisa terus berkembang.

“Kita juga akan membuat kerja sama dengan PT KAI, karena stasiun-stasiun  kereta api kita mau diupgrade seperti stasiun di luar negeri. Jadi ada tempat jualan yang bagus yang bisa meletakkan hasil produksi dari UMKM kita,” Wakil Ketua Bidang Ekonomi DPD PDI Perjuangan Jatim ini.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menerangkan perempuan pada zaman modern seperti saat ini sudah bukan waktunya lagi untuk minder. Perempuan-perempuan Indonesia harus menunjukkan eksistensinya terlebih sebagai pemimpin perempuan yang diberikan mandat untuk memajukan daerahnya oleh masyarakat.

“Bicara perempuan di dunia politik, bagaimana kita menunjukkan ke masyarakat bahwa pemimpin perempuan itu bekerja. Maka kami di Banyuwangi setelah dilantik saya bisa meyakinkan masyarakat bahwa saya punya kemampuan untuk melanjutkan pembangunan di Kabupaten Banyuwangi,” terang Ipuk.

Wakil Wali Kota Madiun Inda Raya.

Bahkan, tambah Ipuk, di hari pertamanya bekerja dia lebih memilih ngantor di desa untuk mendengar secara langsung apa-apa yang menjadi kendala pembangunan dan kesejahteraan masyarakat setempat.

Ipuk juga mengungkapkan bahwa selama memimpin Banyuwangi, dia menemukan bahwa perempuan bisa bersinergi dengan siapapun.

Sedang Wakil Wali Kota Madiun Inda Raya memiliki cara lain dan unik untuk memajukan Kota Madiun. Dengan sumberdaya alam yang sedikit ia memilih untuk mengembangkan masyarakat yang rukun juga menjadikan Kota Madiun sebagai kotanya para pendekar.

“Kota Madiun tidak punya sumberdaya alam yang banyak. Yang kita punya adalah masyarakat Kota Madiun yang sangat rukun, perguruan pencak silat yang banyak, itu yang kita angkat dan kita jadikan ikon Kota Madiun sebagai Kota Pendekar. Pintar melayani, membangun peduli dan terbuka itu kita wujudkan jadi 33 program unggulan pemerintahan kami,” bebernya. (rul)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Gema 111.111 Al-Waqiah di Sumenep, Bupati Fauzi Ajak ASN Perkuat Budaya Religius

SUMENEP – Kementerian Agama Kabupaten Sumenep menginisiasi gerakan pembacaan bersama 111.111 kali Surat Al-Waqiah. ...
KRONIK

Atasi Kekeringan Dampak El Nino, Sonny Salurkan Bantuan Air Bersih ke Siliragung

BANYUWANGI – Dampak musim kemarau panjang akibat fenomena El Nino mulai dirasakan oleh sejumlah warga di wilayah ...
EKSEKUTIF

Promosi dan Mutasi Pejabat Pemkab Blitar Bakal Berbasis Manajemen Talenta

BLITAR – Bupati Blitar Rijanto menegaskan promosi dan mutasi pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) ...
KABAR CABANG

DPC Tulungagung Dorong Media Partai Jadi Penyambung Lidah Rakyat

TULUNGAGUNG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung mendorong perombakan mendasar dalam ...
LEGISLATIF

Sampah Sungai Ancam Picu Banjir, Ketua DPRD Kota Malang Dorong Pemasangan Trash Boom

MALANG – Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita mendorong Pemerintah Kota Malang memperkuat ...
HEADLINE

Deni Wicaksono Raih Lencana Emas Jer Basuki Mawa Beya, Konsisten Kawal Janji Politik

SURABAYA – Konsistensi merealisasikan janji politik melalui kerja nyata dan pengawalan program yang bermanfaat bagi ...