Sabtu
05 September 2026 | 11 : 07

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Sambut Suro, BKN PDIP Jatim Gelar Sarasehan “Tradisi Ditelan Perubahan”

pdip-jatim-oni-sarasehan-budaya-1

SURABAYA – Menyambut bulan Suro, Badan Kebudayaan Nasional (BKN) DPD PDI Perjuangan Jawa Timur menggelar sarasehan budaya, Rabu malam (18/8/2020). Hadir dalam sarasehan bertema “Tradisi Ditelan Perubahan” ini, berbagai komunitas lintas budaya di Surabaya dan sekitarnya.

Ketua BKN DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Ony Setiawan mengatakan, hasil dari sarasehan ini selanjutnya akan diteruskan kepada pemerintah dan instansi terkait lainnya, untuk dijadikan pijakan dan langkah dalam pemajuan kebudayaan, baik di Jawa Timur maupun nasional.

“Dengan sarasehan ini, pemikiran yang dihasilkan diharapkan bisa membawa dampak positif bagi perkembangan kebudayaan,” kata Ony, di sela sarasehan.

Baca juga: BKN PDIP Jatim Gelar Festival Video Dokumentasi Tradisi Bulan Suro

Melalui sarasehan ini, jelas Wakil Ketua Bidang Komunitas Seni Budaya DPD PDIP Jatim ini, di antaranya adalah agar generasi muda bisa lebih mencintai kebudayaannya. Terlebih kebudayaan merupakan pintu masuk pembangunan bangsa.

Setelah sarasehan budaya ini, secara periodik BKN PDIP Jatim akan melakukan berbagai kegiatan bertema kebudayaan. “Contohnya adalah Festival Video Dokumentasi Tradisi Bulan Suro yang kami gelar setelah sarasehan ini, atau 20 Agustus hingga 18 September 2020,” sebut Ony.

Sarasehan budaya diawali menyanyikan Indonesia Raya tiga stansa dan tari Jejer Jaran Dawuk. Kemudian dilanjutkan Sulug Sabdo Palon bait 8 -9 oleh Ki Bayu (Dalang remaja) dan Kidung oleh Cak Lupus yang diiringi gamelan Jawa Timuran.

Ketua Panitia Sarasehan Budaya, Endin Didik Handoko mengatakan, total ada 31 komunitas yang hadir dalam sarasehan ini. Sebagai moderator Otto Bambang Wahyudi, dari Majelis Luhur Kepercayaan Indonesia (MLKI).

“Mereka yang mengkonfirmasi kehadiran ada juga pengurus BKN di cabang,” katanya.

Didik menjelaskan, digelarnya sarasehan adalah untuk menjaga berkembangnya ekosistem kebudayaan, kemudian mempertahankan eksistensi individu maupun komunitas budaya di masyarakat yang selama ini aktif dan memiliki tujuan perlindungan, pengembangan, pemanfaatan dan pembinaan kebudayaan.

Dalam sarasehan budaya ini, BKN ingin memberikan wawasan kepada masyarakat tentang kebudayaan serta menggali gagasan atau pemahaman dari stakeholder dalam upaya pemajuan kebudayaan di Jawa Timur.

Selama ini, imbuh Didik, sudah banyak contoh nyata yang menggambarkan bahwa tradisi itu telah ditelan perubahan, salah satunya terkait isu penghancuran keris. Padahal keris merupakan produk budaya bangsa Indonesia. (rad)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

PDI Perjuangan Trenggalek Gelontor Ribuan Liter Air Bersih, Sehari Lima Desa Jadi Sasaran

TRENGGALEK – PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek menggelontorkan ribuan liter air bersih ke desa-desa yang ...
KRONIK

Banyuwangi Gelar “Festival Literasi Using”, Upaya Lestarikan Bahasa Daerah

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi menggelar Festival Literasi Using. Ajang ini menjadi cara ...
LEGISLATIF

Model Malang Berhasil, Untari Akan Perluas Pelestarian Aksara Jawa ke Seluruh Sekolah di Jatim

MALANG – Keberhasilan penerapan model pembelajaran dan pelestarian aksara Jawa di sejumlah sekolah di Malang ...
KRONIK

Waktu Tinggal Tiga Bulan, Widarto Pesimistis APBD Jember 2026 Terserap Optimal

JEMBER – Tambahan ruang fiskal Kabupaten Jember mencapai ratusan miliar rupiah. Namun, waktu untuk membelanjakannya ...
KRONIK

Di Tempat Hasto Dilahirkan, Demokrasi Dibicarakan Lewat Gamelan dan Tarian

YOGYAKARTA – Tidak ada kemewahan ruang pertemuan hotel. Tidak ada pendingin udara yang membuat suasana malam terasa ...
LEGISLATIF

Puan Dukung Penegakan Hukum 21 Badan Usaha Terkait Karhutla, Minta Prosesnya Transparan

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani mendukung langkah Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) melakukan penegakan hukum ...