Selasa
13 Oktober 2026 | 9 : 40

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Eri Cahyadi Ingatkan Ayah Tak Cukup Jadi Pencari Nafkah, Harus Hadir untuk Anak

pdip jatim 260827 ec

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengingatkan para ayah agar tidak hanya menjalankan peran sebagai pencari nafkah, tetapi juga hadir dalam kehidupan anak. Menurutnya, perhatian, kasih sayang dan komunikasi dari ayah sangat penting dalam membentuk karakter serta masa depan anak.

Pesan tersebut disampaikan Eri seusai menghadiri Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 bertema “Ayah Wajib Hadir” di Graha YKP, Kamis (27/8/2026).

Eri mengatakan keluarga merupakan harta yang paling sempurna. Karena itu, kesibukan pekerjaan tidak semestinya menjadi alasan bagi orang tua untuk kehilangan kedekatan dengan anak.

“Jadi saya berharap keluarga itu adalah harta yang paling sempurna. Karena itu saya berharap dalam satu keluarga itu, wabil khusus kepala keluarga seorang ayah, maka dia bisa meluangkan waktunya kepada anak-anaknya dan keluarganya,” ujar Eri.

Politisi PDI Perjuangan tersebut memahami tidak semua ayah memiliki pekerjaan yang memungkinkan untuk selalu berada di rumah. Sebagian bahkan harus bekerja di luar Surabaya selama berbulan-bulan.

Namun, menurut Eri, jarak fisik tidak seharusnya memutus komunikasi antara ayah dan anak. Teknologi dapat dimanfaatkan untuk menjaga kedekatan tersebut.

“Kalaupun dia tidak bertugas di Surabaya, dia tugas satu bulan, dua bulan baru pulang. Tapi selalu usahakan untuk selalu berkomunikasi. Dengan cara apa? Dengan cara melalui video call,” katanya.

Eri menilai komunikasi yang rutin membuat anak tetap merasakan kehadiran orang tua meskipun ayah berada jauh dari rumah.

Ia menyebut peran ayah dan ibu dalam keluarga memiliki karakter yang saling melengkapi. Ibu banyak memberikan pendampingan dan kasih sayang dalam keseharian, sementara ayah memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak.

“Meskipun keseharian seorang anak itu akan ditempa oleh kekuatan seorang ibu, tetapi kekuatan seorang ayah akan membentuk karakter,” jelasnya.

Eri juga menyoroti pentingnya kedekatan ayah dengan anak perempuan. Menurutnya, ayah merupakan sosok laki-laki pertama yang memberikan cinta dan perlindungan kepada anak perempuan.

“Dan cinta pertama seorang anak, perempuan khususnya, adalah seorang ayah,” ungkapnya.

Karena itu, kasih sayang dan perlindungan yang diberikan ayah diharapkan menjadi pengalaman penting bagi anak perempuan ketika kelak membangun hubungan dengan pasangan.

Menurut Eri, anak perempuan yang mendapatkan kasih sayang dari ayahnya diharapkan memiliki gambaran mengenai hubungan yang sehat. Mereka dapat mengenali sosok pasangan yang mampu memberikan perlindungan dan kasih sayang, bukan menyakiti.

Selain peran ayah, Eri juga menekankan pentingnya peran ibu dalam membangun keluarga yang sejahtera. Ibu dinilai memiliki intensitas interaksi yang besar dengan anak sehingga berperan penting dalam memberikan kasih sayang dan membimbing mereka.

“Seorang ibu akan menjaga anak-anaknya dengan kasih sayangnya. Seorang ibu akan menghantarkan anak-anaknya untuk menjaga keluarganya,” tuturnya.

Lebih jauh, Eri meminta orang tua tidak hanya menempatkan diri sebagai pihak yang memberikan perintah kepada anak. Orang tua harus bisa menjadi sahabat dan teman sehingga anak merasa nyaman menyampaikan persoalan yang dihadapinya.

“Saya berharap di Hari Keluarga Nasional ini, maka semakin banyak keluarga di Surabaya yang sejahtera, semakin banyak orang tua yang semakin menyadari posisinya, akan menjadikan anaknya seorang sahabat, seorang teman, juga seorang anak yang dilindungi,” katanya.

Menurut Eri, keterbukaan komunikasi di dalam keluarga penting untuk membantu anak menghadapi berbagai persoalan. Anak membutuhkan ruang untuk bercerita, berdiskusi dan mencari solusi bersama orang tua.

“Bukan mengutamakan apa yang dia inginkan harus dijalankan oleh anaknya, tapi anak butuh tempat curhat, tempat diskusi,” imbuhnya.

Eri berharap momentum Harganas ke-33 menjadi pengingat bagi keluarga di Surabaya untuk memperkuat komunikasi, kasih sayang dan perlindungan terhadap anak.

Dengan peran ayah dan ibu yang berjalan seimbang, ia optimistis keluarga di Kota Pahlawan semakin harmonis dan mampu menjadi lingkungan terbaik bagi tumbuh kembang anak.

“Ketika itu terjadi, maka keluarga-keluarga yang ada di Kota Surabaya akan menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah, dan menjadi keluarga yang sehat,” pungkasnya. (gio/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Traktor Bantuan APBN Diduga Menyimpang, DPRD Jember: Dinas Pertanian Tidak Bisa Memberikan Data

JEMBER – Dugaan penyimpangan bantuan traktor dari APBN 2025 di Kabupaten Jember belum terjawab. Sejumlah kelompok ...
KRONIK

Gema 111.111 Al-Waqiah di Sumenep, Bupati Fauzi Ajak ASN Perkuat Budaya Religius

SUMENEP – Kementerian Agama Kabupaten Sumenep menginisiasi gerakan pembacaan bersama 111.111 kali Surat Al-Waqiah. ...
KRONIK

Atasi Kekeringan Dampak El Nino, Sonny Salurkan Bantuan Air Bersih ke Siliragung

BANYUWANGI – Dampak musim kemarau panjang akibat fenomena El Nino mulai dirasakan oleh sejumlah warga di wilayah ...
EKSEKUTIF

Promosi dan Mutasi Pejabat Pemkab Blitar Bakal Berbasis Manajemen Talenta

BLITAR – Bupati Blitar Rijanto menegaskan promosi dan mutasi pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) ...
KABAR CABANG

DPC Tulungagung Dorong Media Partai Jadi Penyambung Lidah Rakyat

TULUNGAGUNG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung mendorong perombakan mendasar dalam ...
LEGISLATIF

Sampah Sungai Ancam Picu Banjir, Ketua DPRD Kota Malang Dorong Pemasangan Trash Boom

MALANG – Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita mendorong Pemerintah Kota Malang memperkuat ...