Kamis
27 Agustus 2026 | 10 : 06

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Fraksi Banteng Tulungagung: RSUD Harus Tetap Bantu Maskin Berobat Meski Terkendala SIPD

pdip-jatim-heru-santoso-tulungagung09

TULUNGAGUNG – Terhentinya layanan keringanan pembiayaan berobat bagi masyarakat miskin (maskin) di RSUD dr Iskan Tulungagung akibat kendala macetnya sistem aplikasi di Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD) mendapat perhatian serius dari Fraksi PDI Perjuangan DPRD Tulungagung.

Mereka minta bantuan tersebut jangan sampai terhenti dan masyarakat miskin tetap mendapat bantuan keringanan biaya selama berobat.

“Keringanan biaya berobat bagi maskin tidak boleh berhenti. Maskin yang sakit dan berobat harus tetap terlayani,” ujar Wakil Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Tulungagung, Heru Santoso, Rabu (7/4/2021).

Menurut dia, macetnya sistem aplikasi SIPD selama empat hari terakhir di bulan April ini tidak lantas membuat program keringanan pembiayaan berobat bagi maskin juga macet dan terhenti.

“Untuk membantu maskin yang mengajukan berobat dengan SKTM (surat keterangan tidak mampu) itu, RSUD dr Iskak selama mengalami kemacetan di sistem SIPD gunakan dulu sistem pembayaran LS . Artinya, rumah sakit menalangi dulu keuangannya nanti diklaimkan pada BPKAD (Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah) Kabupaten Tulungagung,” paparnya.

Legislator asal Kecamatan Karangrejo ini menyebut maskin yang berobat di rumah sakit milik Pemkab Tulungagung tersebut pada prinsipnya harus dibantu pembiayaannya. Jangan sampai hanya terkendala sistem SIPD kemudian pembiayaannya juga mengalami kendala.

Selanjutnya Heru Santoso mengungkapkan pada tahun 2021 sudah ada anggaran dari APBD Kabupaten Tulungagung sebesar Rp 4 miliar untuk membantu pengobatan bagi maskin warga Tulungagung yang sakit. Anggaran tersebut bisa saja bertambah sesuai kebutuhan dalam perubahan APBD Kabupaten Tulungagung tahun 2021 mendatang.

“Intinya, masalah kesehatan ini kita utamakan. Jika tidak mampu harus mendapat keringanan, syukur bila mendapatkan pembebasan biaya. Selama ini bantuan melihat kondisi pasien. Ada survei yang dilakukan tim teknis, sehingga ada yang dibebaskan biayanya, ada yang separuh dan ada pula yang dibantu 30 persen. Jadi melihat keadaan pasien,” bebernya. (atu)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Bertemu Warga Ngawi, Novita Hardini Dapat Curhatan Nasib UMKM

NGAWI – Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Novita Hardini bertemu dengan para pelaku UMKM dan digital ...
SEMENTARA ITU...

Peringati 99 Tahun Harlah, Warga Pencak Organisasi Lumajang Gelar Tabur Bunga di TMP

LUMAJANG – Memperingati lahirnya Pencak Organisasi (PO) yang ke-99 tahun, warga PO Kabupaten Lumajang menggelar ...
LEGISLATIF

Puan Tegaskan DPR Terbuka Terima Aspirasi Rakyat, Tapi Harus Ikuti Mekanisme

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan DPR terbuka terhadap aspirasi masyarakat, termasuk menerima ...
KABAR CABANG

PDIP Kota Malang Percepat Konsolidasi Organisasi dan Pasang Target 12 Kursi di 2029

MALANG – DPC PDI Perjuangan Kota Malang mempercepat konsolidasi organisasi dengan menuntaskan struktur kepengurusan ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Ingatkan Ayah Tak Cukup Jadi Pencari Nafkah, Harus Hadir untuk Anak

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengingatkan para ayah agar tidak hanya menjalankan peran sebagai pencari ...
LEGISLATIF

Wiwin Sumrambah: Teknologi Harus Diolah Jadi Peluang, Bukan Sekadar Konsumsi

JOMBANG – Anggota DPRD Jawa Timur Wiwin Sumrambah mendorong masyarakat tidak hanya menjadi pengguna teknologi, ...