Kamis
27 Agustus 2026 | 7 : 31

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Eri Cahyadi Ingatkan Ayah Tak Cukup Jadi Pencari Nafkah, Harus Hadir untuk Anak

pdip jatim 260827 ec

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengingatkan para ayah agar tidak hanya menjalankan peran sebagai pencari nafkah, tetapi juga hadir dalam kehidupan anak. Menurutnya, perhatian, kasih sayang dan komunikasi dari ayah sangat penting dalam membentuk karakter serta masa depan anak.

Pesan tersebut disampaikan Eri seusai menghadiri Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 bertema “Ayah Wajib Hadir” di Graha YKP, Kamis (27/8/2026).

Eri mengatakan keluarga merupakan harta yang paling sempurna. Karena itu, kesibukan pekerjaan tidak semestinya menjadi alasan bagi orang tua untuk kehilangan kedekatan dengan anak.

“Jadi saya berharap keluarga itu adalah harta yang paling sempurna. Karena itu saya berharap dalam satu keluarga itu, wabil khusus kepala keluarga seorang ayah, maka dia bisa meluangkan waktunya kepada anak-anaknya dan keluarganya,” ujar Eri.

Politisi PDI Perjuangan tersebut memahami tidak semua ayah memiliki pekerjaan yang memungkinkan untuk selalu berada di rumah. Sebagian bahkan harus bekerja di luar Surabaya selama berbulan-bulan.

Namun, menurut Eri, jarak fisik tidak seharusnya memutus komunikasi antara ayah dan anak. Teknologi dapat dimanfaatkan untuk menjaga kedekatan tersebut.

“Kalaupun dia tidak bertugas di Surabaya, dia tugas satu bulan, dua bulan baru pulang. Tapi selalu usahakan untuk selalu berkomunikasi. Dengan cara apa? Dengan cara melalui video call,” katanya.

Eri menilai komunikasi yang rutin membuat anak tetap merasakan kehadiran orang tua meskipun ayah berada jauh dari rumah.

Ia menyebut peran ayah dan ibu dalam keluarga memiliki karakter yang saling melengkapi. Ibu banyak memberikan pendampingan dan kasih sayang dalam keseharian, sementara ayah memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak.

“Meskipun keseharian seorang anak itu akan ditempa oleh kekuatan seorang ibu, tetapi kekuatan seorang ayah akan membentuk karakter,” jelasnya.

Eri juga menyoroti pentingnya kedekatan ayah dengan anak perempuan. Menurutnya, ayah merupakan sosok laki-laki pertama yang memberikan cinta dan perlindungan kepada anak perempuan.

“Dan cinta pertama seorang anak, perempuan khususnya, adalah seorang ayah,” ungkapnya.

Karena itu, kasih sayang dan perlindungan yang diberikan ayah diharapkan menjadi pengalaman penting bagi anak perempuan ketika kelak membangun hubungan dengan pasangan.

Menurut Eri, anak perempuan yang mendapatkan kasih sayang dari ayahnya diharapkan memiliki gambaran mengenai hubungan yang sehat. Mereka dapat mengenali sosok pasangan yang mampu memberikan perlindungan dan kasih sayang, bukan menyakiti.

Selain peran ayah, Eri juga menekankan pentingnya peran ibu dalam membangun keluarga yang sejahtera. Ibu dinilai memiliki intensitas interaksi yang besar dengan anak sehingga berperan penting dalam memberikan kasih sayang dan membimbing mereka.

“Seorang ibu akan menjaga anak-anaknya dengan kasih sayangnya. Seorang ibu akan menghantarkan anak-anaknya untuk menjaga keluarganya,” tuturnya.

Lebih jauh, Eri meminta orang tua tidak hanya menempatkan diri sebagai pihak yang memberikan perintah kepada anak. Orang tua harus bisa menjadi sahabat dan teman sehingga anak merasa nyaman menyampaikan persoalan yang dihadapinya.

“Saya berharap di Hari Keluarga Nasional ini, maka semakin banyak keluarga di Surabaya yang sejahtera, semakin banyak orang tua yang semakin menyadari posisinya, akan menjadikan anaknya seorang sahabat, seorang teman, juga seorang anak yang dilindungi,” katanya.

Menurut Eri, keterbukaan komunikasi di dalam keluarga penting untuk membantu anak menghadapi berbagai persoalan. Anak membutuhkan ruang untuk bercerita, berdiskusi dan mencari solusi bersama orang tua.

“Bukan mengutamakan apa yang dia inginkan harus dijalankan oleh anaknya, tapi anak butuh tempat curhat, tempat diskusi,” imbuhnya.

Eri berharap momentum Harganas ke-33 menjadi pengingat bagi keluarga di Surabaya untuk memperkuat komunikasi, kasih sayang dan perlindungan terhadap anak.

Dengan peran ayah dan ibu yang berjalan seimbang, ia optimistis keluarga di Kota Pahlawan semakin harmonis dan mampu menjadi lingkungan terbaik bagi tumbuh kembang anak.

“Ketika itu terjadi, maka keluarga-keluarga yang ada di Kota Surabaya akan menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah, dan menjadi keluarga yang sehat,” pungkasnya. (gio/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Ingatkan Ayah Tak Cukup Jadi Pencari Nafkah, Harus Hadir untuk Anak

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengingatkan para ayah agar tidak hanya menjalankan peran sebagai pencari ...
LEGISLATIF

Wiwin Sumrambah: Teknologi Harus Diolah Jadi Peluang, Bukan Sekadar Konsumsi

JOMBANG – Anggota DPRD Jawa Timur Wiwin Sumrambah mendorong masyarakat tidak hanya menjadi pengguna teknologi, ...
LEGISLATIF

Novita Dorong Pacitan Naik Kelas Jadi Destinasi Incentive Trip Berkelas Nasional

PACITAN – Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini mendorong Kabupaten Pacitan mengoptimalkan kekayaan wisata alam ...
EKSEKUTIF

Kekeringan Mengancam, Bupati Yani Gerak Cepat Kirim 20 Ribu Liter Air Bersih ke Tenggor

GRESIK – Ancaman kekurangan air bersih mulai menghantui sejumlah wilayah Kabupaten Gresik. Pemkab Gresik bergerak ...
LEGISLATIF

Peternak Ayam Petelur Magetan Bakal ke Jakarta Sampaikan Aspirasi, DPRD Siap Mendampingi

MAGETAN – Komisi B DPRD Kabupaten Magetan bakal mengawal langsung persoalan perunggasan dan anjloknya harga telur ...
KRONIK

Hj. Ansari PDIP Salurkan Bantuan Pengeboran Sumur Air Bersih di Madura

PAMEKASAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Hj. Ansari, bantuan pengeboran sumur air bersih di Dusun Tlandung ...