Senin
02 November 2026 | 5 : 06

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Jaring Aspirasi dan Cari Solusi Langsung, Ipuk-Sugirah Bakal Ngantor di Desa

pdip-jatim-ipuk-sugirah-091120

BANYUWANGI – Calon Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani Azwar Anas dan Sugirah menyiapkan program berkantor di desa-desa. Program ngantor di desa ini untuk menjaring aspirasi dan mencari solusi masalah warga secara langsung.

“Saya dan Bu Ipuk akan bergiliran ngantor di desa/kelurahan. Misalnya, saya hari Senin di Desa A, Selasa di Desa B, lalu Rabu Bu Ipuk di Desa C, Kamis di Desa D,” ungkap Cawabup Sugirah, Minggu (8/11/2020).

“Masing-masing dari kami, yaitu saya dan Bu Ipuk, berkantor di desa/kelurahan 2 kali dalam seminggu,” imbuh Sugirah politisi PDI Perjuangan yang berlatar belakang petani tulen ini.

Dengan ngantor di desa, terang Sugirah, selain bisa menyapa langsung masyarakat, juga sekaligus untuk mengetahui kondisi perkembangan pembangunan di tingkat desa, dan permasalahan yang ada.

“Dengan ngantor di desa, kami akan langsung mendengar masalah, mencari solusinya saat itu juga, hari itu juga. Misalnya ada anak yang terancam putus sekolah di desa tersebut, lansia sakit, dan sebagainya, bisa langsung kami tahu dan cari solusinya saat itu juga,” jelasnya.

Untuk teknis pelaksanaan ngantor di desa, sebut Sugirah, nantinya akan ada pemberitahuan pada masyarakat.

“Jadi nanti ada pengumuman: Bu Ipuk akan ngantor di Desa A hari Rabu tanggal sekian. Sugirah ngantor di Desa B hari Senin tanggal sekian. Silakan masyarakat datang, menyampaikan masalah apapun,” beber Sugirah.

Dia menambahkan, ngantor di desa juga sebagai bentuk sinergi bersama pemerintah desa, untuk saling membantu dalam mempercepat proses pembangunan maupun melakukan penyerapan aspirasi masyarakat.

“Pak Kades dan Bu Kades di Banyuwangi sudah hebat-hebat. Dengan ngantor di desa, kami sangat ingin mendukung tugas beliau-beliau,” ujarnya.

Dalam 10 tahun terakhir ini, desa-desa di Banyuwangi telah berkembang. Di era kepemimpinan Bupati Abdullah Azwar Anas dengan program unggulan Smart Kampung, banyak desa-desa melakukan inovasi, utamanya pelayanan publik.

Seperti di Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, ada Sistem Manajemen Desa (Simade), sebuah sistem administirasi kependudukan tersusun rapi, yang membuat waktu pelayanan masyarakat hanya dua menit. Cukup dengan memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK), pelayanan bisa dilakukan dengan cepat.

Tidak hanya Desa Ketapang, di Desa Genteng Wetan memiliki program Simas Mandiri atau Aplikasi Masyarakat Melayani Sendiri.

Kantor desa menyediakan sistem aplikasi sehingga warga tidak perlu antre di depan petugas pelayanan. Warga memilih layanan yang diinginkan. Tinggal memasukkan nomor NIK, layanan yang dipilih langsung jadi, cepat dan mudah.

Juga berbagai desa yang berinovasi dengan berbagai program di bidang kesehatan, pendidikan, pelayanan publik, dan lainnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Buyer Filipina Tertarik Kopi Banyuwangi, Bupati Ipuk Dorong Peluang Ekspor

BANYUWANGI – Kopi Banyuwangi menarik perhatian buyer asal Filipina. Sembilan calon pembeli dari negara tersebut ...
LEGISLATIF

Untari Ajak Warga Kota Malang Jadi Pionir Lingkungan Bersih, Mulai dari Pilah Sampah di Rumah

MALANG – Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Sri Untari Bisowarno mengajak masyarakat Kota Malang menjadi pionir ...
LEGISLATIF

Guntur Wahono Gagas Koperasi untuk Perkuat Ekonomi Sinden Blitar Raya

BLITAR – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Guntur Wahono, menggagas pembentukan koperasi bagi anggota ...
KRONIK

Bangkalan Sabet Tiga Penghargaan Wilwatikta Awards, Bupati Lukman: Ada Kerja Keras Petani

SURABAYA – Kabupaten Bangkalan meraih tiga kategori penghargaan dalam ajang Jawapos.com Wilwatikta Awards 2026. ...
KRONIK

Bupati Fauzi Buka Turnamen Voli Pantai Trans Group, Dorong Regenerasi Atlet

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, membuka Turnamen Voli Pantai Trans Group di kawasan Pantai ...
SEMENTARA ITU...

Suroboyo Wani di Tugu Pahlawan, Menghidupkan Kembali Api Perjuangan Arek-Arek Surabaya

SEBUAH permainan bola berlangsung riang di kawasan Tugu Pahlawan, Surabaya. Seorang pemuda bernama Soegiharto ...