Selasa
20 Oktober 2026 | 10 : 37

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Mufti Anam: Rencana Impor Beras Membuat Petani Makin Terdesak

pdip-jatim-mufti-anam-200321-1

SURABAYA  – Anggota Komisi VI DPR RI, Mufti Anam minta Menteri Perdagangan M Lutfi untuk lebih bijak dalam mengelola kebijakan stok komoditas pangan. Terutama terkait rencana impor 1 juta ton beras.

Legislator Banteng DPR dari dapil 2 Jawa Timur (Pasurun-Probolinggo) itu mengatakan, rencana impor beras itu dikeluarkan di saat yang tidak tepat, berbarengan dengan panen raya di banyak daerah. 

“Kalau tujuan dari pernyataan impor beras 1 juta ton itu untuk mencegah spekulan, justru rencana ini punya dampak merusak luar biasa bagi petani,” ujar Mufti Anam di Surabaya, Jumat (19/3/2021).

Saat ini, kata dia, panen raya berlangsung di hampir seluruh wilayah Indonesia, dari Aceh, Sumut, Sumsel, Jabar, Jateng, Jatim, NTB, Sulsel, dan sebagainya. 

Menurutnya, harga gabah petani yang sudah tertekan, semakin tertekan dengan pernyataan Mendag bahwa pemerintah akan impor 1 juta ton beras. 

“Di Jatim, di Pasuruan dapil saya, harga jual gabah kering panen (GKP) sudah di bawah HPP yang ditetapkan pemerintah,” ungkap Mufti.

“Jadi derita petani lengkap. Saat tanam susah pupuk bersubsidi, eh pas panen ada pernyataan Pak Mendag kita akan impor beras 1 juta ton. Tolong pikirkan nasib petani,” pintanya.

Dia berharap, Mendag memperhitungkan stok dalam merencanakan impor komoditas. 

“Rencana impor beras dari Pak Mendag ini membuat petani semakin terdesak. Karena pada faktanya, produksi beras nasional kita tahun lalu sukses naik meskipun tipis, total 31,3 juta ton,” ujar politisi PDI Perjuangan tersebut.

Tahun ini punm sebutnya, produksi beras diprediksi akan naik. Berdasarkan data BPS, potensi produksi beras Januari-April 2021 diperkirakan mencapai 14,54 juta ton, naik 3,08 juta ton atau 26,84 persen dibandingkan Januari-April 2020 sebesar 11,46 juta ton.

Dengan produksi Januari-April 14,54 juta ton beras, konsumsi beras masyarakat di waktu yang sama hanya 9,72 juta ton, jadi ada potensi surplus 4,81 juta ton. 

“Potensi surplus ini mestinya diserap optimal, bukan malah melempar rencana impor. Mestinya kan jelang panen raya itu pemerintah mengoptimalkan bagaimana penyerapan beras petani, bukan malah melempar rencana impor 1 juta ton beras,” tuturnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Gandeng Kementerian Kehutanan, Sonny Edukasi Warga Cegah Kebakaran Hutan

SITUBONDO – Anggota Komisi IV DPR RI, Sonny T. Danaparamita, mendorong keterlibatan masyarakat sekitar kawasan ...
KABAR CABANG

PAC PDI Perjuangan Kalianget Gelar Lomba Layangan Tenong, Hadiah Mobil dan Paket Umrah

SUMENEP – Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, sukses menggelar lomba ...
LEGISLATIF

RAPBD Jember Rp 5,5 Triliun Belum Dibahas, Widarto Soroti Ketidaksiapan Pemkab

JEMBER – Pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kabupaten Jember 2027 belum dimulai ...
KRONIK

Festival Anak Sholeh, Ikhtiar Cetak Generasi Berprestasi dan Berakhlak Mulia

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi berikhtiar membentuk generasi muda yang tidak hanya ...
KRONIK

Perda Lingkungan Jember Terancam Jadi Macan Kertas, Candra Desak Anggaran Perlindungan Gumuk

JEMBER – Perlindungan gumuk di Kabupaten Jember tak cukup berhenti pada pengesahan peraturan daerah. Ketua Komisi B ...
KABAR CABANG

DPC Magetan Panaskan Mesin Hingga Akar Rumput, Lantik 1.645 Pengurus Ranting

MAGETAN – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Magetan terus mengintensifkan konsolidasi organisasi ...