Selasa
13 Oktober 2026 | 12 : 52

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Biasa Dikeroyok Parpol Lain, PDIP Siap Hadapi Pilwali Surabaya

pdip-jatim-hasto-220820

JAKARTA – Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyatakan partainya sudah biasa dikepung alias dikeroyok oleh partai politik lain dalam ajang Pilkada Kota Surabaya.

Hal itu dia sampaikan usai pembukaan Sekolah Calon Kepala Daerah PDI Perjuangan Gelombang I, Jumat (21/8/2020), menanggapi pertanyaan wartawan menyangkut calon kepala daerah yang akan diusung partai itu dalam pilkada tahun ini.

Sebab sejauh ini, hanya ada satu kandidat mengemuka yang didukung mayoritas parpol di kota itu, yakni Machfud Arifin. Sampai saat ini, tersisa PDIP dan PSI yang belum menentukan calon.

Baca juga: Risma dan Anas Jadi Contoh Keberhasilan Kepala Daerah dari PDI Perjuangan

Menurut Hasto, selama 10 tahun di bawah kepemimpinan kadernya, Tri Rismaharini, Kota Surabaya mengalami banyak kemajuan.

Padahal, kepungan politis selalu terjadi. Sehingga jika saat ini partainya dikepung banyak pihak, menurutnya, hal biasa saja.

“Sejak lima tahun lalu, kami sudah biasa menghadapi tekanan, kepungan di kota Surabaya. Bahkan sejarah, mengapa ada calon tunggal, tidak terlepas dari lima tahun lalu di Surabaya,” ujarnya.

“Saat itu seluruh partai mencoba menggagalkan pencalonan kedua Bu Risma dan Mas Whisnu. Kemudian ada proses di MK yang mengizinkan calon tunggal untuk berhadapan dengan kotak kosong,” tambah dia.

Dan justru karena biasa dikepung demikian tersebut, lanjutnya, maka pihaknya akan menyiapkan diri dengan sebaik-baiknya untuk Pilwali Surabaya 2020. “Karena itu, kami mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya,” sebut Hasto.

Hasto juga mengungkapkan, saat ini pihaknya sedang melakukan finalisasi nama calon kepala daerah untuk Surabaya, juga untuk Provinsi Bali. Partainya telah mengundang DPC PDIP Surabaya untuk penajaman calon yang diusung di Pilkada 2020.

“Kota Surabaya barusan kami melalukan penajaman dengan mengundang dari Surabaya. Sebelumnya, kami sudah mengundang kader internal Surabaya untuk melakukan penajaman pemetaan politik di Surabaya,” urainya.

Dalam waktu dekat, pihaknya akan mengambil keputusan soal Surabaya, dan akan diumumkan bersamaan dengan Pilkada Bali.

“Bali sudah finalisasi dan keputusan sudah diambil. Kota Surabaya dalam waktu dekat keputusan akan diambil. Pengumumannya nanti akan dilakukan bersama dengan Bali, dengan tema lingkungan kebudayaan untuk mempersiapkan komitmen calon kepala daerah,” terang Hasto. (hasto)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Gelar Evaluasi Innovative Government Award, Bupati Lukman Bidik Kabupaten Terinovatif 2026

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan berkomitmen memperkuat inovasi daerah untuk meningkatkan ...
SEMENTARA ITU...

32 Tim Pesantren Ikuti Liga Santri Bupati Cup 2026, Rijanto Dorong Persatuan

BLITAR – Sebanyak 32 tim futsal dari pondok pesantren se-Blitar Raya mengikuti Liga Santri Bupati Cup 2026. ...
KRONIK

Traktor Bantuan APBN Diduga Menyimpang, DPRD Jember: Dinas Pertanian Tidak Bisa Memberikan Data

JEMBER – Dugaan penyimpangan bantuan traktor dari APBN 2025 di Kabupaten Jember belum terjawab. Sejumlah kelompok ...
KRONIK

Gema 111.111 Al-Waqiah di Sumenep, Bupati Fauzi Ajak ASN Perkuat Budaya Religius

SUMENEP – Kementerian Agama Kabupaten Sumenep menginisiasi gerakan pembacaan bersama 111.111 kali Surat Al-Waqiah. ...
KRONIK

Atasi Kekeringan Dampak El Nino, Sonny Salurkan Bantuan Air Bersih ke Siliragung

BANYUWANGI – Dampak musim kemarau panjang akibat fenomena El Nino mulai dirasakan oleh sejumlah warga di wilayah ...
EKSEKUTIF

Promosi dan Mutasi Pejabat Pemkab Blitar Bakal Berbasis Manajemen Talenta

BLITAR – Bupati Blitar Rijanto menegaskan promosi dan mutasi pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) ...