Kamis
10 September 2026 | 7 : 08

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Jokowi: Pembangunan Manusia yang Paling Sulit Dihadapi

PDIP Jatim - Jokowi jas

PDIP Jatim - Jokowi jasYOGYAKARTA – Pembangunan manusia adalah hal yang paling sulit namun harus dikerjakan untuk membawa ke bangsa yang mandiri. Hal itu diungkapkan Presiden RI terpilih Joko Widodo (Jokowi) dalam pidato pembukaan Simposium Nasional II, Jalan Kemandirian Bangsa di Royal Ambarrukmo Hotel Yogyakarta, Senin (18/8/2014).

Dia kemudian mengutip pernyataan Muchtar Lubis mengenai enam ciri-ciri manusia Indonesia yang harus dihilangkan. Pertama munafik, kedua enggan bertanggungjawab atas perbuatannya. Ketiga, masih berperilaku feodal. Keempat, masih percaya takhayul atau tidak rasional masih percaya. Kemudian, berbakat seni dan artistik.

“Keenam adalah lemah wataknya,” katanya.

Dia juga mengutip pendapat Prof Kuntjaraningrat mengenai mentalitas manusia Indonesia. Pertama sifat mentalitas yang suka meremehkan mutu.

“Ini benar, saya ini 24 tahun bergerak di bidang ekspor. Saya mengalaminya,” katanya.

Menurut dia soal sering meremehkan mutu tersebut mengakibatkan setiap enam bulan setelah kirim barang, ada yang dikembalikan. Setiap enam bulan dihadapan karyawan di pabrik, Jokowi membanting meja kursi sampai patah.

“Ini mebel yang kamu buat ini piye. Banting prak. Perbaiki lagi tapi kurang presisi, saya minta diperbaiki, tapi terulang lagi. Ternyata panjangnya masih kelebihan satu mili. Itu karena mentalitas suka meremehkan orang, disipilin. Ini kesulitan kita saat ini,” kata Jokowi

Dia mengatakan pembangunan manusia adalah masalah yang paling sulit dihadapi. Sebab hal tersebut berkaitan dengan revolusi mental. “Merubah itu sulit tapi harus dikerjakan secara fokus,” katanya.

Jokowi kemudian mencontohkan negara Taiwan, Singapura dan Jepang yang punya produktivitas tinggi. Hal itu disebabkan pembangunan manusia di nomersatukan. “Di Singapura ada National Services. Anak muda setelah lulus dimasukkan ke pulau, diajar setelah keluar sama,” katanya.

Orang Singapura kalau ditanya akan menjawab sama. Tapi sekarang ini wawasan nusantara kita berbeda-beda. Bila pemimpin ke utara, semuanya akanke utara. Itu semua akan enak. Perangnya enak banget, pimpinan tinggi negara bilang ke utara, yang lain bilang ke barat, selatan, timur, itu bagaimana.

“Ini kesulitan di negara kita. Pembangunan manusia harus dikerjakan secara bagus,” tegas dia.

Menurut dia untuk mengejar ketertinggalan tersebut masih bisa dilakukan mulai dari pendidikan anak-anak TK, SMP dan SMA. Untuk TK kita masih mungkin kejar, 80 persen pembangunan karakater, 20 persen pengetahuan dasar dan ketrampilan. “Mengunduhkan nanti kalau 15-20 tahun yang akan datang,” katanya.

Dia menegaskan pembangunan manusia yang harus digarap untuk munculnya sebuah etos kerja, produktivitas dan daya saing. Sebab kalau batas negara hilang, kuncinya hanya daya saing. Tidak ada yang lain. Gak tahu kapan. Mungkin 10, 15 atau 20 tahun yang akan datang.

“Kunci daya saing, tidak bisa tidak harus dilakukan,” pungkas dia. (detik)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Dampak Kemarau Panjang, DPC Tuban Salurkan Bantuan Air Bersih ke Desa Penambangan

TUBAN – Dampak kemarau panjang kian meluas dan memperparah krisis air bersih di wilayah Kabupaten Tuban, Jawa ...
LEGISLATIF

DPRD Magetan Evaluasi Perubahan KUA-PPAS 2026 Bersama Dinas Koperasi dan UMKM, Apa yang Baru?

​MAGETAN – Komisi B DPRD Kabupaten Magetan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Koperasi, Usaha ...
KRONIK

Airlangga Pribadi Kusman Meninggal, Deni Wicaksono: Indonesia Kehilangan Sosok Visioner

SURABAYA – Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Deni Wicaksono menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya ...
LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan Ngawi Soroti Perubahan Desil Warga, Keluhan Mengalir

NGAWI – Perubahan data desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) menjadi perhatian Fraksi PDI ...
KRONIK

Candra Soroti Tata Kelola Pupuk dan Serapan Tembakau di Jember

JEMBER – Ketua Komisi B DPRD Jember, Candra Ary Fianto, meminta Dinas Pertanian memperbaiki tata kelola pupuk ...
EKSEKUTIF

Mas Ipin Turun Langsung Pastikan Bantuan Tepat Sasaran untuk Warga Tak Mampu

Bupati Trenggalek M. Nur Arifin turun langsung ke pelosok Desa Melis untuk memastikan bantuan tepat sasaran bagi ...